Follow dulu sebelum baca !
[ Sekuel- Jodoh Dari Allah ]
Ini tentang Zaidan, ketua MPK yang paling disegani dan disukai oleh para guru. Dengan julukan Pangeran dingin karena wajah dan sifat dinginnya. Laki-laki yang sangat menghindari kontak fisik de...
Jangan lupa vote dan comment!! Ramaikan part ini ❗❗
Happy reading ♡
. . . . . . . .
"Telah jatuh hati namun di buat kecewa." — Arazka Zaidan Amir.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
Ini hari ke empat ujian, semua berjalan lancar dan begitu tenang namun Mouren datang tiba-tiba dan menyeret dirinya. Adysha mendengus jengkel lengannya terasa sakit karena Mouren yang menarik kasar, entah hendak membawanya ke mana. Adysha menoleh ke kanan dan kirinya, keadaan sekolah sudah terlihat sepi karena sekarang sudah waktu pulang setelah ujian.
Mouren menghempas lengan Adysha—bersedekap dada menatap Adysha di depannya.
"Gue masih gak terima ya Dysh ngerendahin gue waktu itu! Lo pikir lo siapa hah?!" bentak Mouren wajahnya terlihat memerah karena marah.
"Gue ngerendahin lo?" Adysha terkekeh. "Gue cuman ngucapin apa yang ada di pikirin gue bukan ngerendahin lo."
"Sama aja! Lagian lo terlalu percaya diri, sok cantik, lo pikir dengan tingkah lo yang selalu deketin kak Zaidan dia bakal luluh gitu? Jangan mimpi!" ujar Mouren tersenyum sinis.
Adysha berdecih, menatap Mouten dengan tajam. "Terus kalau lo yang deketin kak Zaidan bakal luluh juga gitu sama lo? Jangan mimpi," tekan Adysha.
"Lo jilat ludah sendiri ya, enak gak?" Mouren bertepuk tangan kecil menertawakan Adysha. "Katanya gak suka, sekarang malah kayak orang gila buat dapetin hati kak Zaidan.
Adysha mengepalkan tangannya kuat, semakin tajam menatap Mouren.
"Inget Dysh, kak Zaidan itu bahan Dare kita. Bahkan lo kalah buat naklukin kak Zaidan dalam satu bulan. Lo gak ada rasa bersalah gitu karena kak Zaidan jadi bahan kita?" Kata Mouren dengan senyum miringnya.
"Itu udah lewat jangan lo ungkit!" peringat Adysha dingin.
Mouren manggut-manggut mengusap dagunya. "Gimana reaksi kak Zaidan kalau tau dia cuman jadi bahan Dare kita? Kayaknya bakal seru kalau ngeliat reaksinya," kata Mouren tertawa membayangkan reaksi Zaidan.
"Jangan coba-coba! Gue udah sejauh ini, gue gak bakal ngelepasin kak Zaidan!"
"Haha, jadi lo beneran jatuh cinta? Lo beneran jatuh dalam pesona kak Zaidan?"