Happy reading teman-teman♡
—————–—————–
10 Oktober merupakan hari Kesehatan Mental. Yang di mama generasi sekarang sangat riskan mengalami gangguan pada mentalnya, seperti depresi, stress, panick attack dan lainnya yang kemungkinan menganggu aktivitasnya. Adanya faktor yang menyebabkan hal tersebut, entah dari keluarga, lingkungan, circle pertemanannya bahkan sosial media juga bisa menyebabkan hal itu.
Pada siang hari ini, OSIS dan MPK beserta volunter menjalankan kegiatan Kesehatan Mental, ini merupakan sebuah gerakan untuk memberi dukungan kepada kalangan remaja hingga orang dewasa. Dan kali ini, mereka akan menyebar pada beberapa universitas, berlandaskan berita yang marak mengenai mahasiswa yang memilih untuk mengakhiri diri akibat depresi mereka pun memprioritaskan kakak-kakak mahasiswa.
"Yang mau nebengin gue angkat tangan!" ucap Adysha dengan lantang saat mereka berkumpul dan sudah berada di motor masing-masing, kebetulan Adysha tidak membawa kendaraan pribadi.
Yang belum berangkat hanya timnya saja karena menunggu sang ketua yang masih berurusan dengan pihak sekolah, sedangakan tim lain telah menyebar sejak 20 menit lalu.
"Gue!" Beberapa mengangkat tangan, dari laki-laki maupun perempuan yang joknya kosong.
"Hmmzz, banyak banget yang rebutin gue," ujar Adysha tersenyum malu.
"Jijay deh lo," cibir Vivi bergidik geli. "Cepetan lo pilih mau sama siapa."
"Sama gue aja," celetuk Zaidan yang baru saja memberhentikan motornya di depan Adysha.
"Waduh, waduh, ketua nawarin langsung." Gistara menutup mulutnya menahan tawa.
"Gak bakal nolak sih gue." Adysha pun memasang helm kemudian langsung duduk di jok belakang Zaidan, terhalang ransel cowok itu sebagai pembatas. "Mau di peluk gak kak?" Ia bertanya.
"Gak jadi gue tebengin," sahut Zaidan mendelik sebal.
"Bercanda kak, bercanda," ujar Adysa tertawa pelan kemhdian memagang sisi ramsel Zaidan. "Ayo, udah siap gue."
Tim Zaidan pun mulai melaju meninggalkan sekolah, mereka langsung menuju tujuan pada salah satu universitas favorit di kota mereka. Mereka juga telah meminta izin pada satpam yang menjaga untuk berada di sekitar kawasan kampus.
Zaidan dan timnya parkir dengan rapi di area parkir FISIP, menuju siang hari ini banyak mahasiswa yang telah selesai kelas untuk makan siang di kantin. Tim Zaidan akan berkeliling membagaikan setangkai bunga dan coklat beserta surat berisi quotes penyemangat.
Tentu saja mereka menjadi perhatian para mahasiswa, apalagi mereka mengenakan seragam putih abu-abu yang semakin membuat mereka mencolok. Mereka pun berpencar dan akan kembali bertemu diparkiran.
Adysha mengikuti Zaidan, ia memberi peringatan dengan mata agar tidak memilih Zaidan sebagai patner. Adysha telah memegang setangkai bunga mawar dan coklat, mengedarkan pandangannya pada open space yang terlihat ramai.
"Cita-cita lo mau jadi konselor kan?" celetuk Zaidan tiba-tiba dan berbalik menghadap Adysha.
"Woi kak! Aba-aba dong kalau mau balik badan, hampir aja..." Adysha berdecak pelan, kalau ia tidak rem mendadak bisa-bisa ada kejadian tak terduga.
"Iya kan?" tanya Zaidan sekali lagi.
"Iyaa, betul. Gue mau jadi konselor, jadi sambil kuliah nanti gue harus bisa selesaiin masalah di diri gue baru bisa bantu orang lain," jawab Adysha dengan senyum tipisnya.
Zaidan mengangguk-anggukan kepala, kemudian ia berbalik lagi dan kembali berjalan mendahului Adysha.
"Terus, cita-cita lo apa kak?" tanya Adysha mengintip di balik badan Zaidan
KAMU SEDANG MEMBACA
Coldest Prince [Terbit]
Ficção AdolescenteFollow dulu sebelum baca ! [ Sekuel- Jodoh Dari Allah ] Ini tentang Zaidan, ketua MPK yang paling disegani dan disukai oleh para guru. Dengan julukan Pangeran dingin karena wajah dan sifat dinginnya. Laki-laki yang sangat menghindari kontak fisik de...
![Coldest Prince [Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/231936401-64-k686424.jpg)