Extra Part : Z & A | 0.1

35K 3.3K 1.7K
                                        

Extra Part kembali! Maaf agak lama karena aku susah cari waktu :((

Siap untuk Extra part terakhir?

Kalo kalian masuk dalam cerita ini, tokoh siapa yang mau kalian peranin?

Jangan lupa vote dan comment! Harus rame kayak part sebelumnya-!

Happy Reading♡♡♡
.
.
.
.
.

04. Kebahagiaan
——————————

"Kehadiran kalian adalah kebahagiaan yang tidak bisa di tukar dan di gantikan dengan apapun."

Zaidan dan Adysha memandang penuh kerinduan pada bangunan yang ada di hadapannya. Mereka sedang berada di SMA Perdana, sekolah mereka dulu. Zaidan dan Adysha serempak memakai seragam sekolah, Zaidan juga melapisi seragam putih abu-abunya dengan almamater MPK. Hari ini mereka akan melakukan pemotretan karena kemarin tidak ada foto prewedding.

Zaidan dan Adysha memandang satu sama lain dengan senyum lebar, kemudian melangkah masuk ke dalam sekolah yang tentunya masih ramai karena masih jam sekolah. Zaidan dan Adysha masing-masing membawa beberapa buah paperbag sebagai buah tangan untuk guru-guru mereka.

Semua mata tertuju pada Zaidan dan Adysha, tentu saja mereka merasa aneh dengan kehadiran Zaidan dan Adysha di jam siang seperti ini. Zaidan dan Adysha berjalan menuju ruang guru untuk silahturahmi terlebih dahulu dan untuk izin pemotretan sudah Zaidan lakukan dua hari yang lalu.

"Assalamu'alaikum," ucap Zaidan dan Adysha sembari masuk ke dalam.

Hanya ada beberapa guru karena sebagian mengajar. Mereka serempak menoleh, dengan wajah bingung—berusaha mengenali.

"Wa'alaikumsalam," jawab mereka.

"Ya Allah! Zaidan ya?!" Bu Rea berdiri dengan wajah terkejut.

Zaidan mengangguk kecil dengan senyum tipis, kemudian melangkah menghampiri guru-guru mereka. Zaidan dan Adysha meletakkan paperbag yang mereka bawa ke atas meja lalu menyalami guru mereka satu-persatu.

"Ya Allah, lama banget gak liat kamu jadi pangling ibu," ujar bu Rea lagi terkekeh.

"Oh!" Pak Hans menjetikkan jarinya beberapa saat setelah memandangi Zaidan. "Ini Zaidan yang pinter matematika itu kan? Yang sering ikut olimpiade?"

"Iya pak," jawab Zaidan meringis malu karena di puji.

"Ya tuhan! Tambah ganteng gini!" puji pak Hans lalu menatap penampilan Zaidan dan Adysha dari atas ke bawah. "Kalian masih cocok jadi murid SMA," seloroh pak Hans

Zaidan dan Adysha terkekeh menanggapi selorohan pak Hans.

"Loh? Zaidan, Adysha?!" Bu Wenda yang baru saja keluar dari ruang dapur menatap mereka terkejut, lantas menghampiri mereka dengan terburu-buru.

"Ya Allah, ini beneran Zaidan sama Adysha?" Bu Wenda tampak tak percaya. Mereka terkekeh kecil sembari menyalimi tangan bu Wenda.

"Iya, ini Adysha bu. Adysha yang suka bolos dulu," ujar Adysha.

"Masyallah, berubah banget ya sekarang!" Bu Wenda tertawa pelan. "Kalian berdua udah nikah?" tanya bu Wenda melirik tautan tangan Zaidan dan Adysha.

Coldest Prince [Terbit]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang