PART 36 - JALAN BERDUA

189 12 0
                                        

❗❗PLAGIAT???!!! JAUH JAUH❗❗


❗❗JANGAN LUPA VOTE & KOMEN❗❗

.

.

.

.

.

{AHLAN WA SAHLAN}



Di bawah langit yang mulai berubah menjadi jingga, terlihat pasangan suami istri tengah berjalan pada trotoar untuk pejalan kaki. Mereka adalah Gus Hafidz dan Zahra yang memang sengaja menghabiskan waktu bersama sambil mencari jajanan dipinggir jalan, sesekali keduanya juga bercanda tanpa merasa canggung satu sama lain.

Lama berjalan, akhirnya mereka berhenti tepat di dekat penjual gorengan. Tangan Zahra yang masih berada di genggaman nya tiba-tiba ditarik Gus Hafidz agar perempuan itu mengikuti nya, lalu duduk, "Mas ada pertanyaan untuk kamu sayang"

"Apa tuh mas" Ujar Zahra kemudian menatap penasaran ke arah Gus Hafidz dengan lengkungan senyum tercetak di bibir manis nya.

Gus Hafidz terkekeh pelan mendapati respon sang istri, "Tempat apa yang di cintai Allah, dan tempat apa yang di benci Allah, ayo jawab"

Tersenyum senang, Zahra sontak menjawab cepat, "Tempat yang di cintai Allah adalah masjid, dan tempat yang di benci Allah adalah itu" Tunjuk nya tepat ke sebuah pasar yang masih buka.

Sembari mengikuti arah tunjuk perempuan tersebut, ia tentu juga ikut tersenyum, "Bagus, sore ini kamu jajan sepuas kamu, biar mas yang traktir"

"Easy mas, dan untuk bayar membayar, itu kan emang harus buat kamu mas ih" Balas Zahra seraya memesan kepada penjual yang sudah mendekat, diikuti Gus Hafidz setelahnya.

Mendengar kata easy terucap dari mulut Zahra, ia langsung terpikir satu hal, "Kalau begitu mas ada tebak-tebakan juga, benda kecil apa yang bisa mengeluarkan orang, hayo jawab"

Kening Zahra sontak berkerut dalam dengan ia yang mencoba berpikir, mencari jawaban dari teka-teki yang dilayangkan sang suami, "Lampu ajaib di film Aladin" Seru Zahra bersemangat, ia yakin delapan puluh persen jawabannya akan benar.

"Salah, karena itu jin sayang yang keluar, bukan orang" Seusai mengatakannya, Gus Hafidz lalu mencolek hidung mancung Zahra menggunakan jari telunjuk, membuat perempuan tersebut sekilas terpejam.

Pembeli disekitarnya tentu saja dibuat baper oleh pasangan tersebut, tak ayal dari mereka bahkan memukul temannya sendiri karena salah tingkah melihat hal itu.

"Terus apa dong mas?" Tanya Zahra lalu melihat sekitar tempat mereka duduk, ternyata sudah ramai dengan orang-orang yang ingin makan ditempat.

"Bel rumah, ia bisa mengeluarkan orang dari dalam rumah hanya karena ia ditekan" Gus Hafidz tersenyum kemenangan sebab sang istri tidak berhasil menjawab tebak-tebakan yang ia berikan.

Mendengarnya Zahra langsung menunjukkan wajah merengut nya yang jarang sekali terlihat, dan akhirnya pesanan keduanya datang, mereka pun lalu menyantap makanan yang telah berada didepan mereka hingga kenyang.

Beberapa menit setelah Gus Hafidz membayar, mereka pun kembali melanjutkan perjalanan mereka yang kini ke arah pulang dengan berjalan kaki menuju pondok pesantren Al-Qamar karena teringat waktu maghrib akan segera tiba.

JALUR LANGITTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang