Vote dulu dongsss ❤🔥
~~~
"Papa jangan apa-apain Sob!"
Azello sejak tadi gelisah karena Gillion dengan kejamnya mengeluarkan Sob dan melempar hewan kesayangannya keluar kamar. Untung saja Sob punya sayap, jadi setidaknya tidak sakit-sakit amat.
"Tadinya Papa akan memberikanmu kejutan, tapi tidak jadi."
"Papa jadi orang jangan PHP. Jangan buat Aze penasaran..." rengek Azello. Dia mengguncangkan lengan papanya.
"Kamu harus berjanji, jangan mengulangi lagi."
"Janji."
"Jangan melanggar, selama ini Papa tidak pernah memberikanmu hukuman, tapi tidak untuk lain kali, mengerti?"
"Hu um."
Gillion memang lemah jika dihadapkan pada Azello. Entah kemana sifat tegasnya menghilang. Untung saja Azello juga tak demam karena kejadian tadi.
"Papa akan mengawasimu."
"Mana kejutannya?"
Gillion mengajak Azello turun, mereka menuju ke halaman belakang. Azello pun dibuat semakin penasaran. Azello melirik kandang Sob, hewannya itu tengah tertidur.
"Ini, tarik saja kainnya."
Azello menarik kain penutup yang dimaksud Gillion.
"Bagaimana?" tanya Gillion.
"Li-lion?"
"Sekarang dia milikmu."
Kandang besi itu berisi seekor singa kecil yang terlihat sangat jinak.
"Lucu banget!" ucap Azello kegirangan. Dia mendekati singa kecil itu. Tak menyangka papanya akan benar-benar memberikannya singa, ya walaupun yang sebenarnya dia inginkan adalah singa dewasa yang garang.
"Dia jantan, beri dia nama."
Azello terlihat berpikir sambil menatap singa itu.
"Papa ada saran?"
"Bagaimana jika Leo atau Simba?"
"Hm bagus sih, bentar Aze mikir dulu."
Azello duduk di rerumputan tepat di depan kandang singanya.
Singa yang tadinya sibuk sendiri mendekati Azello, seakan menyambut pemilik barunya.
Azello memegang tralis besi itu. Tangan singa itu seperti ingin meraih tangan Azello.
Gillion masih setia mengawasi anaknya, sungguh pemandangan yang manis. Dia sengaja memerintahkan anak buahnya memilih singa yang paling jinak, jadi tidak perlu ada yang dikhawatirkan, tapi jelas harus tetap diawasi. Ia bahkan sudah merekrut orang untuk mengurusi anak kucing besar itu.
Satu menit, dua menit. Azello mengamati tingkah singa barunya. "Kita salaman dulu, nah sekarang kita resmi jadi sobat." Azello menyalami tangan sang singa. Tangannya jadi terlihat kecil.
"Aze tau Pa, siapa namanya sekarang."
"Siapa?" Gillion menghentikan tangannya yang mengusak rambut sang anak.
"Namanya Lion."
"Apa?" Pria itu memastikan pendengarannya tak salah. Sudah terlihat susah payah berpikir, ujung-ujungnya, ah sudahlah.
"Namanya Lion Papaaa, panggilannya Lili."
Baiklah, ternyata Lion lebih baik dibanding Lili. Gillion tak habis pikir.
"Lili? Tapi dia jantan, Prince." Gillion mengingatkan, siapa tahu Azello memang lupa.
"Hah? Oh iya, yaudah Leon, panggilannya Lele."
KAMU SEDANG MEMBACA
AZELLO [END]
Teen Fiction"Woy, Kuning!" Duagh "Manggil gitu lagi, gue galiin kubur lo!" Pemuda bar-bar bernama Azello itu sungguh tak bisa diajak bercanda. Senggol sedikit langsung bacok. Tapi itu candaan yang menyebalkan, enak saja rambutnya ini blonde you know! Bukan kuni...
![AZELLO [END]](https://img.wattpad.com/cover/354235123-64-k629878.jpg)