31. Yes, I'm Crazy

10.4K 296 6
                                        

⋆༺𓆩☠︎︎𓆪༻⋆

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

𓆩☠︎︎𓆪

Setelah berhasil menemukan Olivia menangis kehujanan, Ethan kini membawa perempuan itu ke unit apartemennya. Ia rebahkan tubuh basah itu di sofa kamar agar bisa ia bersihkan dan keringkan terlebih dahulu sebelum direbahkan di atas ranjang.

Dengan telaten ia membersihkan tubuh polos Olivia menggunakan handuk, kemudian menutupnya dengan selimut tebal agar tak kedinginan. Setelahnya, ia pun bisa fokus mengeringkan dirinya sendiri yang sama basahnya dengan Olivia karena hujan deras.

"Sepertinya nyaman sekali jika kita berpelukan dengan tubuh telanjang di bawah selimut," monolog Ethan sambil melucuti pakaiannya yang basah sehingga dirinya sudah berakhir telanjang bulat sekarang.

"Mau tidak, Olivia?" tanyanya yang tentu saja tak akan dibalas oleh perempuan yang sedang tak sadarkan itu. Tangannya kini bergerak tanpa sadar mengelus lembut pipi sang puan, disusul dengan mencium kening dan bibir.

"Kenapa kau selalu membuatku bergairah, hah?" Suara itu terdengar frustrasi dan kesal. Ethan juga memaki di dalam hati karena libido seksualnya semakin tak tertahankan sejak melihat lekuk tubuh polos Olivia ketika dikeringkan olehnya tadi. Ia akui bahwa gairah seksualnya kepada Olivia memang tak kenal waktu, tempat, dan kondisi.

"Tolong izinkan aku menyentuh sedikit saja. Aku tidak akan sampai memasukkannya," bisik Ethan sambil menyibakkan selimut sehingga menampilkan bagian bawah Olivia yang tak mengenakan apa-apa.

"Sialan. Kau membuatku gila, Olivia." Lelaki itu segera merentangkan kaki Olivia lebih lebar agar dirinya bisa menghirup dan mencium liang surga yang selalu ia klaim sebagai miliknya.

Lidahnya mulai bergerak menjilat dan menghisap lembut lubang yang sesekali akan menyahutnya dengan kedutan-kedutan halus disertai cairan cinta yang merembes keluar. Hal itu tentu saja membuat dirinya kesenangan karena berpikir Olivia menyukai permainan lidahnya walau di bawah alam sadar sekali pun.

Sambil fokus pada permainan di bawah sana, ia juga memperhatikan raut wajah si empu yang sesekali terlihat merengut karena ulahnya. Pikirnya, mempermainkan Olivia dalam kondisi tak sadarkan diri ternyata lebih menyenangkan walau aksinya termasuk dalam pelecehan seksual.

Tangannya kini mulai menyambar celana dalam Olivia yang menganggur di lantai untuk digunakan sebagai bungkus kejantanan yang sedang dikocoknya. Oh, ia tak bisa membendung rasa rindunya karena mereka sudah lama tak bercinta. Mingguan? Bulanan? Ia tidak menghitungnya, yang diingatnya hanya Olivia lah perempuan yang ia tiduri terakhir kali. Jadi, haruskah ia mulai meniduri Olivia daripada bermain solo?

"Ethan?"

Suara lirih seseorang membuat Ethan seketika menghentikan aksi gilanya. Dengan gerakan cepat ia menutupi tubuh Olivia menggunakan selimut agar Darius yang sedang menatapnya marah tidak melihat tubuh seksi kesukaannya.

"Apa yang kau lakukan?"

Sialan. Ethan tadi lupa menutup pintu. Ia sekarang sangat yakin bahwa Darius sudah melihat aksi bejatnya sedari tadi.

ScandalCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang