Update kembali !! <3
Jangan lupa vote dan comment !!
Absen kuy, tokoh favorit kalian siapa??
Happy Reading ♡♡
.
.
.
.
.
.
.
Tok! Tok ! Tok
Suara gedoran pintu itu tak membuat Adysha yang masih bergelung dengan selimut tebalnya bangun. Ia malah semakin memeluk gulingnya.
"WOII CONAH!! BANGUN!! UDAH SETENGAH TUJUH, LO GAK SEKOLAH ??!!!" Teriakan Darril--sepupu Adysha menggelegar dari depan pintu Adysha.
"Rasanyaa anjim bangett, bangunin Dysha yang kebo," ucapnya seraya mengelus dada sabar. Darril berlalu pergi dari kamar Adysha, biarkan saja sepupu laknatnya ini terlambat.
Adysha mengusap matanya sebentar kemudian mengubah posisinya menjadi duduk. Adysha merenggang tangannya, melirik jam diatas nakasnya.
"DARRIL!!! KENAPA LO GAK BANGUNIN GUE ANJIR!!!" Pekiknya heboh terburu-buru beranjak dari kasur menuju kamar mandi, sudah jam setengah tujuh.
Adysha menuruni tangga rumah tergesa-gesa, baju seragam keluar, dasi yang belum terpasang dengan benar, rambut tergerai tidak rapi, bahkan kaos kaki beda sebelah.
Adysha menyambar susu yang berada dimeja makan meneguknya hingga habis, kemudian mengambil selembar roti.
"Sialan emang si Darril ninggalin gue!" Gerutunya melihat motor Darril yang tak berada di garasi rumah.
Terpaksa hari ini Adysha harus menaiki bus, berlari sekuat tenaga menuju halte bus yang untungnya tak jauh dari rumah Darril. Adysga masuk kedalam bus dengan nafas terengah-engah.
Adysha menatap jam di pergelangan tangannya, 15 menit lagi gerbang akan di tutup. Ia mengusap wajahnya kasar, jika saja bunda tidak pergi menemani nenek keluar kota ia tidak akan terlambat seperti ini.
Bus berhenti di halte sekolahnya, dengan cepat Adysha berlari keluar. Tidak perduli dengan penampilannya yang acak-acakan.
"Kak! Jangan ditutup dulu!" Adysha berlari cepat dan berhenti tepat di depan gerbang, menatap Zaidan yang bersedekap dada.
"Terlambat 20 menit." ujar Zaidan seraya memperlihatkan jam diponselnya. Kemudian ia menatap penampilan Adysha dari atas hingga bawah, benar-benar kacau.
"Aishh!! Cuman 20 menit kak. Buka gerbangnya dong," pinta Adysha memelas.
"Gak ada toleransi. Tunggu disini sampai apel selesai." Ujar Zaidan. "Penampilan lo benar-benar buruk." Ucapnya lagi kemudian berlalu pergi meninggalkan Adysha yang spontan menatap penampilannya.
"Ck! Sial." Maki Adysha pelan.
■ ■ ■ ■ ■ ■
Zaidan menghembuskan nafasnya kasar untuk kesekian kali, melirik Alby dan Daylon yang juga menghela nafas. Di tengah terik matahari yang menyengat ini mereka bertiga di hukum, hormat bendera hingga istiragat ke dua.
Sebenarnya yang membuat masalah Alby dan Daylon, tapi dengan watados mereka berdua ikut menyeret Zaidan.
"Hareudang, hareudang, hareudang. Panas, panas, panas." Alby menyanyikan sepenggal lirik tersebut seraya mengipas wajah dengan tangan kirinya.
"Diem Al!" Sentak Zaidan dingin.
"Dih, marah lo Dan sama gue?"
"Gak." Balas Zaidan. "Tapi sama lo berdua!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Coldest Prince [Terbit]
Teen FictionFollow dulu sebelum baca ! [ Sekuel- Jodoh Dari Allah ] Ini tentang Zaidan, ketua MPK yang paling disegani dan disukai oleh para guru. Dengan julukan Pangeran dingin karena wajah dan sifat dinginnya. Laki-laki yang sangat menghindari kontak fisik de...
![Coldest Prince [Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/231936401-64-k686424.jpg)