Follow dulu sebelum baca !
[ Sekuel- Jodoh Dari Allah ]
Ini tentang Zaidan, ketua MPK yang paling disegani dan disukai oleh para guru. Dengan julukan Pangeran dingin karena wajah dan sifat dinginnya. Laki-laki yang sangat menghindari kontak fisik de...
"Karena kehilangan se-menyakitkan itu. Gue mohon, lo bertahan sedikit lagi, karena gue belum siap kehilangan."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Adysha gak masuk lagi?" tanya Zaidan sembari duduk disamping Zalena. Mereka sedang berada di kantin sekolah, mengisi perut di jam makan siang.
Zalena menggelengkan kepalanya lesu. "Udah tiga hari bang, Zalen jadi khawatir."
"Adysha masih perlu waktu sendiri. Gak mudah berada di posisi dia," sahut Kenta dengan helaan nafas.
Zalena mengangguk setuju. "Waktu di pemakaman aja Adysha sampe pingsan. Pas di rumah ngurung diri di kamar," ujar Zalena mengingat hari itu.
"Visi, foya! Misi, foya! Visi, misi habisin duit orang tua! Don't play play bosqueh!" lengkingan suara Alby menggema di kantin, menarik perhatian murid-murid yang sedang makan. Mereka sudah terbiasa dengan tingkah aneh Alby.
"Visi, foya. Misi foya. Visi, misi tunduk sama Rora," sahut Daylon mengejek.
"Jangan bawa-bawa Rora bosqueh. Rora is ratu dalam hati ku," ujar Alby sambil memegang dadanya.
"Bulol," cibir Daylon geleng-geleng kepala.
Alby dan Daylon pun menghampiri meja Zaidan. Meletakkan nampan masing-masing ke atas meja, kemudian duduk bersebelahan.
"Apa tuh bulol?" tanya Kenta yang mendengar tadi.
"Bucin tolol!" jawab Daylon melirik Alby menekan kata 'tolol'.
"Sembarangan! Gue bukan bulol," ujar Alby tak terima.
"Terus apaan?" tanya Daylon menaikkan sebelah alisnya.