[LOEN #2 | Ethan & Olivia]
Bermula dari bermusuhan menjadi selingkuhan. Begitulah hubungan yang terjalin antara Ethan Jasper Loen dengan Olivia Calista Loris. Lalu apakah mereka akan terus mempertahankan hubungan yang tidak jelas itu? Bagaimana cara...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
⋆༺𓆩☠︎︎𓆪༻⋆
Saat ini Valerie sedang duduk seorang diri dengan penampilan kacau di sebuah kafe. Bahkan pakaian dan makeup mahalnya pun tetap tak bisa menutupi kesedihannya. Bagaimana tidak, hubungannya bersama sang kekasih semakin hari justru semakin buruk. Interaksi mereka jadi terasa hambar karena Ethan sudah tak seasik dulu. Lelaki itu juga seolah tak memiliki nyawa di setiap mereka menghabiskan waktu bersama.
"Maaf, menunggu lama."
Valerie langsung tersadar dari lamunannya ketika mendengar suara seorang lelaki yang sudah duduk di hadapannya dengan napas terengah-engah karena tergesa-gesa untuk datang.
"Kau sudah memesan minuman, ya," ucap lelaki lelaki itu setelah melihat secangkir teh yang sudah diminum berada di hadapan Valerie. Setelahnya, ia mengangkat tangan untuk memanggil pelayan kemudian memesan minumannya. Sambil menunggu pesanannya datang, ia pun mulai mengatakan tujuannya bertemu dengan Valerie.
"Kau Valerie kekasih Ethan, 'kan?" tanya lelaki itu membuat raut wajah Valerie menunjukkan ketertarikan dengan pembahasan yang akan disampaikan.
"Siapa kau?"
"Perkenalkan." Sambil tersenyum, lelaki itu mengulurkan tangan meminta berjabatan yang langsung diterima oleh Valerie.
"Aku Maxime, salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi di kelas yang sama dengan Olivia."
"Aku tidak suka bertele-tela," ucap Valerie dengan nada yang sedikit sinis setelah mendengar nama Olivia disebut.
"Baiklah, aku akan langsung pada intinya. Pertama, aku ingin bertanya apakah kau masih berhubungan dengan Ethan?"
"Ya, kami tidak pernah putus," jawab Valerie dengan mantap. "Memangnya kenapa?"
"Tapi, apakah kau tahu bahwa selama ini kekasihmu selingkuh?"
"A-apa? Apa maksudmu?"
Valerie tidak terlihat kaget, namun justru terlihat khawatir dengan kedua tangan yang mengepal di atas paha. Sebenarnya ia sudah curiga bahwa sang kekasih selama ini selingkuh, namun mendengar ada orang yang tak dikenal membahas hal ini membuat perasaannya jadi takut.
Takut bahwa sang kekasih memang selingkuh.
"Permisi."
Obrolan mereka terpaksa terjeda karena seorang pelayan harus menyajikan minuman. Maxime pun mengucapkan terima kasih kemudian menyeruput kopi panasnya lalu berdehem untuk kembali memulai percakapan.
"Mana mungkin kau tidak curiga sedikit pun bahwa kekasihmu selingkuh."
"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Valerie tidak sabar dan sedikit kesal. Terlebih, ia tak suka dengan topik pembicaraan mereka hari ini. "Kekasihku berselingkuh atau tidak, itu bukan urusanmu, 'kan?"