Coldest Prince || 51

22K 2.7K 1K
                                        

Demi kalian, aku rela update cepet 😊🙏

Awas aja gak vote sama comment 😡

Siap buat baca dan comment di setiap paragraf?

Happy Reading ♡♡
.
.
.
.
.
.

"Karena kehilangan se-menyakitkan itu. Gue mohon, lo bertahan sedikit lagi, karena gue belum siap kehilangan."

"Adysha gak masuk lagi?" tanya Zaidan sembari duduk disamping Zalena

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Adysha gak masuk lagi?" tanya Zaidan sembari duduk disamping Zalena. Mereka sedang berada di kantin sekolah, mengisi perut di jam makan siang.

Zalena menggelengkan kepalanya lesu. "Udah tiga hari bang, Zalen jadi khawatir."

"Adysha masih perlu waktu sendiri. Gak mudah berada di posisi dia," sahut Kenta dengan helaan nafas.

Zalena mengangguk setuju. "Waktu di pemakaman aja Adysha sampe pingsan. Pas di rumah ngurung diri di kamar," ujar Zalena mengingat hari itu.

"Visi, foya! Misi, foya! Visi, misi habisin duit orang tua! Don't play play bosqueh!" lengkingan suara Alby menggema di kantin, menarik perhatian murid-murid yang sedang makan. Mereka sudah terbiasa dengan tingkah aneh Alby.

"Visi, foya. Misi foya. Visi, misi tunduk sama Rora," sahut Daylon mengejek.

"Jangan bawa-bawa Rora bosqueh. Rora is ratu dalam hati ku," ujar Alby sambil memegang dadanya.

"Bulol," cibir Daylon geleng-geleng kepala.

Alby dan Daylon pun menghampiri meja Zaidan. Meletakkan nampan masing-masing ke atas meja, kemudian duduk bersebelahan.

"Apa tuh bulol?" tanya Kenta yang mendengar tadi.

"Bucin tolol!" jawab Daylon melirik Alby menekan kata 'tolol'.

"Sembarangan! Gue bukan bulol," ujar Alby tak terima.

"Terus apaan?" tanya Daylon menaikkan sebelah alisnya.

"Buter," ucap Alby.

"Mentega?" sahut Zalena mengerutkan keningnya bingung.

"Itu butter!" Alby berdecak pelan. "Gue buter, bucin pinter!"

"Pinter jadi buaya maksudnya," imbuh Kenta menahan tawanya.

"Lo kira gue siluman!" Alby mendengus kasar merasa kesal.

"Siluman monyet," ujar Daylon dengan tawanya.

"Anjir, tidak berperi pertemanan," ujar Alby dengan wajah sedih di buat-buat.

"Kok formasinya kayak ada yang kurang ya," ucap Daylon mengusap dagunya sambil memperhatikan Zalena dan Kenta.

"Adysha gak masuk," ujar Kenta seraya menyuap satenya.

Coldest Prince [Terbit]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang