Coldest Prince || 58

23.8K 2.9K 1.2K
                                        

HAII, APA KABAR SEMUA?! SEMOGA BAIK-BAIK AJA !

SELAMAT HARI SENIN, SELAMAT SEKOLAH LAGI. BUAT YANG OFFLINE ATAU PUN ONLINE TETAP JAGA DAN PATUHI PROTOKOL KESEHATAN YA!

AKU SENANG BANGET CHAPTER KEMARIN TEMBUS KOMENTAR 1K 😭 CHAPTER LAIN JUGA ADA YANG TEMBUS.

CHAPTER JUGA HARUS TEMBUS YA? WKWKWK.

HAPPY READING ♡♡

🎵  Walking In The Wind - One Direction 🎵

———————————————

"Selamat untuk kelulusan kita semua, semoga kita di pertemukan kembali dengan keadaan sukses dan sudah mencapai cita-cita kita masing-masing. See you."

———————————————

LULUS.

Itu adalah kata yang tercantum pada kertas putih dengan ketikan rapi mencetak kalimat pembuka hingga penutup. Lapangan SMA Perdana langsung ricuh dan penuh dengan teriakan senang. Mereka saling memeluk teman-teman masing melampiaskan rasa bahagia.

Setelah melewati beberapa hal yang menengangkan dan menguras otak, tepat hari ini seluruh murid kelas dua belas menerima surat kelulusan dan membukanya secara bersamaan.

Kelas sepuluh dan sebelas yang menyaksikan dari lantai atas ikut bersorak dan memberi tepuk tangan memberi selamat pada kepada kakak kelasnya itu.

"Selamat! Kalian semua di nyatakan lulus hari ini!" Pak Petra selaku kepala sekolah memberikan selamat dengan senyum bangga dan bertepuk tangan.

"Bapak tidak akan menganggu acara kalian yang sudah turun-temurun di lakukan. Bapak harap tidak ada yang melanggar aturan, jangan nekat pilox-pilox seragam," pesan pak Petra.

Kemudian, pak Petra turun dari podium berjalan ke sisi lapangan kembali bergabung dengan guru-guru yang lain. Beliau semua memperhatikan murid kelas dua belas penuh haru dan tatapan bangga.

Acara turun-temurun yang di maksud pak Petra adalah mencoret tanda tangan pada seragam masing-masing. Entah itu, tanda tangan diri sendiri atau pun teman-teman yang lain. Asal tidak di coret dengan pilox, pak Petra mengizinkannya. Toh, pak Petra sendiri pernah melakukannya sewaktu pelajar—kata beliau.

Murid-murid mulai berhamburan, berpencar ke sana kemari untuk meminta tanda tangan. Jangan khawatir, seragam sekokah tidak di gunakan untuk acara kelulusan nanti. Mereka sudah menyepakati pakaian yang akan di gunakan saat itu.

"ZAIDAN MY HONEY IQ TINGGI!" Alby berucap lantang sambil mengangkat kedua tangannya ke udara.

"ZAIDAN SI OTAK GENIUS!" Daylon ikut berucap lantang dan mengikuti pose Alby.

Lalu mereka berdua berlarian menuju Zaidan karena terpisah—tadi Zaidan di beri sebuah penghargaan dari sekolah. Zaidan yang mendapat sinyal bahaya langsung menoleh ke kanan dan kiri, kedua sohibnya sedang berlari berlawanan arah menuju dirinya.

Saat Alby dan Daylon sudah dekat dan hendak menggapainya, Zaidan buru-buru mundur dan alhasil Alby dan Daylon yang berpelukan dengan tubrukan cukup kuat.

"ANJIR JIDAT GUE!" Alby meringis keras—mendorong Daylon dengan kuat sambil mengusap dahinya.

"BANGSYATT! LO KENAPA PELUK GUE?!" Daylon menatap geram pada Alby.

Coldest Prince [Terbit]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang