~[][][]~
Delta melirik kakaknya Rafa, sekarang mereka sudah berada di perjalanan menuju rumahnya dulu sebelum menjadi Delta, ah ia tidak mengigat hal itu tapi Rafa yang menunjukkan jalannya.
"Maaf non kalau boleh tau dia siapanya non ya" tanya pak Tio penasaran.
"Teman Delta pak" jawabnya dengan tersenyum, yang lalu diangguki pak Tio.
Beberapa menit menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai, Delta membantu Rafa untuk duduk di kursi rodanya.
"Makasih" ucap Rafa canggung, Delta yang mendengar itu tersenyum akhirnya Kakaknya Rafa bicara juga padanya.
"Nggak masalah kok" ucap Delta ramah sedikit canggung.
"Mm..., Aku boleh panggilnya kakak aja nggak" tanya Delta sedikit Ragu.
Rafa mengangguk lalu merekarkan senyumannya, "sepertinya kita pernah ketemu, ah tidak mungkin saja aku salah".
"Wajahmu sedikit familiar" ucap Rafa sendu.
Delta sedikit bingung apa kakaknya Rafa bisa melihat ia dalam diri Delta??... Mungkin saja ini sebuah harapan bukan.
"A-aku akan pergi sekarang..." Potong Delta karena merasa sesak di dadanya ia sudah benar² tidak tahan bahkan matanya sudah memerah karena menahan tangisan.
Delta menghentikan taxi yang lewat lalu menaikinya, dia sudah memberi tahu pak Tio untuk pulang saja karna dia memiliki urusan.
Tangisan Delta pecah tidak ada bendungan lagi, dia sangat merindukan keluarganya bahkan kejadian yang dialami kakaknya membuat dia kesal.
"Sialan, kalo sampai gue liat tuh brandal gue bakal becek² mukanya sampai benyek" gumam Delta esmosi disertai isakan, mungkin pak supirnya pikir ni orang yang dia antar nggak waras lagi.
***
Delta mendudukkan dirinya di bangku setelah itu merebahkan kepalanya untuk tidur, semalam ia kebanyakan nangis makanya ngantuk.
"DELTA...., Sahabat abel paling cantik, imut, baik, dan setia sama kayak gue..." Heboh abel, maklumin aja sifat cerewetnya lagi keluar.
"Lo kenapa Ta??..." Tanya Hera sembari duduk di bangku sebelah Delta.
"Nggak... lagi ngantuk aja, semalam gue nggak bisa tidur" ucap Delta asal.
"Ck kebiasaan lo" ucap Hera geleng-geleng dengan sahabatnya satu ini, tidak ada respon setelah itu.
Hera menatap Delta yang sedang tertidur, lalu mulai berbicara kepada Abel, "Keknya dia beneran ngantuk banget deh, yaudah kita-" belum sempat Hera menyelesaikan ucapannya ada bisik² dari luar yang terdengar sangat heboh.
Seorang pria memasuki kelasnya dengan seragam yang keluar dari celana, dasi yang sudah tidak berbentuk tetapi masih terpampang jelas di leher pria itu, dan kancing bajunya yang terlepas di bagian atas sangat tidak rapi, Tetapi pria ini memiliki rupa yang tampan.
siapa yang tidak mengenalnya Calvin Damian Sky seorang brandal atau biasa di kenal badboy di SMA Gemilang, pria yang paling di takutkan kehadirannya kembali ke sekolah ini, tetapi walau mengetahui itu banyak juga yang menyukai Calvin karena wajahnya yang tampan, jelas Calvin tidak peduli ia hanya mencap satu nama dalam benaknya...???
"Aaaa... Ayang gue akhirnya balik..."
"Lo udah punya pacar bego..."
"Muka Calvin tambah seram woy..."
"Nggak aman nyawa gue, balik aja dah..."
"Auranya kek pen nirkam orang anjir..." Bisik-bisik kelas lain.
Calvin berjalan ke arah mejanya tanpa menghiraukan bisikan-bisikan dari murid lain, "Lo pindah" ucap Calvin dengan tatapan tajamnya, Hera yang mendengar itu segera pindah bersama Abel ke tempat duduknya semula, ia bahkan tidak sempat membangunkan Delta yang masih tertidur.
Calvin mendudukkan bangkunya dan melirik Delta yang tertidur, Calvin merebahkan kepalanya di meja lalu menatap Delta dengan senyum smirknya.
"Sialan, sahabat gue-" Hera berdiri dari duduknya dengan emosi baru saja dia ingin berjalan Abel menahannya.
"Jangan ra" tahan Abel takut-takutan.
