Altha bungkam dengan ekspresi datarnya, "bukan urusan lo" ucap Altha ingin melanjutkan jalannya.
Delta terdiam sebentar berpikir lalu melirik Kedepan menatap punggung Altha yang sudah menjauh, "mencurigakan" gumamnya.
"Liat apa lo??..." Tanya Gio yang berada di sampingnya.
Delta berbalik dan mendapatkan geng inti Axzero lainnya juga disana, "kepo" balas Delta beralih menatap Gio dengan ekspresi usilnya ingin berjalan menuju gerbang sekolah.
Albian menarik pergelangan tangan Delta cepat yang membuat gadis itu berbalik sehingga tidak seimbang membuatnya berada sangat dekat dengan pria itu yang jika mungkin di liat orang lain mereka berpelukan.
"Lo apa²an sih" ucap Delta memundurkan langkahnya cepat lalu menghempas tangan Bian.
"Kalian duluan aja, gue ada urusan sama dia" ucap Bian melirik Delta.
"Gesya gimana??..." Tanya Reza yang melihat Gesya hanya tertunduk.
Albian mendekati Gesya lalu menyamakan posisinya dengan gadis itu, "kamu pulang sama Reza dulu ya, nanti telfon aku kalau udah sampai" ucap Albian sembari tersenyum manis.
"Emang harus gitu ya kalau pacaran, mau muntah gue" batin Delta tetapi iri juga pen punya pacar.
Gesya mengangguk lalu berjalan bersama Reza duluan, sedangkan Bian kembali menggenggam tangan Delta lalu menariknya masuk ke mobil miliknya.
"Gue ikut lo" ucap Daren cepat sebelum Bian memasuki mobil.
"Enggak usah, biar gue yang urus dia" lanjut Albian kemudian masuk kedalam mobilnya bersama Delta.
Daren mengepalkan tangannya, ia takut jika Bian akan berbuat kasar pada adiknya nanti, ia tahu betul bagaimana sifat Bian jika sudah menyangkut Gesya
"Lo nggak usah khawatir, Bian nggak mungkin bertindak kasar" ucap Alvin menenangkan Sahabatnya, ia tau Daren juga pasti masih memperdulikan Delta karna walau bagaimana pun mereka adalah saudara.
Daren mengangguk lalu berjalan duluan mengambil motor sportnya yang terparkir di parkiran sekolah.
"Lo mau apa lagi sih, kan udah gue bilang bukan gue yang ngunci cewe lo di gudang" ucap Delta frustasi.
"Terus siapa hah?..., cuman lo yang selama ini gangguin Gesya, gue nggak akan percaya kecuali lo punya bukti" ucap Bian dingin.
"Brengsek banget sih lo jadi cowo, oke kalo gue dapat bukti lo harus janji nggak usik gue lagi dan jajanin gue selama seminggu" ucap Delta.
Albian menghentikan mobilnya berbalik ke arah Delta, "gue kasih lo 2 hari untuk buktiin kalo lo emang nggak salah" ucap Albian tersenyum smirk.
"Oke, gue anggap lo setuju" balas Delta percaya diri.
***
Keesokan harinya setelah jam pulang berbunyi...
Delta berjalan pelan ke gudang sekolah tempat di mana Gesya di kunci saat itu, ia mengecek ke seluruh tempat mencari tanda² adanya benda yang mungkin berguna untuk di jadikan bukti.
"Kurang kerjaan banget sih gue sampai buat perjanjian kek gitu segala" ucap Delta terus mencari tanpa henti.
"Ayo Del semangat demi harga diri lo dan jajanan gratis yang menanti" lanjut Delta antusias.
"Ck, masa nggak ada tanda² sih, sial banget sih gue" ucap Delta frustasi karna sudah lebih 10 menit ia mencari.
"Lo jatuhin di mana sih, udah dari tadi loh kita carinya" ucap Seseorang yang berada juga di gudang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bitter Reality
FantasyGadis yang terjerumus masalah perpindahan jiwa, Kebencian orang² di sekitar membuatnya tidak mengerti apa penyebab orang² di sekitarnya membenci tubuh yang ia tempati ini??... Gadis Egois yang tidak di sukai semua orang, Depresi, Masalah, Dan trauma...
