Sesuai janji aku double update <3
Siapkan hati kalian untuk chap ini kawan-kawan.
Jangan lupa vote dan comment 😼❗
Siap comment setiap paragraf nya?
Happy Reading ♡♡
.
.
.
.
.
.
.
"Perpisahan kita untuk awal kisah yang baru di masa depan."
Sekarang sudah hari ketiga Zaidan sakit. Dengan terpaksa dan berat hati, Zaidan izin sekolah dan tak mengikuti pelajaran. Namun, Zaidan tetap meminta catatan pada teman kelasnya. Jika minta pada Alby dan Daylon tidak bakal ada.
Demamnya sudah turun, rasa pusingnya pun berkurang. Nafsu makannya sudah kembali seperti awal, tinggal pemulihan.
Zaidan berjalan lesu menuruni tangga rumah menuju lantai bawah, melangkah ke ruang tengah untuk menonton televisi untuk membunuh rasa bosannya. Sekarang sudah jam empat sore, Zaidan menatap pintu utama rumah. Biasanya jam segini Adysha sudah datang untuk belajar mengaji.
"Hayo, nungguin siapa?" tegur Genna seraya duduk disamping Zaidan mengejutkan anak laki-lakinya itu.
Zaidan tersentak lantas menoleh pada Genna. "Gak ada umma."
"Nunggu calon istri?" tanya Genna tersenyum jahil.
"Ummaa..." Zaidan mendengus pelan. Selama dirumah ia terus digoda karena penyebutan calon istri waktu itu. Tentu saja Gevan yang membeberkannya pada Genna dan Zalena.
"Hahaha, iya iya." Genna mengusap kepala Zaidan lembut. "Ngigau atau secara sadar nyebut calon istrinya?" Genna semakin menggoda sang anak.
"Ngigau," jawab Zaidan berdecak pelan, kemudian merebahkan tubuhnya menjadikan paha Genna sebagai bantal.
Genna tertawa lucu, mencubit hidung Zaidan gemas. "Kamu udah masuk di tahap dewasa. Umma percaya, kamu pasti tau kan harus ngapain?" ujar Genna membelai wajah Zaidan.
Zaidan memejamkan matanya dengan anggukan kepala. "Iya umma. Zaidan cari waktunya dulu."
"Masih lemes banget?" tanya Genna mengubah topik.
"Sedikit. Paling besok udah sehat," jawab Zaidan.
"Yakin sehat?" Genna menaikkan kedua alisnya.
"Huum. Insyaallah," jawab Zaidan.
Suasana pun hening, Zaidan menikmati usapan dikepalanya sedangkan Genna memfokuskan diri menonton televisi. Zaidan membuka matanya, hendak menanyakan sesuatu namun ragu.
"Umma," panggil Zaidan.
"Iya, kenapa?" Genna menunduk—menatap sang anak.
"Zalena mana?" tanya Zaidan karena baru menyadari ketidak keberadaan sang adik.
"Di kamar paling. Baca novel," balas Genna. Ia memperhatikan wajah Zaidan yang terlihat hendak bertanya lagi namun ragu. "Mau tanya apa?" Genna tersenyum mengusak rambut Zaidan.
"Adysha gak ke sini?" tanya Zaidan berdeham, melarikan pandangannya ke arah lain.
"Adysha?" Genna meloloskan tawanya, mencubit gemas pipi Zaidan. "Hari ini libur, besok baru ke sini lagi," paparnya.
"Ohh, libur.." Zaidan manggut-manggut, mengulum bibirnya merasa malu.
"Adysha tambah cantik ya pakai hijab. Seneng umma liatnya, vibesnya makin ceria," cetus Genna tiba-tiba.
KAMU SEDANG MEMBACA
Coldest Prince [Terbit]
Teen FictionFollow dulu sebelum baca ! [ Sekuel- Jodoh Dari Allah ] Ini tentang Zaidan, ketua MPK yang paling disegani dan disukai oleh para guru. Dengan julukan Pangeran dingin karena wajah dan sifat dinginnya. Laki-laki yang sangat menghindari kontak fisik de...
![Coldest Prince [Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/231936401-64-k686424.jpg)