AZ || DUA LIMA

48.6K 3.6K 157
                                        

Keesokannya karena hari ini adalah hari libur, jadi Azello pergi ke sebuah pet shelter dengan ojek online. Tadi dia mengendap-endap agar bisa keluar karena dia malas jika harus diantar supir.

Sampai disana rasanya tak ada yang menarik. Dia tidak ingin membeli apapun.

Kemudian Azello berjalan kaki tanpa arah, lalu melewati sebuah jalan yang nampak sepi.

Tiba-tiba sebuah mobil bak terbuka lewat, tapi mobil itu terlihat oleng.

Ckitttt

Mobil itu mengerem mendadak, tepat berhenti di depannya menabrak pinggiran trotoar.

"Untung nyawa gue selamet," kata Azello mengelus dadanya. Beruntung asmanya tidak kumat lagi.

Pintu mobil bak itu terbuka, seorang pria paruh baya keluar dari sana dengan handuk di lehernya.

"Adek nggak papa? Maaf dek, hampir aja nabrak. Ban bapak bocor jadi oleng mobilnya."

"Nggak papa Pak, aman kok."

Kwek kwek kwek

Suara itu mengalihkan perhatian Azello.

Penasaran, dia melihat darimana asal suara itu. Ternyata mobil bak terbuka itu mengangkut banyak bebek. Bebek-bebek itu berwarna coklat.

Namun dari sekian banyak bebek, anehnya ada satu yang berwarna putih.

"Pak, yang putih itu bebek?" tanya Azello pada bapak yang tengah meratapi ban mobilnya yang bocor.

Bapak itu ikut melihat arah tunjukan Azello.

"Loh, kok ada angsa? Wah kayaknya mah dia nggak sengaja kebawa."

Bak sebuah lampu yang muncul di atas kepala. "Boleh dibeli Pak angsanya?"

"Hah? Beli?"

Azello mengangguk yakin. "Iya, kalau boleh."

"Bapak kasih aja, hitung-hitung permintaan maaf."

"Beneran?" Azello berbinar mendengarnya.

Bapak itu mengangguk, lalu mengambil angsa putih itu dari kandang dan dia berika ke Azello.

"Jangan pegang lehernya atuh, gini caranya," ucap si bapak memperagakan, hampir saja dia melihat pembunuhan di pagi hari seperti ini.

Azello membenarkan posisinya menggendong angsa itu.

Bapak tadi melihat Azello setengah tidak yakin karena anak ini ingin memelihara angsa. Ada-ada saja memang.

Ngok ngok ngok

"Makasih Pak angsanya."

Bapak itu mengangguk. Lagi-lagi dia dibuat terkejut karena Azello yang mengeluarkan sebuah tali harness dan memasangkannya di tubuh si angsa. Ia menggaruk lehernya, ternyata anak ini sudah mempersiapkannya dengan matang. Baru saja tadi dia bertanya bagaimana membawa angsa itu pulang ke rumah anak itu.

"Sama-sama," lirih si bapak dengan menatap angsa itu kasihan karena berpikir jika umur si angsa tak akan lama.

Azello pamit, meninggalkan bapak itu yang masih pusing dengan keadaan bannya. Lebih tepatnya tambah pening karena melihat kelakuan Azello yang berjalan dengan angsanya, bak berjalan bersama anjingnya.

Untung saja rumah Azello sudah dekat, jadi tak perlu susah mencari ojek.

"Astaga Den, Bibi cariin kemana-kemana."

"Tadi cuma mau beli hewan Bi, ini udah dapet."

Bi Jeni lalu melabuhkan pandangannya ke bawah, mulutnya reflek membuka.

AZELLO [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang