~[][][]~
Setelah beberapa waktu menangis Delta kembali menenangkan diri setelah itu mengecek sakunya, hanya ada tersisa 10.000 uangnya tersisa, biasalah jajanan kantin mahal.
"Gimana mau pulang kalau uang tinggal segini" ucap Delta.
Ia mengambil ponselnya dan beralih menelfon Daren tetapi tidak ada tanda² pria itu akan menjawabnya dan pada akhirnya ponselnya mati karena kehabisan daya.
"Sialan, kakak apa kek gitu suruh adeknya pulang sendiri tapi nggak ngasih duit, gila emang tuh orang" ucap Delta kesal.
"Mana bentar gelap lagi, nanti kalau gue di culik gimana atau ada orang yang gangguin Delta gimana" gumam Delta panik.
"Atau gue pulang jalan kaki aja kali ya" pikir Delta, ya nggak mungkin kan dia di sini terus nunggu tuh Hama (Daren) sampai karatan juga nggak bakal datang tuh orang.
Delta mulai berjalan di pinggiran jalan dengan sesekali bernyanyi seakan bertamasya.
"Daren sialan, bau busuk, nggak mandi sebulan, semoga aja besok kualat ban mobilnya kempes pas mau berangkat sekolah biar tau rasa" omel Delta nggak jelas.
Delta terus saja berjalan tanpa memperdulikan sekitar sampai gadis itu merasa suasananya sedikit menakutkan.
Ia sedikit mencepatkan jalannya, entah mengapa seakan ada yang mengikutinya dari belakang, suara itu tidak terlalu jelas tetapi itu terdengar sedikit cepat.
"Nggak... nggak ada hantu ini kan masih siang, gabut banget tuh hantu kalau keluar siang panas² gini" gumamnya mulai menutup matanya karena merasa sangat ketakutan sampai...
*Bruk...*
Delta terjatuh, sepertinya ia baru saja menabrak seseorang karena tidak fokus ke depan "AAAAAAAAAAAAA.... MAMA DELTA MASIH MAU HIDUP!!!" Teriaknya ketakutan, nggak lucu wehh kalau ketemu hantu siang² gini.
Delta membuka matanya memberanikan diri mengintip, "siapapun yang akan ia lihat nanti setidaknya itu tidak terlalu menyeramkan"
"Calvin??...".
Delta menghela nafas syukur setidaknya bukan hantu yang ia lihat.
"Pft... Hahahaha" pria itu menertawainya sangat puas, sampai ikut terduduk.
"Lo ngapain anjir" tanya pria itu masih saja tertawa.
"Sumpah tadi kek ada yang ngikutin gue, gue nggak bohong" jelas Delta masih merasa ketakutan.
"Maksud Lo ini??" Tanya Calvin mengangkat kucing berbulu tebal yang sudah berada di sampingnya.
Delta hanya terdiam malu sedikit linglung. Lo mau kemana emang?" Tanya pria itu lagi menghentikan tawanya.
"Pulang, tapi gue kurang tau jalan makanya nyasar sampai sini" ucap Delta pelan merasa malu.
"Lo ikut gue aja, gue antar lo pulang" ucap Calvin mengulurkan tangannya membantu gadis itu berdiri, Delta yang melihat perilaku berbeda pria itu pun sedikit terkejut tapi yaudahlah setidaknya ia mendapatkan bantuan dari pada nanti ketemu hantu yang asli mungkin ini lebih baik.
Delta sedikit terkejut sekaligus kagum dengan apartemen pria itu, nuansa klasik tertata rapi dengan perpaduan 3 warna hitam putih dan abu² membuat apartemen terlihat benar² terurus.
"Lo duduk aja dulu, habis gue mandi gue antar lo pulang" ucap Calvin setelah itu memasuki kamarnya.
Ia benar² tidak habis fikir bagaiman bisa pria yang terkelan brandal bisa Serapi ini di luar sekolah, walau apartemen ini terlihat kosong tapi ini benar² terlihat rapi.
Di sana juga ada beberapa bingkai kecil yang memperlihatkan foto² masa kecil Calvin hingga remaja, tidak begitu lama melihat² Calvin tiba² saja keluar dari kamarnya.
Delta terdiam saat melihat Calvin yang beda dari biasanya, pria itu memakai outfit kaos putih kebesaran dan celana pendek dengan rambut acak²kan membuatnya semakin tampan di pandang.
Calvin yang menyadari itu menjentik dahi gadis di depannya ini, "gue tau gue ganteng" ucap Calvin pd tingkat samudra.
"Dih, pen muntah gue dengernya" ucap Delta mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Gue nggak gratisan nolongin lo" ucap Pria itu menunjukkan senyum jahilnya.
"CK udah gue duga nggak ikhlas banget sih Lo"
"Nggak ada yang gratis di dunia ini"
"masakin aja mau nggak, gini² gue jago yahh" tanya gadis itu tertantang.
"Terserah lo, tapi kalau apart gue ke bakar lo jadi istri gue!!!" ucap Calvin mengancam, ya iya lah ni orang dulu juga tukang bully loh jadi nggak salah dia raguin kemampuan ni cewe, ngitung² nggak jadi pacar kan bisa nikah langsung.
"Ck, nggak bakal kebakar lo percaya aja sama gue, selama perlengkapan dapur Lo lengkap aman itu mah" Delta mengambil beberapa bahan yang ada di kulkas lalu mulai beraksi dalam aktivitas masaknya.
Sedangkan Calvin duduk di meja makan sambil memperhatikan gadis itu tengah sibuk dengan aktivitasnya sesekali Calvin juga tersenyum tipis saat Delta tidak melihatnya.
@Cal_vinsky
Disukai oleh Fasy_a33 dan 54.320 lainnya.
Di masakin calon istri...
Lihat semua komentar
Adra_kkk
Wah brandal gemilang udah ada yang masakin...
Lita_syuantik
Nggak ikhlas gue...
Percaya_
Calvin lo selingkuhin setengah rakyat gemilang fans lo termasuk gue...😭😭
Fasy_a33
Hah serius, itu @Del_tanada kan vin??...
Beberapa komentar yang Calvin dapatkan dari akunnya, Calvin menyimpan ponselnya lalu berjalan menuju Delta.
"Lo masak apa??..." Tanya Calvin sedikit penasaran.
"Ayam asam pedas, lo mau nyicip nggak??..." Tanya balik Delta lalu mengambil sedikit masakannya untuk di berikan kepada pria itu.
Calvin membuka mulutnya tapi Delta malah menarik kembali sendok tersebut, "pegang, lo bukan anak kecil lagi" ucap Delta kembali menyodorkan masakannya.
Calvin menatap Gadis itu datar lalu tetap memakan masakan Delta dari tangan Gadis itu, "sialan lo, udah gue bilang pegang napa lo makan" ngegas Delta kesal.
"Mau dianterin pulang nggak lo??..." Tanya Calvin.
"Mau lah"
"Yaudah nurut aja" balas Calvin lalu kembali ke meja makan santai.
Bersambung...
KAMU SEDANG MEMBACA
Bitter Reality
FantasyGadis yang terjerumus masalah perpindahan jiwa, Kebencian orang² di sekitar membuatnya tidak mengerti apa penyebab orang² di sekitarnya membenci tubuh yang ia tempati ini??... Gadis Egois yang tidak di sukai semua orang, Depresi, Masalah, Dan trauma...
