Coldest Prince || 18

20.8K 2.6K 168
                                        

Update kembali !!

Jangan lupa vote dan comment !!

Absen asal kota kalian !!

Happy Reading ♡♡
.
.
.
.
.
.

Pagi-pagi sekali, SMA Perdana sudah heboh dan berisik dengan siswa-siswi yang sibuk mendekorasi stand masing-masing. Setelah empat hari kemarin yang hanya diisi dengan lomba futsal dan basket, di selesaiakan dengan tuntas.

Dan hari ini, acara puncak akan segera tiba. Dengan acara Music school yang di perlombakan, beberapa grup musik sudah tampil sore kemarin karena kemungkinan tidak akan selesai dalam satu hari.

Zaidan beserta panitia lain juga sibuk mempersiapkan semuanya, jika acara ini berhasil usaha dana tenaga mereka akan terbayar dengan kepuasan.

Baju yang mereka pakai sekarang beragam warna dan juga dengan model yang berbeda-beda. Ada yang hoodie, kaos biasa, dan juga kemeja. Itu hanya untuk siswa-siswi sedangkan Mpk dan Osis memakai baju lapangan berwarna maroon berlambang Osis atau Mpk di sisi lengan kanan.

"Lon telon!" Panggil Alby yang sedang memasang spanduk kecil di bagian atas tenda stand.

"Apa?"

"Siapa first lope mu?"

Daylon tampak berfikir. "Eumm, Santi," balas nya sambil menatap Santi yang salah tingkah di ujung sana.

Mereka tergelak, menyoraki Alby dan Daylon. Selesai dengan pekerjaannya, Alby membantu para cewe menata makanan dan minuman ke atas meja. Sedangkan Daylon membantu mengangkat meja dan kursi menyusunnya di samping stand karena tema mereka caffe.

"Akhirnya selesai!!" Pekik Rora merenggangkan kedua tangannya keatas.

"Biasa aja kali, lebay amat," cibir Alby.

"Suka-suka gue lah!"

"Ribut mulu, sehari aja akur gak bisa hah?" Kata Ubay.

"Gak bisa, Alby tuh ngeselin," sahut Rora.

"Dih, dasar kaleng rombeng!"

Tak!

Sebuah sendok melayang tepat mengenai kepala Alby. "Yes! Tepat sasaran!" Seru Rora.

Alby meringis sakit, menatap Rorsa sinis. "Kurang aja lo Ra!"

Alby menghampiri Rora, mengangkat tubuh gadis itu seperti karung beras.

"ALBY LO MAU NGAPAIN GUE!! TURUNIN!!!" Rora berteriak histeris memukul punggung Alby.

"Alby turunin Rora," titah Cathline memukul lengan Alby.

"Alby jangan bikin ulah sama Rora, turunin gak!" Imbuh Retta.

"Bodo amat!" Alby melangkahkan kakinya menjauhi stand.

"Woi Alby! Mau di apain anak orang!" Teriak Daylon.

"Anjir, Alby lo jangan macem-macem!" Bastian ikut berteriak.

"Kejar woi, bisa gawat kalo Alby itu kayak gitu," ucap Ubay.

Baru saja hendak melangkahkan kaki, suara Zaidan menghentikan mereka.

"Mau kemana?" Tanya Zaidan heran.

"Itu si Alby nyulik Rora, bisa gawat kalo mereka berantem," jelas Ubay.

Zaidan mengerutkan keningnya tak paham. "Hah?"

"Argh, pokoknya gawat deh! Lo ikut Dan!"

Daylon menarik lengan Zaidan agar mengikuti mereka mencari keberadaan Alby dan Rora. Demi apa pun, jika Alby sudah marah besar ia tidak terkendali.

Coldest Prince [Terbit]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang