Vote terlebih dahulu readers ku :3
200 vote + 90 comment lanjut ! Spam !
Absen dulu, aku mau tau kalian dari daerah mana aja?
.
.
.
.
.
.
.
Adysha menarik nafasnya dalam, pagi ini ia terlambat karna tidak bisa tidur tadi malam memikirkan Dare yang harus jalani. Ia berjalan santai menuju lapangan dimana para murid sudah berbaris rapi melaksanakan apel pagi.
Ia berhenti dibagian samping barisan kelas 10, ikut hormat saat penaikkan bendera. Matanya melirik Zaidan dan Ravel yang sedang berada diarea belakang barisan kelas 11.
Adysha berjalan sedikit demi sedikit untuk mendekati Zaidan, ia merunduk agar tidak terlihat oleh pak Cakro yang sedang mengawasi di depan sana.
"Dan, tuh ada yang pindah-pindah." Ravel menyenggol lengan Zaidan dagunya menunjuk orang dimaksud.
Zaidan menatap datar, ternyata Adysha siswi yang kini sudah masuk list buku hitam. "Hmm,"
"Dan, kayaknya dia mau nyamperin kita." Ravel beujar lagi, Zaidan berdecak pelan menoleh pada Adysha yang kini tersenyum tepat disampingnya.
"Pagi kak Zaidan!" sapanya ramah, dalam hati mengumpat karna harus bersikap manis.
"Hmm," balas Zaidan dengan dehaman.
Ravel mendekat pada Zaidan, merasa aneh dengan tingkah Adysha. "Kesambet apa tuh dekel, perasaan kemaren ngomong kasar sama lo," bisiknya.
Zaidan menghendikan bahunya acuh, enggan menanggapi matanya fokus pada bendera merah putih yang kini sedang naik.
Adysha menarik nafasnya lagi. "Kak Zaidan nanti makan siang bareng mau?"
Zaidan diam, tak menjawab.
"Sama gue aja Dysh, Zaidan gak bakalan mau," Ravel menyahut dengan senyumnya.
"Gak!" Adysha menolah ketus, ia kembali menatap Zaidan. "Kak Zaidan mau kan?"
"Gak." balas Zaidan dingin. Adysha mendengus sebal, "Kok gak mau sih?!"
"Gak penting."
Ravel menahan tawanya, tidak ada yang bisa mendekati Zaidan. Bukan tidak bisa hanya sulit saja, "Udah gue bilang Zaidan gak bakalan mau."
Adysha mendengus kesal, ia harus memutar otak lagi mencari pertanyaan yang lebih berbobot dari pada ini.
"TEGAK GRAK!" Suara lantang dari pemimpin apel mengalihkan atensinya kembali, menurunkan tangannya yang tadi hormat.
"Pemimpin silahkan kembali ketempat," pak Cokro berucap mempersilahkan pemimpin kembali kebarisan. "Yang terlambat, cepat maju ke depan sini!"
Adysha menepuk keningnya, ia baru sadar jika dirinya terlambat dan sekarang malah berada disamping Zaidan. Perlahan melangkahkan kaki bermaksud kabur, sudah berbalik badan ternyata ranselnya ditarik.
"Gak bisa kabur," ujar Zaidan kemudian berjalan ke depan seraya menarik ransel beserta Adysha.
"Haduh! Bodoh," ia menggerutu pelan mengikuti langkah Zaidan.
Zaidan melepas tangannya dari ransel Adysha, dagunya menunjukkan barisan ditengah sana. "Besok kalau seragam lo masih gini gue jamin hukuman bertambah, masuk barisan."
Adysha mendelik sebal, ini seragam ter-nyaman yang ia pakai. "Dasar muka tembok!" ketus Adysha lalu memuju barisan ditengah lepangan.
Sabar Dysha, pokoknya lo harus bisa dapetin hati Zaidan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Coldest Prince [Terbit]
Fiksi RemajaFollow dulu sebelum baca ! [ Sekuel- Jodoh Dari Allah ] Ini tentang Zaidan, ketua MPK yang paling disegani dan disukai oleh para guru. Dengan julukan Pangeran dingin karena wajah dan sifat dinginnya. Laki-laki yang sangat menghindari kontak fisik de...
![Coldest Prince [Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/231936401-64-k686424.jpg)