"Ayah!" panggil Zein ketika masuk ke kamar Fahadh. Di sana Fahadh tengah bersiap untuk pergi ke kantor.
"Kenapa? Ada apa?" sahutnya sembari mengenakan arloji di tangan kirinya.
"Pak Reynold, apa Ayah mengenalnya?"
"Kenal. Memangnya kenapa? Bagaimana bisa kamu mengenali Pak Reynold? Dia klien Ayah. Dan kami akan bekerjasama.
"Batalkan Ayah! Zein tak setuju Ayah menjalin hubungan dengannya. Beliau sudah membuat hati Kak Gael terluka karena istrinya. Dan istrinya juga menghina Bunda."
"Apa maksudmu Nak?" tatapan Fahadh seketika berubah menjadi serius.
"Ketika acara perayaan ulang tahun pernikahan Ayah dan Bunda, Zein, Abang, dan Kak Gael tak sengaja mendengar ucapan ibu-ibu yang sedang mengobrol. Mereka membicarakan kekurangan Kak Gael dengan kata-kata yang menyakitkan. Dan menganggap Bunda sebagai seorang ibu yang tak bisa melahirkan anak yang sempurna."
Hati Fahadh menjadi panas dan amarahnya mulai terlihat. Hatinya teramat sangat sakit mendengar istri dan anak sulungnya dihina.
"Sialan! Aku akan membatalkan kerjasama ini. Tak peduli seberapa banyak kerugian yang akan kualami nantinya."
Fahadh pergi ke kamar Gael. Hari ini Gael tak masuk sekolah karena ia terserang demam pagi tadi.
"Jasmine, Gael kenapa?"
"Gael demam Mas. Dan sebelum terlelap tidur, dia berusaha mengatakan kata-kata. Aku tak tega Mas. Dia bersusah payah mencoba untuk berbicara." tangis Jasmine pecah.
"Akhir-akhir ini Gael sering mencoba untuk berbicara seperti orang normal." sambung Jasmine.
Fahadh menceritakan tentang kejadian di malam ulang tahun pernikahan mereka. Hati Jasmine terasa hancur begitu saja mengetahui anaknya disakiti dengan kata-kata yang menyakitkan.
"Malam itu tadinya kami ingin mengadukan pada Ayah dan Bunda. Tapi Kak Gael melarang kami. Dia takut acaranya menjadi berantakan." jelas Zean.
Fahadh mengeluarkan ponsel pintarnya dan menelepon seseorang untuk membatalkan kerjasama antara perusahaannya dan perusahaan Pak Reynold. Bahkan secara permanen.
●●●
Fahadh dan Gael tiba di kantor polisi. Mereka dipanggil untuk dimintai keterangan tentang musibah yang mereka alami dan semoga saja pelakunya lekas terkuak.
"Ayah, Gael takut."
"Jangan takut. Kita hanya dimintai keterangan saja. Hanya ditanyai saja tentang kejadian malam itu, Nak."
Gael sebenarnya masih trauma dengan kejadian yang menimpa dirinya dan juga ayahnya. Gael sepertinya tak asing dengan orang itu. Dan ia menduga orang itu juga yang mencoba menculiknya.
"A!"
"Kenapa Nak?"
"Sebenarnya ..."
"Sebenarnya apa Nak? Ada apa?"
"Fahadh. Syukurlah kamu datang tepat waktu. Aku yang akan meminta keterangan darimu dan Gael." ucap seorang polisi bernama Rangga.
"Ternyata Mas Rangga yang akan mengintrogasi kami. Kukira Mas Dewo."
"Dia ada dinas mendadak ke luar kota,"
Mereka kemudian diarahkan ke sebuah ruangan khusus. Gael menahan rasa panik dan takutnya sebelum masuk ke ruangan tersebut.
Fahadh mulai menceritakan kejadian malam itu. Mulai dari perjalan pulang dari rumah Agung, sampai ia tiba-tiba ditikam oleh pria misterius itu.
"Malam itu sangatlah sepi. Kukira bayangan tadi hanya sebuah bayangan biasa. Nyatanya bayangan begal itu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Aksara Yang Berbicara (Terbit)✓
Novela JuvenilSemua beranggapan bahwa tidak ada manusia yang terlahir sempurna. Namun bukan berarti hal itu berlaku bagi semua orang. Bahkan hanya karena satu kekurangan - berkata tanpa suara dan melalui aksara adalah bagaimana cara Gael berinteraksi. Seakan semu...