Hera menahan emosinya lalu kembali duduk, masalah akan bertambah jika dia sudah bergerak.
Delta yang merasa terganggu membuka matanya perlahan tepat di hadapan Delta pria itu sekarang, membuatnya terkejut dan langsung membenarkan posisinya.
"Lo...!!!" Tanya Delta tak percaya karena pria yang membully kakaknya kemarin tepat berada di sebelahnya.
Calvin membenarkan posisinya "kenapa??, kangen Lo sama gue" ucap Calvin, pd tingkat dewa orang baru kenal ngapain kangen emang stress ni orang.
"Dih pd, gue aja nggak kenal lo ngapain kangen, lagian ya cowo brandal kayak lo itu nggak bakal di kangenin sama cewek, gue aja yang liat muka lo pen buang ke lautan purba biar sekalian di makan paus megalodon" ngegas Delta, yang membuat seisi kelas seketika panik bagaimana nasib Delta setelah ini??..., nggak sadar kah dia sedang berbicara dengan brandal yang bahkan di takuti semua siswa bahkan guru-guru di sekolah ini.
Calvin menatapnya tajam dengan tersenyum lalu mendekatkan wajahnya sedikit tepat di hadapan gadis itu, "gue tambah suka dengan sikap lo yang kayak gini" ucap Calvin dengan suara bulatnya dan senyuman menyeramkan.
Delta terteguk lalu menjauhkan wajahnya dari hadapan pria itu, entah mengapa ia merasa takut dengan tatapan dan senyuman pria di depannya.
"Dia siapanya Delta, kenapa gue nggak dapat ingatan tentang pria ini" batin Delta berfikir keras, hingga pria itu kembali berbicara.
"What do you think baby??..." Tanya pria itu dengan khas bicaranya.
Delta melototkan matanya terkejut dengan panggilan pria itu, Delta menghembuskan nafasnya kasar emang benar kata Hera ni orang emang nggak waras.
Calvin yang melihat itu gemas sendiri dengan tingkah Delta yang berbeda dari biasanya, Calvin menyukai Delta sejak lama Tetapi sikap gadis itu yang murahan karena mengejar-ngejar Albian dengan ugal-ugalan membuatnya tidak menyukai sifat Delta, itu sebabnya dia menghindari gadis itu agar tidak termakan kecemburuan karena Delta yang terus mengejar Albian. padahal mah kelakuan mereka 11 12 wkwk.
Tetapi entah mengapa setelah melihat gadis itu kemarin ia merasa ada yang berbeda, gadis itu seperti tidak mengenalnya sama sekali, rasa penasaran terus bermunculan dan juga rasa sukanya semakin menjadi-jadi setelah melihat Delta bahkan lebih parahnya lagi gadis itu kemarin tidak memakai riasan tebal sehingga aura kecantikan Delta semakin natural.
"Gue mohon, gue beneran nggak tau lo siapa, mungkin lo lakuin ini karena kemarin gue nggak sengaja ganggu lo, tapi tindakan lo salah karna gangguin siswa lain yang lo tau mereka lemah, gue nggak bisa benerin tindakan lo" ucap Delta memelas.
"Really??..., am I not wrong to hear this from you baby" ucap Calvin tak percaya, sejak kapan Delta peduli dengan hal semacam ini, padahal dulu gadis itu juga membully.
"STOP..., gue beneran cape, tolong berhenti panggil gue kek gitu" bentak Delta yang membuat seisi kelas tambah terkejut, Delta berdiri dari duduknya matanya mencari di mana ada bangku kosong selain di tempatnya, capek woy Debat sama ni orang.
Matanya berhenti pada kursi bagian tengah dekat jendela, ia mengambil tasnya ingin beranjak tetapi sekali lagi pria itu membuat ulah dengan menggenggam tangannya.
"Duduk" ucap pria itu dengan tatapan tajamnya.
"Lo tetap di sini Delta".
"Lo nggak berhak ngatur gue" tegas Delta, memang benar apa yang di katakan Hera bahwa pria ini tidak waras.
Calvin melipat kakinya,
"Okey, if that's what you want".
"Tapi lo bakal liat orang kemarin habis di tangan gue" ucap Calvin dengan tersenyum, nyebelin bgt emang nih cowo.
Bersambung...
Kamis, 14 Desember 2023.
Jam 21:00.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bitter Reality
FantasyGadis yang terjerumus masalah perpindahan jiwa, Kebencian orang² di sekitar membuatnya tidak mengerti apa penyebab orang² di sekitarnya membenci tubuh yang ia tempati ini??... Gadis Egois yang tidak di sukai semua orang, Depresi, Masalah, Dan trauma...
