38. Air Mata Penyesalan

7.9K 264 34
                                        

🌹السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 🌹

"Jika engkau ingin melihat indahnya fajar, maka engkau harus melalui gelapnya malam.
Jika engkau ingin merasakan manis dan indahnya nikmat Tuhan-mu, maka engkau harus bisa sabar dalam menahan bala dan musibah."


اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ
سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

🌹🔪🌹🔪🌹🔪

Air Mata Penyesalan
by SeltaApriani

Air Mata Penyesalanby SeltaApriani

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

AMP



Alifa menangis setelah mendengarkan cerita dari mertuanya. Ternyata pria yang sedang memeluknya sambil tidur ini mengidap kepribadian ganda. Ada rasa tidak tega ketika ingin meninggalkan sang suami. Namun jika terus seperti ini maka tidak akan ada habisnya dia menderita.

Kamar yang bernuansa putih ini terasa sangat sunyi, hanya ada suara detakan jam saja menemani dirinya berfikir. Dalam pikiran itu hanya ada dua kata saja yaitu menyerah atau bertahan.

Jika dia bertahan maka tidak akan ada yang menjamin bahwa ia tidak akan menderita. Dan jika dia menyerah, diri ini sangat sakit ketika melihat keadaan sang suami seperti sekarang. Cinta Alaska sangat tulus, bahkan pria yang sedang tidur ini tidak pernah menyentuh Nabila selama pernikahan mereka.

Alaska sengaja tidak memberikan nafkah batin kepada istri keduanya karena ia berharap jika Nabila akan menyerah. Namun sebaliknya, Alifa lah yang ingin menyerah dalam menghadapi segala situasi di dalam rumah tangga mereka bertiga.

Tangan kekar yang memeluk tubuh kecil Alifa kian mengerat. Bukannya tersenyum justru yang dipeluk semakin terisak menangis. Tangan Alifa perlahan menyentuh wajah yang begitu dekat dengannya. Rasa kasihan, tidak tega, sakit semuanya bercampur menjadi satu sehingga perasaan itu tidak bisa dideskripsikan lagi bagaimana rasanya.

"Kamu ternyata sakit, Mas. Maaf karena Alifa udah pergi selama beberapa bulan yang lalu untuk menghindari semuanya."

"Aku memilih untuk menghindar dari pada terus bertahan dan merasakan sakitnya semua itu. Tapi ternyata hal itu sudah membuat kamu sakit seperti ini."

"Seandainya kamu tidak berpoligami, aku tidak akan meninggalkan kamu meski dalam keadaan apapun. Tapi yang ini beda Mas, tidak ada yang akan bertahan jika dipoligami."

"Perempuan di jaman sekarang bukan lah perempuan yang kuat di jaman dahulu. Bahkan Aisyah saja masih merasakan cemburu kepada istri-istri Rasulullah yang lain, apa lagi Alifa yang hanya perempuan biasa." Dilihatnya jam menunjukkan pukul 20:38 malam, Alifa mengelap wajahnya lalu bergerak ingin turun.

Air Mata Penyesalan Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang