46| 5 tahun

1.2K 70 43
                                        

"Saya minta Bapak untuk mengeluarkan anak bapak dari sekolah Gemilang!!!"

"Lihat anak saya, anak bapak yang melakukan ini pada anak saya!!!"

"Semua anak di sekolah ini juga tahu bahwa anak bapak adalah pembuat masalah bahkan sering membully bukan??..., entah bagaiman bapak mengajar Anak itu sampai berperilaku tidak sewajarnya"

"Ada apa??.., apa saya salah bicara. Dasar anak tidak tahu etika... Berhenti menatap saya seperti itu?!!!" Bentak Bunda Altha pada Calvin yang menatapnya dengan sorot mata Datar.

"Tunggu sepertinya saya tidak melihat ibu mu, ah apa kau juga tidak punya ibu??..., wajar jika perilakumu seperti itu kau bahkan tidak di didik dengan baik oleh ib-"

"Saya peringati anda untuk ucapan anda Mengenai ibu saya, ini perilaku saya maka jangan libatkan Ibu saya dalam masalah ini" Tegas Calvin tidak tahan lagi.

"BERANI SEKALI ANAK SEPERTIMU BERBICARA SEPERTI ITU PADA SAYA!!!"

"Calvin keluar"

"SAYA BERHAK MEMBELA DIRI, BUKAN HANYA SAYA YANG BERSALAH, ANAK ANDA JUGA-"

"AYAH BILANG KELUAR!!!"

Dengan sangat emosi Calvin keluar dari ruang BK, sesungguhnya ini tidak ada hubungannya dengan sekolah hanya saja mereka adalah 2 murid yang berasal dari sekolah yang sama, ibu Altha juga yang melaporkan Calvin secara sepihak tanpa membicarakan hal ini terlebih dahulu secara kekeluargaan.

Pria itu mendudukkan dirinya di kursi panjang depan ruang BK, belum lama merenung pintu tersebut terbuka menampakkan Altha yang juga keluar dari sana.

"Gimana??..., lo suka hal yang kayak gini kan??..." Tanya Altha dengan kedua tangan yang berada di sakunya.

"Brengsek..., Lo pikir gue takut hah??..."

"Lo udah kalah dari gue, mau lo lakuin apapun juga Delta tetap cinta sama gue"

"Percuma lo ancam apapun Delta buat jadi pacar lo..., tapi kalo hatinya buat gue emang lo bisa apa hah??..."

"Accept your defeat, a crazy person like you is fit to be put in a mental hospital"

("Terima kekalahan lo, orang gila kayak lo layak dimasukin RSJ")

Altha tersenyum mengejek, "Lo liat aja nanti, salah satu dari kita pasti bakal ada yang Pergi. mau itu gue atau lo, gue bakal pastiin enggak ada yang bakal milikin Delta kalau itu bukan gue"

Altha kembali berjalan berniat meniggalkan Calvin tapi baru saja ia berbalik, ia melihat Delta yang berdiri di tengah koridor yang kosong menatapnya dan Calvin sedikit canggung.

Dengan tersenyum Calvin menghampiri Delta, "Ayo" ucap pria itu menggenggam tangan Delta menariknya pergi dari koridor, sedangkan Calvin hanya menatap Kejadian tersebut dengan Datar.

***

Rakha berjalan menyusuri koridor rumah sakit dengan kepala yang di baluri perban, ia benar² tidak bisa menuggu lagi perbuatan Altha justru melebihi apa yang ia perkirakan.

"Psikopat Gila, lo mau bunuh gue Anjing.. gue nggak bakal biarin lo bebas sialan, gue pastiin lo bakal masuk penjara Altha Brengsek!!!" Gumam Rakha tidka peduli lagi, setidaknya jika ia ketahuan menabrak gadis itu Altha juga harus masuk bersamanya.

***
Di rumah Keluarga Damian yang begitu tegang, Perdebatan Antara Anak dan ayah kembali terbuka setelah lama tidak adanya komunikasi, Calvin berjalan di belakang ayahnya belum lama kemudian langkahnya terhenti saat melihat ayahnya yang berbalik.

*Plak*

"APA INI YANG MEMBUATMU KEMBALI HAH??..."

"DI MANA KEBERANIAN MU SEKARANG CALVIN??..., JAWAB AYAH!!!" Ayah Calvin menarik nafas dalam, tidak ada setitik pun jawaban yang di lontarkan Calvin membuat Pria lanjut usia tersebut di baluri emosi yang amat tinggi.

"Kemasi barang² mu, Ayah akan mengeluarkan mu dari Gemilang.., Dan Memindahkan mu Keluar Negri Minggu Depan" mata Calvin mmbelalak mendengar panutan Ayahnya.

"Tidak.. saya tidak mau, Saya tidak mau pergi ke luar negri!!!"

"i'm not completely wrong about this!!!" (Aku tidak sepenuhnya salah dalam hal ini!!!)

"THEN WHO WILL YOU BLAME??...YOUR MOTHER??...YOUR BEHAVIOR HAPPENED AFTER YOUR MOTHER WAS NOT FOUND, RIGHT??" (lalu siapa yang akan kamu salahkan??...ibumu??...perilakumu ini terjadi karna ibumu tiada bukan??).

"DON'T INVOLVE MOM IN THIS, DAD!!!" (Jangan libatkan ibu dalam masalah ini, Ayah!!!).

"AYAH LELAH CALVIN!!!, Jika ini memang karna kau tidak menerima ibumu telah tiada ayah juga tidak menginginkan hal itu..., ayah menyesal mengatakan ini padamu"

"kau tidak tahu ayah sangat rapuh saat itu sampai tidak sadar menelantarkan mu yang masih di luar kata dewasa, bagaimana ayah bisa memberi tahumu bahwa saat itu ibumu sudah tiada hah sedangkan Ayah sendiri yang mengurus pemakaman ibu mu!!!"

"Pada dasarnya, ibumu sudah meninggal 5 tahun yang lalu Calvin!!!"

*Deg*

Bersambung...

Guys Author nangis huhu pas baca ulang chapter masa kelam Calvin kayak nyesek banget woy, Bayangin aja selama ini dia salah paham sama ayahnya tapi perilaku ayahnya juga kayak buat harapan dia kalau ibunya tuh masih ada tapi seketika di hancurin gitu aja woy... 5 tahun bukan waktu yang lama bjir... Kayak merasa bersalah banget sama Calvin udah buat hidupnya di obrak abrik... Maafin author huhu😭

Tinggalkan jejak digital kalian guys dengan vote dan komen, tunggu chapter seru berikutnya ya...

Minggu, 8 september 2024

Bitter RealityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang