Coldest Prince || 4

42.9K 4.8K 210
                                        

Vote comment harus !!!

Jangan siders :( !!

150 vote + 60 comment aku lanjut.

[ Play song  🎵 ]

.
.
.
.
.

Zaidan menyetel senar gitarnya diruang musik, sembari menunggu acaranya dimulai. Hari ini, ia kembali menunjukkan bakatnya bersama Zalena. Beberapa hari berlatih, ia mendapat hasil yang cukup memuaskan.

"Bang Zai! Ayok acara udah mulai,"

Zaidan mengangguk, ia membawa gitarnya lalu berjalan menghampiri sang adik yang menunggu didepan pintu.

"Ayok!"

Zaidan merangkul sang adik berjalan menuju lapangan utama. "Gugup?" Tanyanya.

"Sedikit," Cicit Zalena. "Oh ya, abang gak ikut ngawasin sama anggota MPK yang lain?"

Zaidan menggeleng pelan. "Abang serahin kewakil, abang sambil ngawasin juga."

"Ih! Enak banget," Cibir Zalena. "Zalen jadi pengen ikut organisasi."

"Gak." Tolak Zaidan.

Zalena mendongakkan kepalanya menatap sang abang dengan sebal. "Kenapa enggak?!"

"Cewe mageran kayak kamu cuman jadi beban organisasi." Jawab Zaidan santai.

Zalena mencubit lengan Zaidan sedikit kencang. "Ngeselin banget sih! Zalen aduin umma!"

"Ngaduan." Cibir Zaidan dengan kekehan kecil.

Zaidan dan Zalena sampai dilapangan utama, mereka menjadi pusat perhatian warga sekolah sekarang lebih tepatnya pada pangeran SMA Perdana, yang tak lain adalah Zaidan.

Zaidan berusaha mengabaikan tatapan mereka, memasag raut wajah datar dengan tatapan dingin. Ia menarik Zalena agar duduk dibagian depan.

"Widih, pak ustadz sama bidadari surga gue cakep bener. Gak sabar pengen halalin." Suara Alby mengintrupsi pendengarannya, ia menoleh kekanan mendapati Alby, Daylon dan Kenta yang sudah duduk manis ditempatnya.

"Njir! Selama ini lo gay By?! Gak nyangka gue lo mau halalin Zaidan, inget dosa By!" Sahut Daylon sembari berdecak.

"Yakali! Zalena yang gue halalin bego!" Sungut Alby geram.

"Bang kalian berisik!" Celetuk Kenta yang sedari tadi hanya berdiam diri.

"Diem aja lo bocah!" Balas Alby ngegas.

Zaidan menghembuskan nafasnya, menatap tajam Alby agar mengunci mulutnya. Alby menyengir lebar dengan dua jarinya yang terangkat. "Selow Dan, gue kunci nih mulut."

"Assalamu'alakum! Selamat pagi teman-teman!" Suara pembawa acara sudah terdengar, mereka semua mengalihkan atensinya pada panggung didepan.

"Kok gak ada yang jawab salam?! Sekali lagi, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh!"

"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh!" Dengan serempak seluruh warga sekolah menjawab salam dengan semangat.

"Nah gitu dong, semangat. Seperti tahun-tahun sebelumnya agenda kita hari ini menampilkan bakat yang kalian punya. Jangan malu-malu, kita mengapresiasi semua bakat! Tanpa banyak basa-basi langsung saja kita kepenampilan pertama, coba tebak siapa?!" Ujar sang pembawa acara dengan panjang lebar diakhiri dengan kalimat pertanyaan yang membuat mereka menebak.

Coldest Prince [Terbit]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang