Vote Comment ! Harus !
Jangan sider ihh:((
200 vote + 80 comment lanjut.
Aku mau ngasih tau dulu nih, karna aku bukan anak organisasi jadi aku gak punya pengalaman pribadi.
Aku tanya temen aku yang ikut organisasi MPK, tanya gimana sih mereka waktu lagi ada acara atau apapun. Maklumin ya ^^
Atau kalian yang ikut organisasi boleh share pengalamannya.
.
.
.
.
.
.
"Ketua! Ada yang coba manjat pagar tembok belakang sekolah."
Zaidan menghembuskan nafasnya sabar, banyak sekali ia mendapat laporan tentang ini. Disaat acara belum selesai banyak murid yang mencoba kabur lewat sana.
Zaidan mendekatkan Walkie talkie-nya lalu menekan tombol disana. "Tahan mereka, gue kesana."
Zaidan beranjak dari kursinya, setelah penampilannya tadi ia langsung menghampiri para anggota MPK yang lain, ikut membantu. Ia berjalan tergesa-gesa menuju belakang sekolah, mengusak rambutnya sejenak kemudian menatap tak percaya pada barisan para murid yang sedang ditahan anggotanya.
Ia berdecak, menghampiri. "Sebanyak ini?" ujarnya sesaat setelah berdiri disamping Ravel--Wakil ketua MPK.
Ravel mengangguk matanya terus memandangi barisan didepannya. "Rombongan Dan, pusing gue," keluhnya.
"Ck, kalian lagi?" Zaidan mendengus sabar, barisan didepannya ini tak lain tak bukan adalah kumpulan siswa yang ada dilist buku hitam.
"Ada cewek satu Dan," bisik Ravel membuat Zaidan mengerutkan keningnya. "Cewe?"
"Panggil team keamanan kesini," titah Zaidan dibalas anggukan dari Ravel. Zaidan maju beberapa langkah menelisik barisan didepannya.
"Cewe maju!" ucapnya tegas. Alisnya terangkat setelah seorang siswi berseragam sedikit ketat dengan rambut panjang maju dengan ragu kehadapannya. Kepalanya menunduk enggan menatap.
"Lo?" ya siswi itu Dysha, orang yang pernah ia gagalkan dalam aksi bolosnya.
Dysha mengusap tengkuknya dengan decakan sebal keluar dari mulutnya, "Apa?! Kenapa sih lo gagalin gue bolos terus?!"
Siswa dibelakangnya tampak terkejut, baru kali ini ada yang berani melawan sang ketua MPK mereka. Seumur mereka bersekolah disini berurusan dengan Zaidan paling dihindari, jika sudah tertangkap basah seperti ini mereka hanya bisa pasrah dan menurut.
"Ck, gak akan ada yang bisa bolos. Cara lo kurang rapi, amatiran," ujar Zaidan dengan senyum remehnya.
Dysha mengepalkan tangannya, emosinya terpancing rasanya ingin menonjok wajah Zaidan dengan jurus bela dirinya. "Nyebelin banget sih lo!"
Tak lama, salah seorang orang team keamanan datang menghampirinya dengan wajah panik merasa takut.
"Yang lain mana?" Tanya Zaidan dengan alis terangkat.
"Masih jaga pintu gerbang." Sahut Juna. "Semuanya?" Tanya Zaidan lagi, Juna mengangguk.
"Ck! Ravel, sehabis acara evaluasi!" Pesan Zaidan pada Ravel, kemudian ia berbalik hendak melangkahkan kaki.
"Ini diapain Dan?" celetuk Ravel, Zaidan berbalik menatap mereka. "Suruh lompat pagar tembok bolak-balik 20 kali."
See, hukumannya gak main-main. Ini juga perintah dari guru BK padanya jika menangkap murid yang mencoba bolos.
KAMU SEDANG MEMBACA
Coldest Prince [Terbit]
Teen FictionFollow dulu sebelum baca ! [ Sekuel- Jodoh Dari Allah ] Ini tentang Zaidan, ketua MPK yang paling disegani dan disukai oleh para guru. Dengan julukan Pangeran dingin karena wajah dan sifat dinginnya. Laki-laki yang sangat menghindari kontak fisik de...
![Coldest Prince [Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/231936401-64-k686424.jpg)