JANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM MEMBACA YA FRIENDS AGAR MENDAPATKAN NOTIFIKASI. DAN DIMOHON UNTUK TIDAK MEMBANDINGKAN LAPAK SAYA & ORG LAIN, TERIMA KASIH.
"Nanti janji ya, nikah sama kakak," ucap seorang laki-laki yang berusia 14 tahun.
"Nanti kalau Ali...
Wajib setiap umat Islam menjawab salam ya. Selamat membaca, jangan lupa berikan vote dan komen.
🌹بسماللهالرحمنالرحيم🌹
"Sesibuk dan sepenting apapun hidupmu di atas muka bumi, duniamu tak akan kau bawa ketika terkubur didalamnya. Ingat, semua akan mati. Maka, jangan pernah mempertahankan mati-matian apapun yang tidak akan kau bawa mati.
(Ustadzah Halimah Alaydrus)
🌹🔪🌹🔪🌹🔪
Air Mata Penyesalan by LieWeyWey.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
AMP
Angin berhembus kencang sehingga membuat sebagian daun jatuh dari tempatnya. Apakah badai yang sudah menerjang rumah tangga Alifa juga akan membuatnya terjatuh? Manusia hanya bisa berencana sedangkan Allah yang akan menentukan semuanya.
Ingat! Allah menguji setiap hambanya sesuai dengan kadar kemampuannya. Dan semakin tinggi iman seseorang maka akan semakin berat juga ujiannya. Itu bukan berarti Allah tidak sayang dengan kita, melainkan Allah ingin melihat seberapa besar ketergantungan kita kepadanya.
Dan Allah memilih Alifa sebagai salah satu dari sekian banyak orang yang mengalami poligami. Kita semua sudah tau ganjaran apa yang akan didapatkan oleh seorang istri yang merelakan dan ikhlas dipoligami oleh suaminya.
Yah. Tentu saja ganjarannya adalah surga. Tapi, itu juga kita harus ikhlas melakukannya. Nah, bagaimana dengan seorang istri yang sama sekali belum bisa ikhlas ketika melihat sang suami menikah lagi, apakah surga itu tidak dapat dimiliki atau bagaimana? Hanya Allah yang tau, karena kita hanya sebagai manusia yang memiliki batas kemampuan pengetahuan.
Suara itu sangat merdu ketika masuk ke Indra pendengaran. Kata demi kata yang keluar dari bibirnya sangat tidak membosankan. Lirik-liriknya sangat pas. Lihatlah, sekarang perempuan yang dengan berjuta rasa sakit itu sedang bersenandung kecil di taman rumah.
Sepertinya taman itu pas untuk dia ketika ingin menenangkan diri. Jika dulu dia sering ingin bersama sang suami untuk dapat menenangkannya, namun sekarang sudah berbeda. Dia justru pergi duduk di taman ini, karena tempat penenang dia dulu justru yang membuat dirinya sama sekali tidak bisa tenang lagi.
Dia merasa jika rumahnya sudah hancur, tempatnya kembali sudah tidak senyaman dulu lagi. Kecupan mesra, pelukan hangat dan kata-kata romantis yang selalu ditunjukkan oleh lelaki itu rasanya tidak senyaman dulu, mungkin lebih tepatnya jika sekarang ini rasanya adalah hambar.