Alhamdulillah update lagi.
Jangan lupa vote dan comment !
Gak pakai target dulu deh, tapi tetep harus Vote 😡
Absen dulu hayuk,
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Zaidan masuk ke dalam kelas seperti biasa, wajah datar tanpa ekspresi dengan tatapan dingin. Meletakkan tasnya keatas meja, lantas duduk di bangkunya mengeluarkan sebuah buku matematika.
"Good morning, good pagi!" suara cempreng khas Alby menggema disertai lambaian tangan bak model.
Daylon hanya bisa berdecak dengan gelengan kepala dibelakang Alby, makin hari kegilaan Alby semakin menjadi.
Alby dan Daylon meletakkan tasnya ke meja masing-masing, lalu menarik bangkunya mendekati meja Zaidan yang berada di depan.
"Ekhm, nih gue bawain susu kotak buat lo," ujar Alby meletakkan susu kotak rasa coklat didepan Zaidan.
"Nyogok buat apa?" sahut Zaidan tanpa mengalihkan fokusnya dari buku.
Alby menyengir lebar, "Tau aja kalau gue mau nyogok," ia menyerahkan buku matematikanya kepada Zaidan, "Contekin gue pliss.."
"Nyontek terosss!" ucap Daylon.
"Dih! Emang situ sudah ngerjain?" tanya Alby dengan lirikan sinis.
Daylon mengangguk, "Sudahlah, gue rajin ketular Zaidan."
"Kampret! Lo tadi bilang belum sialan!"
"Biar gak dicontek sama lo."
Alby mendelik kesal, "Bangs--"
"Ngomong kasar contekan hangus," sela Zaidan seraya memankam bolpoi dijemarinya.
Alby menepuk mulutnya, "Hehe, gak ngomong kasar gue, kasih gue contekan ya sekalian tulisin habis apel gue latihan paskib."
"Di kasih hati minta jantung! Gak tahu diri," cela Daylon dengan decakan.
"Orang ganteng bebas!" sahut Alby songong, ia memegang lengan Zaidan dengan tatapan memohon, "Dan, pleasee.. lo tega liat gue di hukum nanti."
"Tega," sahut Zaidan santai.
Daylon menahan tawanya melihat raut wajah Alby yang berubah masam, "Mampus!" ejeknya.
"Sialan lo!" sungut Alby kesal, "Jahat banget lo sama temen sendiri," ujarnya pada Zaidan.
Zaidan menghela nafas pelan lantas menyodorkan buku matematikanya ke hadapan Alby. "Salin sekarang, masih ada waktu."
"Siap!" Uap Alby tegas dengan pose hormat, "Tambah sayang gue sama lo," ujar Alby lagi dengan senyum merekahnya.
"Jijik!" sahut Zaidan dan Daylon bersamaan.
■ ■ ■ ■ ■ ■ ■
"Dysh, kamu ngapain sih perhatiin handphone mulu dari tadi."
KAMU SEDANG MEMBACA
Coldest Prince [Terbit]
Novela JuvenilFollow dulu sebelum baca ! [ Sekuel- Jodoh Dari Allah ] Ini tentang Zaidan, ketua MPK yang paling disegani dan disukai oleh para guru. Dengan julukan Pangeran dingin karena wajah dan sifat dinginnya. Laki-laki yang sangat menghindari kontak fisik de...
![Coldest Prince [Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/231936401-64-k686424.jpg)