Coldest Prince || 17

20.8K 2.7K 163
                                        

Alhamdulillah, update kembali <3

Jangan lupa vote dan comment !!

Kasih emoticon 🤍🤍 kalian !!

Happy Reading ♡
.
.
.
.
.
.


Zaidan memijat pelipisnya, menoleh pada Alby dan Daylon yang tengah bermain game. Sekarang mereka sedang berada diruang Mpk, bukan sedang bersantai-santai tetapi Zaidan ingin membicarakan sesuatu dengan 2 cecunguk ini dan juga Sadewa.

"Dan, sebenarnya mau ngapain sih?! Gue bosen, mau nonton futsal cewe di lapangan," ujar Alby kesal tanpa mengalihkan fokusnya pada ponselnya.

"By, anjim! Lo imposter ye, ngaku!" Daylon berteriak.

"Tuduh teross!"

Zaidan mendengus pelan. "Hal penting, tentang sekolah dan masalah kita."

"Hah? Masalah apaan?" Tanya Daylon bingung.

Zaidan tak menjawab, hingga Sadewa masuk ke dalam ruangan dengan Ravel. Menarik kursi dan duduk di depannya.

"Kenapa Dan?" Tanya Sadewa to the point.

"Tim Keamanan kinerjanya gimana? Gue belum liat dari kemarin," ujar Zaidan.

"Ya gitu Dan, yang gue liat pada gak serius. Tugas dia jaga keamanan malah lari bantuin tugas panitia lain," jawab Ravel dengan hembusan nafas.

"Udah gue duga," kata Zaidan. Ia menyilangkan tangannya di depan dada. "Kemarin, anak sekolah lain masuk ke kawasan kita."

Mereka semua serempak menatap Zaidan, Alby dan Daylon langsung mematikan ponselnya dan menatap serius.

"Beneran Dan?" Tanya Alby memastikan.

Zaidan mengangguk. "Anak cowo pakai seragam gak rapi, headband hitam di kepala. Siapa yang pernah kayak gitu disekolah?"

Mereka menggeleng tidak tahu. Tentu saja, sekolah mereka sangat ketat dengan peraturan, bahkan siswa nakal pun tidak berani melanggar.

"Lo liat sendiri?" Tanya Ravel.

"Zalena yang liat. Dia nanya gue kemarin," sahut Zaidan.

"Ravel.. Ravell." Suara dari talkie walkie di tangan Ravel berbunyi.

Ia menekan tombol di sana. "Kenapa?"

"Anak sekolah lain masuk kawasan kita, lewat tembok belakang."

Damn! Mereka semua terkejut, Zaidan sudah menduga ini. Terbukti kan ucapannya, ia merasa ada hal besar yang akan terjadi disekolahnya nanti.

"Jaga sekeliling sekolah, pastiin mereka gak masuk lagi," kata Ravel.

"Anjim! Anak sekolah mana sih?" Alby tiba-tiba merasa kesal.

"Lo berdua balik aja urus lomba," titah Zaidan pada Sadewa dan Ravel.

"Okey, kita keluar dulu." Sadewa dan Ravel berjalan keluar dari ruangan menyisakan Zaidan, Alby dan Daylon.

"Lon, lo tau kan dia anak buah siapa?" Tanya Zaidan menatap Daylon yang sedari tadi belum membuka suaranya.

Daylon mengangguk. "Udah lama kita gak ketemu dia."

"Siapa woi?" Tanya Alby penasaran.

"Kalbiru."

■ ■ ■ ■ ■ ■

Adysha sudah bersiap dipinggir lapangan dengan seragam futsalnya, ia menoleh pada anggota timnya yang sedang melakukan pemanasan. Ya, hari ini giliran futsal cewe setelah 2 hari kemarin futsal cowo.

Coldest Prince [Terbit]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang