25. Air Mata Penyesalan

6K 191 28
                                        

🌹 السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 🌹

"Masuk akal gak sih gais ceritanya? Jika tdk masuk maka aku gak akan terusin ini cerita."

🌹 بسم الله الرحمن الرحيم 🌹

"Tidak ada gunanya merubah penampilan demi mendapatkan simpatik orang lain."

🌹🔪🌹🔪🌹🔪

Air Mata Penyesalan
by LieWeyWey.

Air Mata Penyesalanby LieWeyWey

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

AMP




Perempuan itu masih menangis dipelukan sang kakak sampai membuat kedua orang tuanya yang tadi tidur jadi terbangun.

Usapan lembut dikepalanya mampu membuat Alifa merasakan rasa nyaman itu kembali. Karena jujur, disaat Alaska memeluk dirinya, dia sama sekali tidak dapat merasakan kenyamanan itu lagi.

Ibu Tria mendekati anaknya yang sedang menangis. Hati ibu mana yang tidak sakit ketika mendapatti keadaan sang anak seperti ini? Pasti semua ibu yang ada di dunia menginginkan anak-anak mereka hidup bahagia. Perempuan paruh baya ini mengambil alih pelukan tadi.

Dia memeluk Alifa dengan sangat erat untuk memberikan kekuatan. Mengisyaratkan bahwa Alifa tidak sendirian, semua rasa sakit yang sudah dirasakan oleh putrinya pasti suatu saat nanti akan Allah balas dengan kebahagiaan. Air mata kesedihan yang hampir setiap detik keluar ini, pasti nanti akan Allah ganti dengan air mata kebahagiaan.

Ya Allah, biarkan putriku bahagia, kenapa hanya ada air mata yang selalu menghiasi hari-hari anakku? Apa dosa anakku sudah melampaui batas ya Rabb? Ibu Tria berdo'a dalam hati sambil sesekali menciumi kepala sang anak. Pak Sudar hanya duduk terdiam sambil memandangi anak dan istrinya yang sedang menangis.

Entah apa yang dipikirkan oleh pria tua ini. Sedikit demi sedikit kepalanya beralih melihat ke arah Gara. Mulutnya ia bukak untuk memanggil nama lelaki itu.

"Gara." Lelaki yang merasa namanya dipanggil langsung menoleh.

"Ada apa, Ayah?" tanya nya lembut.

"Kemarilah, Nak."

Gara menurut saja karena sepertinya sang ayah akan membicarakan hal yang sangat penting. Ia duduk di sebelah sofa dekat pak Sudar. Dapat dilihat jika tumpukan air bening itu sudah siap untuk keluar dari dalamnya.

Gara tersenyum kepada sang ayah, pria tua yang sudah membesarkan ia dengan keringatnya. Pria tangguh yang menjadi panutan Gara untuk bisa bersikap lembut dan menghormati seorang perempuan. Yang selalu mengajarkan kepadanya apa itu artinya kehidupan yang keras.

Air Mata Penyesalan Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang