❗❗PLAGIAT???!!! JAUH JAUH❗❗
❗❗JANGAN LUPA VOTE & KOMEN❗❗
.
.
.
.
.
{AHLAN WA SAHLAN}
Drrt drrt
Aku terbangun ketika dering alarm di ponsel ku berbunyi. Ku raih ponsel ku untuk mematikan alarm. Lalu ku lihat jam yang tertera di ponsel ku ternyata jam masih menunjukkan pukul satu lewat tiga dini hari. Cepat-cepat aku bangun walaupun sedikit sempoyongan karena aku mempunyai riwayat darah rendah.
Setelah tidak terlalu pusing lagi, aku pun bergegas pergi ke kamar mandi untuk mandi juga berwudhu, hingga selesai, Aku berjalan ke arah lemari yang letak nya di pojok kamar ku, lalu mengambil sarung serta baju koko ku. sembari mengenakan nya, dan aku baru teringat satu hal. Peci!! Ah iya dimana peci ku. Ku edarkan pandangan ku, ternyata peci yang sering ku pakai berada di atas meja belajar.
Ku raih sajadah sembari membenarkan peci ku, lalu ku letakkan sajadah itu di lantai, sedikit ku rapikan. Setelah nya Aku pun dengan cepat menunaikan shalat malam ku, hingga sampai lah waktu berdo'a, "Allahumma Yassir wala tu'assir, ya Allah lancarkan lah dan jangan engkau persulit, apapun itu jangan kau persulit ya Allah, terutama untuk membahagiakan Amma juga Abba ya Allah, lancarkan lah selalu rezeki ku ya Allah, dan untuk siapa pun yang nanti nya akan menjadi istri ku, jagakan lah dia ya Allah, sehatkan lah dia, tutup juga hati nya untuk laki-laki lain ya Allah, sesungguhnya engkau Maha mengetahui"
"Rabbighfirli waliwa lidayya warham huma kamaa rabbayani saghiira, rabbana aatina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina 'adzabannar"
"Aamiin" Lirih ku seraya mengusap wajah ku.
Aku melipat kembali sajadah ku, sambil meletakkan ke tempat asal nya, kemudian ku rebahkan tubuh ku di atas tempat tidur ku, sembari memandangi langit-langit kamar dengan lampu yang temaram, tanpa melepas peci, baju koko serta sarung ku.
"Kapan ya ada orang baru di kamar ini" Gumam ku menoleh ke samping, seraya terkekeh pelan.
"Astaghfirullah Fidz" Aku mengusap kasar wajah ku, saat aku dengan tidak sengaja membayangkan seorang perempuan berada di samping ku.
Ting!!
Sebuah notifikasi di ponsel ku mengalihkan atensi ku begitu saja, dan tanpa pikir panjang, ku raih ponsel yang berada di atas nakas samping tempat tidur sembari membuka layar nya. "Sabitha?" Monolog ku bertanya-tanya, saat aku membaca username orang yang baru saja mengirimi ku permintaan pertemanan di instagram.
Ku lihat profil nya, tidak ada postingan, hanya ada foto profil yang saat ku tekan cuman sekedar foto yang menampakkan dagu, namun followers nya sembilan ratusan lebih, ku lihat lagi orang yang di ikuti gadis itu, nihil, tidak ada orang yang aku kenal, lalu ku tekan konfirmasi, tanpa ku tekan ikuti balik, karena nama nya yang sangat asing.
Aku terus berselancar di sosial media, untuk sekedar melihat lihat, tidak ada salah nya bukan? Hingga mata ku menangkap foto seseorang yang sangat aku kenal ada di beranda ku, ku lihat profil milik nya yang seketika membuat ku tersenyum, ia memposting foto makanan di story instagram nya. Ah iya aku baru teringat satu hal, kalau aku melihat story instagram nya. Pasti itu akan meninggal kan jejak.
"Astaghfirullah, Hafidz" Ucap ku sembari menepuk dahi ku pelan. Jantung ku berdetak lebih cepat dari biasa nya kala aku melihat kembali foto nya yang sedang membelakangi kamera. Dengan tidak sengaja juga bibir ku tertarik ke atas. Membentuk lengkungan. Aku tersenyum, iya aku tersenyum, kembali.
Jari ku yang nakal kembali menekan tombol ikuti. Aku merutuki diri ku sendiri saat dengan tidak sadar menekan nya. Namun suara anak kecil yang menangis membuat ku segera melepas kan benda pipih itu dari tangan ku, sebelum aku menekan tombol batal kan, yang berarti aku tidak sempat meng-unfoll akun instagram gadis itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
JALUR LANGIT
RomanceIni tentang kisah cinta dalam diam di pondok pesantren Al-Qamar, pondok pesantren ternama di kota Jakarta, dengan di pimpin oleh Kyai Hasan selaku anak tunggal dari pemilik pesantren yang sudah lama meninggal. Zayyad Hafidz Al-Ghifari, laki-laki ta...
