30. Vengeance Unfolds

9.3K 313 3
                                        

⋆༺𓆩☠︎︎𓆪༻⋆

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

𓆩☠︎︎𓆪

Valerie kini sedang berbaring di pelukan Ethan sambil matanya melirik ke arah layar ponsel sang kekasih yang menyala. Lelaki itu terlihat mengetikkan sesuatu di ruang obrolan grup, namun ia sama sekali tak menemukan kecurigaan apa pun membuatnya harus bisa mengakses ponsel itu.

Bukannya ia tak pernah mengakses ponsel Ethan sebelumnya, namun lelaki itu selalu mengganti kata sandi ponsel sehingga dirinya tak bebas mengakses dan harus meminta izin. Ia juga tak yakin Ethan masih menggunakan kata sandi yang terakhir ia ingat.

"Kenapa belum tidur, hm?" bisik Ethan sambil mengelus-elus surai Valerie.

"Kau selalu fokus pada ponselmu," ucap Valerie sambil mematikan layar ponsel Ethan yang masih ada di genggaman, kemudian ia kembali memeluk Ethan dengan sebagian kepala yang menghalangi wajah lelaki itu. Berkat aksinya, ponsel pun sekarang tak bisa menangkap wajah untuk membuka kunci sehingga Ethan terpaksa harus menggunakan kata sandi.

"Sebentar, ya. Aku ingin membaca pesan profesor di grup," ucap Ethan tanpa mengetahui bahwa sang kekasih sedang diam-diam memperhatikan dari balik rambut yang panjang.

"Kalau begitu aku akan tidur duluan."

"Baiklah, aku akan menyusul dua menit lagi. Selamat malam, sayang." Ethan mengecup pucuk kepala kekasihnya kemudian kembali fokus pada ponselnya.

Tak terasa, dua jam sudah berlalu. Itu tandanya Valerie dan Ethan sudah menyelami dunia mimpinya masing-masing—namun beberapa detik kemudian, salah satu dari mereka ada yang terbangun dari tidurnya.

Valerie kini sudah dalam posisi duduk sambil menggenggam ponsel Ethan. Jari lentiknya bahkan mulai mengetik kata sandi di layar, dan pada akhirnya kunci berhasil terbuka di percobaan ketiga.

Tanpa menunggu lama, jarinya dengan cepat menekan simbol aplikasi pesan yang sayangnya tak menampilkan ruang obrolan Ethan bersama perempuan ketiga. Ia sempat menemukan obrolan bersama beberapa perempuan asing di sana, namun isi obrolannya hanya tentang tugas kuliah. Tidak ada obrolan bersama perempuan bernama Olivia di aplikasi mana pun membuatnya ingat bahwa orang yang berselingkuh pasti pintar menyembunyikan kejahatannya.

"Sial," umpat Valerie dengan suara pelan. Ia akan merasa kesal pada Maxime karena sudah mempermainkannya jika Ethan terbukti tidak berselingkuh.

Sekarang giliran aplikasi galeri foto yang ia buka. Dengan hati-hati ia melihat foto-foto di sana namun tetap masih tak ada yang mencurigakan. Terpaksa, ia sekarang membuka folder terkunci yang mengharuskannya mengetikkan kata sandi lagi di ponsel itu.

Rasa kesalnya pada Maxime kini tergantikan dengan perasaan sakit hati dan kecewa pada Ethan setelah melihat bukti sejelas itu. Isi foto dan video di folder terkunci memang tidak banyak, namun itu semua adalah bukti perselingkuhan Ethan dan Olivia yang selama ini dicarinya.

ScandalCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang