Gavin Danendra

13.6K 607 3
                                        

Seorang pria berdiri didepan jendela sembari menyeruput kopi secara perlahan.

Tidak memakai atasan dan hanya memakai celana training, pria itu sedikit melamun akan masa kecilnya.

Dan pria itu adalah Gavin danendra, pria kaku jika belum mengenalnya dan ramah jika sudah kenal dekat dengannya.

Gavin sangat jarang menunjukan jati dirinya pada orang baru, tapi jika dia sudah menunjukan jati dirinya pada orang tersebut berarti orang itu sangat spesial dihidup Gavin.

Dan ada satu perempuan dalam hatinya, yang sejak dulu sudah ia kagumi. Sekarangpun Gavin masih mengagumi sosok itu, bahkan mungkin lebih dari itu. Yang paling mendebarkan, dia sudah tau keberadaan perempuan itu.

Tok

Tok

Tok

"Sayang"

Gavin menoleh pada suara yang memanggilnya, itu Arsila perempuan yang selalu menempel padanya bak lintah. Gavin mengharuskan menemani dan bahkan menjadi pasangan perempuan ini karna alasan klise. Orangtua perempuan ini dan orangtuanya bersahabat.

Dan tentu saja perempuan yang bergelayut ini bukan yang ia sukai.

"Sayang, kamu ngelamun ya"

"Engga"

"Ihh cuek banget deh, Yang nanti siang temenin aku ke mall ya. Ada baju inceran aku disana. Ya ya ya" Bujuk Arsila sedikit menggoda.

"Iya"

"Makasih sayang"

"Stop panggil saya sayang Arsila"

"Kenapa gituu, kita kan pacaran"

"Mantan pacar, lebih tepatnya"

"Iya deh iya, walaupun mantan juga tetep kamu milik aku. Nanti jemput aku ke rumah ya"

Arsila berjinjit dan mengecup pipi Gavin lalu berlari keluar kamar. Gavin langsung mengusap pipi bekas ciuman Arsila dengan kasar.

***

Gavin kini berada dimeja makan, Menyantap sarapannya dengan tenang. Sang ibu Kirana gabriela fokus melayani ayahnya Sadewa danendra, dan ayahnya itu fokus dengan makananya.

Gavin memiliki adik laki laki yang masih berada dibangku SMA, Rega januar danendra. Adiknya itu sangat berbeda dengan Gavin, Rega lebih ceria dan ramah pada semua orang walaupun tidak mengenalnya.

"Bang" Rega memanggil Gavin dengan suara gembira.

"Kenapa?" Jawab Gavin malas.

"Nanti siang mau kencan ya?"

"Kenapa"

"Nitip ya, gue mau robot koleksi terbaru ini yang launching di mall. Tapi gue males kesana" Rega menunjukan gambar robot dalam ponselnya.

"Hm, mana duit"

"Yaelah pake duit abang dulu lah, ya"

"Iya"

Setelah selesai sarapan Gavin langsung beranjak menuju kamarnya.

Omong-omong Gavin tidak terlalu dekat dengan orangtuanya, alasannya tentu karna Arsila. Orangtuanya itu selalu memaksa kehendak mereka sendiri, membuat Gavin muak.

Lebih tepatnya muak pada sang ayah. karna walaupun ibunya hanya diam tidak membela dirinya, ibu nya itu selalu memperhatikannya.

Didalam kamar gavin membaringkan badannya pada tempat tidur, lalu memejamkan matanya.

Anti Romantic [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang