21. Dinner

226 25 4
                                        

Vote!

••••

Jam menunjukkan pukul 20.30 malam dan Gael baru saja tiba di rumahnya. Jasmine bernafas lega saat melihat putra sulungnya tiba di rumahnya. Sudah hampir satu jam lamanya, Jasmine menunggu anak sulungnya pulang.

"Bunda maaf. Kakak pulang telat. Bunda pasti sudah lama menunggu Kakak pulang." ucapnya lalu menundukkan kepalanya.

"Tak apa Kak. Tadi kamu main ke mana, sepulang sekolah?"

"Bermain basket dan mengantar Jamal pulang ke rumah. Kakak bertemu Jamal di taman tempat Kakak bermain basket bersama teman-teman."

"Jamal? Dia sendirian? Ya Allah ..."

"Kamu mandi setelah itu makan malam! Bunda sudah memasak menu makanan favorit Kakak."

"Siap Bunda cantik!"

••••

Fahadh membuka pintu kamar Gael dengan pelan. Dan menutup kembali pintu kamar dengan pelan. Kemudian ia menghampiri Gael, anak sulungnya yang tengah terlelap tidur.

"Kalau seperti ini, wajahnya sangat mirip denganku. Benar-benar duplikat wajahku." ucapnya dengan sedikit bangga.

"Bodohnya diriku pernah membencinya. 16 tahun bukan waktu yang sebentar. Bodoh! Aku memang seorang ayah yang bodoh yang membenci darah dagingnya sendiri. Aku menanti kehadiran seorang anak dengan waktu yang lama. Ketika anak itu lahir, aku membencinya hanya karena dia bisu." gumamnya. Fahadh meneteskan air matanya saat mengingat masa lalunya.

"Ayah?" ucap Gael yang tiba-tiba terbangun.

"Ayah kenapa menangis?"

"Ayah sepertinya membuatmu terbangun. Maafkan Ayah, Nak. Kembalilah tidur. Ayah akan menemanimu tidur."

"Kakak sudah besar Ayah!"

"Sebesar dan sedewasa apapun dirimu tetap anak kecil bagi Ayah!"

Gael mempoutkan bibirnya dengan kesal setelah sang ayah mengucapkan tidur. Fahadh tidur di samping Gael dan mulai mengkeloni Gael tidur layaknya seorang anak kecil.

Gael berekspresi tak suka karena ayahnya memanjakannya seperti anak kecil.

"Jarang-jarang Kak, ada orang tua mengkeloni anaknya yang berusia hampir 17 tahun."

"Karena sebentar lagi liburan kenaikan kelas, Ayah akan mengajak kalian pergi liburan ke Batam dan Singapore."

"Memangnya Ayah ada waktu? Bukankan bulan Juni Ayah selalu sibuk karena pekerjaan Ayah?"

"Ayah bisa mengajukan cuti kerja. Tahun baru kemarin Ayah tak sempat mengajak kalian pergi jalan-jalan ke luar kota. Tahun baru kita hanya di sini bersama Kakek, Nenek, dan Om Sean."

"A!"

"Minggu besok, jadi pergi rekreasi Ayah?"

"Jadi. Kita ke Dufan, dan berenang di Atlantis Ancol."

"Tidur! Nanti kamu kesiangan shalat subuh."

Aksara Yang Berbicara (Terbit)✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang