Vote dulu readers ♡
220 vote + 150 comment aku lanjut, Comment spam! Guys !
1400++ word !! Gak Vote dan Comment keterlaluan 😡
Absen dulu lah, kalian baca ini waktu pagi, siang, sore atau malam??
.
.
.
.
.
.
.
Zaidan mengernyitkan keningnya, menatap Zalena yang sedang berjalan bersama dengan Adysha menuju ke arahnya. Dari sana Adysha terlihat senyam-senyum kearahnya membuat ngeri saja.
"Bang Zai, udah nunggu lama?" tanya Zalena setelah berdiri dihadapannya.
Zaidan menggeleng pelan, ia melirik Adysha yang kini tersenyum padanya, "Black list ngapain sama kamu?"
"Black list?" beo Zalena dan Adysha bersamaan.
Zalena meneouk keningnya, "YaAllah bang namanya Adysha bukan black list!" ujar Zalena saat menyadari siapa yang dimaksud abangnya ini.
Adysha menggeram kesal, tangannya terkepal kuat ingin menonjok wajah Zaidan, "Dasar ketua MPK ngeselin! Sembarangan banget ganti-ganti nama orang!"
Mentang-mentang namanya masuk dalam buku black list BK, dengan seenaknya memanggil ia dengan sebutan itu.
Zaidan menghendikkan bahunya acuh, "Nama lo gak penting untuk diingat,"
"Nama lo juga gak penting untuk diingat!" balas Adysha tak mau kalah.
"Ihh, kenapa jadi berantem?!" Zalena menengahi perdebatan Zaidan dan Adysha, "Ayok pulang! Nanti ke sorean," ujarnya seraya menarik lengan Zaidan dan Adysha.
Adysha menatap sinis pada Zaidan, sabarr Adysha sabar, perlu waktu buat luluhin si manusia kaku ini.
Zalena memasang helmet lalu menyalakan mesin motornya, ia melirik Zaidan dan Zalena yang berada dibelakang dari kaca spion. Ia berdecih pelan melihat Zaidan yang hanya menunjukkan sikap hangatnya pada sang adik.
Suatu saat lo bakal kayak gitu ke gue.
"Adysha ayok! Nanti ketinggalan."
Adysha mengangguk, ia segera melajukan motornya mengikuti Zaidan dan Zalena dibelakang. Kali ini kesabarannya diuji kembali oleh Zaidan, ia mengumpat habis-habisan dalam hati.
Zaidan seperti sengaja melajukan motornya begitu cepat, menyelap-nyelip mobil didepan membuat Adysha kewalahan mengimbangi kecepatan.
"Ketua MPK sialan! Jangan ngebut dong bawa motornya, gue gak bisa ngimbangin!" ketus Adysha setelah berhenti dilampu merah.
Zaidan menolehkan kepalanya dengan raut datar, "Oh."
Adysha menghela nafasnya sembari memejamkan matanya, berusaha menahan amarahnya.
"Len, ngapain Black list ngikutin?" tanya Zaidan melirik Zalena melalui spionnya.
Zalena mendekatkan kepalanya sedikit, "Namanya Adysha bang bukan black list!" Ujarnya seraya memukul punggung Zaidan kesal, "Mau ngerjakan tugas bareng, jangan ngebut bawa motornya. Zalen aduin umma nanti!"
Zaidan meringis pelan dengan decakan, ia menatap deretan lampu berwarna merah, kuning dan hijau diatas sana. Kenapa lama sekali? Matahari sore ini begitu menyengat, sangat panas.
Ia melirik Adysha disampingnya, tangan kirinya sibuk menurunkan rok ketatnya yang terus terangkat. Sudah tau pendek dan ketat masih dipakai.
Zaidan melepas jaket miliknya, meletakkannya diatas bagian depan motor Adysha, "Pakai, tutupin paha lo."
KAMU SEDANG MEMBACA
Coldest Prince [Terbit]
Fiksi RemajaFollow dulu sebelum baca ! [ Sekuel- Jodoh Dari Allah ] Ini tentang Zaidan, ketua MPK yang paling disegani dan disukai oleh para guru. Dengan julukan Pangeran dingin karena wajah dan sifat dinginnya. Laki-laki yang sangat menghindari kontak fisik de...
![Coldest Prince [Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/231936401-64-k686424.jpg)