Disclaimer : Cerita ini adalah fiksi dan murni dari fikiranpenulis. Seluruh adegan dan pemerandisesuaikan dengan kebutuhanpenulis. Credits untuk seluruh gambar yang digunakandiambil dari Pinterest.
Don't forget to VoMent Happy Reading!!!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"...dengan nomor penerbangan LX 1878 yang terbang dari Zurich dengan tujuan Jakarta mengalami turbulensi dan mengakibatkan kerusakan parah pada bagian sayap kanan pada pesawat. Saat ini, sedang dilakukan evakuasi pada para korban dan puing-puing pesawat yang di prediksi berada di selat Hindia, sesuai dengan laporan terakhir tempat pesawat meledak."
Liam menatap gamang pada layar plasma dihadapannya. Tiba-tiba perasaannya gelisah tidak karuan saat mendengar tentang berita kecelakaan pesawat yang disiarkan pada pukul 8 pagi hari ini.
"She's not there. Belum waktunya dia pulang." bisiknya pada diri sendiri walaupun perasaannya masih gelisah tidak karuan. Liam memilih untuk terus menyaksikan berita besar yang menggemparkan itu. Sambil terus berharap di dalam hati, kalau kegelisahannya tidak berarti apapun.
Namun saat berita itu menampilkan nama-nama dari 85 penumpang serta crew yang berada di nomor penerbangan itu, satu tetes air mata mengalir di sudut matanya. Kepalanya menggeleng sambil berbisik, menyangkal tayangan yang sedang menyertakan nama belakang istrinya di dalam daftar korban.
"No no no Chery no." katanya sambil berdiri dan meremat rambutnya. Dadanya serasa akan pecah karena rasa sedih yang menumpuk sangat banyak. Ia tak bisa kehilangan Chery. Tidak. Ia tidak bisa.
Liam kacau. Tubuhnya lemas tidak bertenaga. Bahkan panggilan pada ponselnya yang sudah masuk berpuluh kali itu tidak ada satupun yang sanggup ia angkat. Liam tidak akan percaya pada semua berita yang baru saja ia dengar. Tidak, Chery sehat dan akan pulang dalam beberapa hari lagi. Semua berita itu bohong dan Liam tidak akan percaya.
BERCANDAAAAA WAKAKAKAK
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.