part 43

49.3K 3.5K 160
                                        

Kesibukan terlihat jelas di kediaman Kathrine. Pagi ini Lili akan melakukan pementasan. Harusnya mereka sudah berangkat sejak tadi.

Tetapi hingga saat ini, Lyora masih berusaha menghilangkan noda susu coklat yang ditumpahkan anak itu di baju pentasnya.

Entah sudah berapa kali Lyora mendengus frustasi. Sementara sang pelaku hanya bisa diam menatap Ibunya yang sedang bolak-balik sambil berdiri diam tak jauh dari ibunya hanya dengan menggunakan kaus beserta celana dalamnya.

"Makanya lain kali hati-hati. Lihat, udah jam berapa sekarang? Sudahlah, Kita gak usah pergi"

"Jangan. Lili mau nari diatas panggung" Jawab anak itu lirih.

Sedangkan Lyora mendengus sebal. Kini Ia tengah mengeringkan bagian noda yang sudah pudar setelah Ia basuh dengan pemutih menggunakan hair dryer.

Setelah cukup kering. Tugas Ibu satu anak itu pun belum selesai, Lyora masih harus menyetrika baju pentas itu dengan hati-hati karena banyaknya manik-manik pada baju itu.

Setelah selesai menyetrika kembali baju pentas Lili. Lyora menyuruh anak itu mendekat dan memakaikannya pada Lili dengan cemberut.

Hingga semua sudah beres Ia melangkah keluar diikuti bocah itu dan memanggil Pak Maman untuk mengantar mereka.

"Tapi sebentar lagi Tuan sampai, Nyonya. Kata Tuan tadi pas nanyain dimana Nyonya ditelpon-"

"Sebentar lagi itu kapan Pak? Lili sudah terlambat. Biar nanti Edward menyusul saja" Kata Lyora kesal.

Edward memiliki urusan bisnis di luar negri selama 3 hari dan akan tiba sebelum pentas Lili dimulai. Dan dari pesan yang dikirimkan Edward kepadanya, pria itu baru tiba sekitar pukul 7 pagi tadi. Sehingga Lyora membalas agar pria itu langsung saja datang ke sekolah Lili.

Memang sejak peristiwa pria itu mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Lyora sudah tak lagi memandang sinis kepada Edward, beberapa kali bahkan mereka mengobrol santai walau pada akhirnya tetap berdebat juga.

"Tapi, Nyonya. Tadi Tuan- . Nah itu mobil Tuan sudah datang"

Lyora menghembuskan napas lelah melihat itu. Walaupun waktu pementasan Lili masih sekitar 35 menit lagi dan jarak antara rumah dengan sekolahnya tak jauh. Tetapi guru dari Lili sudah mengatakan kalau setidaknya bocah itu harus tiba pukul 8.15 untuk sedikit pengarahan dan sekarang mereka sudah terlambat 10 menit.

Baru saja Edward membuka pintu penumpang, Lili langsung berlari ke arah ayahnya itu. Dan Edward menerima pelukan Lili yang erat.

Tetapi tidak lama bunyi isakan anak itu terdengar. Membuat pria itu menatap Lyora dengan pandangan bertanya.

Lyora tak menjawab apapun. Ia hanya menghampiri mobil Edward dan membuka pintu penumpang dari sisi berlainan kemudian masuk ke dalamnya.

"Sudah. Ayo cepat berangkat"

Edward yang menyadari mood Lyora yang buruk pun akhirnya mengangkat Lili yang masih terisak diperutnya untuk masuk dan duduk diatas pangkuannya. Dan tak lama mobil kembali dilajukan menuju sekolah Lili oleh supir Edward.

"Kenapa sayang?" Tanya Edward sambil membelai-belai lembut kepala putrinya.

"Mommy marahin Lili" Jawab anak itu sesegukan.

Sedangkan Lyora hanya memutar bola matanya malas melihat Lili yang memulai sikap dramanya. Ia membiarkan saja bocah itu menceritakan semuanya pada ayahnya.

"Terus Mommy pakein lagi bajunya. Tapi Mommy pakenya cepet-cepet. Mata Lili kecolok bajunya. Sakit" Diujung kalimat itu bocah itu mulai kembali mengeluarkan air matanya.

Blame The Cupid [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang