Coldest Prince || 55

24K 3K 993
                                        

Assalamu'alaikum, update kembali ❗

Happy 500k pembaca 😭💗🎉 makasih banyak buat kalian semua readers tersayang aku yang udah dukung dan nungguin cerita ini 💗

Jangan lupa vote dan comment yaw 😼❗

Jam berapa kalian baca part ini?

Udah bagi rapot belum? Gimana hasilnya?

Penuhin lapak comment ya di setiap paragraftnya ya 😄

Happy Reading ♡♡♡
.
.
.
.
.
.
.

"It's my first love."

Zaidan membenarkan kerah almamaternya sembari berjalan di lorong menuju kelasnya. Sejak kesepakatan malam itu, Zaidan dan Adysha sama sekali tidak ada berinteraksi. Tidak ada lagi, Adysha yang menganggu Zaidan dengan segala gombalan dan tingkah lakunya. Terkadang, mereka hanya berselisih saat berjalan saling melempar senyum layaknya kakak kelas dan adik kelas yang saling menghargai.

Zaidan memiringkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, mengusap lehernya yang terasa tegang karena tadi ia lama menunduk untuk membaca di perpustakaan. Sekarang, Zaidan hanya ingin fokus pada ujian sekolah dan tes universitas nanti.

Zaidan mengernyitkan keningnya beberapa langkah di dekat pintu kelas, menatap heran pada Alby dan Daylon.

"Kok lo ngikutin gue sih?!" Daylon berkata sebal, karena hendak masuk kelas tapi bertemu Alby dan langkahnya diikuti.

"Lo yang ngikutin! Gue mau keluar kelas nih," sahut Alby tak kalah kesal.

"Lo mau ke kanan apa ke kiri anjir?!" tanya Daylon berhadapan dengan Alby di ambang pintu.

"Kanan!" jawab Alby.

"Oke! Ke kanan, ke kanan, ke kanan..."

"Ke kanan, ke kanan, ke kanan..."

Senandung Alby dan Daylon bersamaan sambil bergeser ke kanan, seperti orang senam. Mereka kemudian saling menatap, melayangkan tatapan tajam.

"Kok jadi nyanyi sih?!" ujar Alby frustasi.

"Ya udah, gue ke kiri," kata Daylon menghembuskan nafasnya kasar.

"Oke! Ke kiri, ke kiri, ke kiri..."

"Ke kiri, ke kiri, ke kiri..."

Lagi, lagi mereka bersenandung dengan serempak sambil bergeser ke kiri. Alhasil, mereka masih berhadapan tak ada yang mengalah memberi jalan.

"Arghh! Emosi gue!" pekik Daylon frustasi lalu mendorong Alby ke kanan.

"Lo bikin emosi! Tinggal ngalah, kasih jalan malah nyanyi!" ujar Alby berdecak kasar.

"Lo juga kenapa ikut-ikutin gue?!

"Kan gue latah jadi ke ikut!"

"Bodoamat!"

Zaidan berdecak pelan sambil geleng-geleng kepala kemudian melangkah mendekati kedua sohibnya itu.

"Stress," cibir Zaidan menatap Alby dan Daylon bergantian kemudian mendorong mereka berdua untuk tidak menghalangi jalan.

"Tambah emosi gue denger lo ngejek Zai," ujar Daylon seraya mengusap dadanya.

"Lo berdua udah gila ya?" tanya Zaidan menaikkan sebelah alisnya.

Coldest Prince [Terbit]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang