Setelah Pricilla selesai menangis, tanpa aba-aba Zephan mengangkatnya ke dalam pelukannya yang hangat membuat wanita itu terkejut.
"Sekarang kita harus pulang sebelum pak Tua itu datang kemari dan menahan mu di sini." Ucap Zephan yang mengarah pada Kaisar lalu membawa Pricilla pergi dari sana.
Pricilla melihat bangunan putih itu yang kembali tertutup, bangunan itu tampak seperti bangunan biasa sekarang. Zephan dengan cepat melangkah melewati jalan pintas istana. Ketika sampai di kereta kuda dia segera masuk bersama Pricilla yang berada di pelukannya.
Namun, Pricilla merasakan firasat tak enak karena dia melihat wajah Zephan yang menahan emosi. Saat kereta mulai berjalan dengan gerakan tiba-tiba Zephan menjepit tubuh Pricilla di bawahnya membuat wanita itu terengah-engah.
"Sekarang katakan bagaimana aku menghukum istriku yang nakal ini hmm~" seringai Zephan dengan tatapan siap menerkam.
"Dengar, aku tidak bermaksud menghilang dari pengawasan Jorge. Tiba-tiba tubuhku bergerak sendiri mengikuti arah bunyi lonceng itu. Kau tau, aku aneh~" Pricilla berusaha menjelaskan setenang mungkin meski dia tak tau apa yang dia katakan karena gugup.
"Apakah aku terlihat menerima alasanmu? Jawaban tidak!" Zephan menarik resleting gaun Pricilla.
"Eh! Tidak, kita tidak mungkin melakukannya di kereta!" Pekik Pricilla dengan wajah memerah.
"Kita akan melakukannya, Pricilla. Dimana dan kapanpun aku mau." Jawab Zephan tak menyisakan ruang perdebatan diantara mereka. Pricilla hanya menelan salivanya, Zephan terlihat serius dan mungkin sebentar lagi dia tak akan bisa berjalan.
_____________________________
Sorot mata merah itu terus memandang ke langit cerah. Dia melihat bahunya masih di perban akibat luka tempo hari. Sialnya dia tak bisa mengobatinya, luka oleh pedang yang sangat dia benci.
Pikiran Zeno kacau setelah mendengar suara lonceng yang berbunyi di seluruh kekaisaran. Dia tau Pricilla sudah ke sana dan membangkitkan cahaya yang menerangi seluruh kekaisaran meski itu tak dapat dilihat oleh manusia biasa.
Dia ingin sekali merebut Pricilla sekarang dari tangan Zephan. Ini sangat mudah pikirnya, tapi setelah melihat Zephan dia tak bisa melakukannya.
Prang!
Zeno kembali memukul kaca jendela. Mata merahnya menyala hingga berubah menjadi warna violet.
"Kenapa?! Sialan! Dia milikku! Kenapa mereka dipersatukan lagi?! Seharusnya laki-laki sialan itu tak bisa bereinkarnasi, aku sudah menghancurkan jiwanya dengan tanganku sendiri. Lucya, tidak bisa ikut dengan ku, karena si brengsek itu terus memengaruhi pikirannya. Persetan dengan takdir!" Teriak Zeno frustasi hingga membuat awan hitam mulai terlihat.
Dia mempunyai kekuatan yang sangat besar hingga mempengaruhi alam. Karena dia memiliki inti peri Lucya yang sekarang sudah menjadi Pricilla. Jika dia mau, dia bisa menghancurkan kekaisaran sekarang. Namun ini belum saatnya, dia harus menarik Pricilla dengan lembut ke dalam pelukannya.
Agar Pricilla percaya bahwa dia adalah 'Zeno yang sebenarnya'.
Terdengar ketukan pintu, Zeno mengalihkan perhatian. Dia melihat siluet gadis yang selalu menganggunya. Dengan jentikan jari, pintu itu terbuka lebar, menampilkan sosok gadis berambut perak dengan mata kuningnya yang redup.
"Apa maumu, Lyli?" Tanya Zeno dingin dan bersandar di dinding.
"Sa-saya mendengar keributan. Bi-bisakah anda tidak menghancurkan mansion lagi?" Suara Lyli gemetar takut dan dia menunduk.
"Sekarang kau berani mengatur ku huh?" Zeno berjalan ke arah Lyli membuatnya merasa sesak disertai suara guntur yang menggelegar.
Zeno menatap tajam gadis itu. Dulu dia melihat Lyli sebagai gadis yang cocok untuk membangkitkan jiwa Pricilla di dalamnya. Dia memberikan segalanya, tapi Pricilla malah mendapat hal itu tanpa terduga. Dan Lucya bereinkarnasi dalam tubuh Pricilla tanpa Zeno ketahui. Dia lalu mengambil semua kekuatan yang Zeno limpahkan pada Lyli tanpa bersusah payah.
Dan sekarang Lyli hanyalah gadis yang tidak berguna untuknya. Dia mengangkat dagu gadis itu dengan kasar dan melihat warna matanya yang semakin redup seiring ketakutan dalam hidupnya. Padahal dulu warna itu keemasan seperti warna mata Pricilla sekarang dan itu karena efek kekuatan Zeno tapi sekarang itu tak berarti.
Zeno lalu menyeringai licik karena suatu rencana jahat terlintas di pikirannya. Dia mengingat sebuah rencana yang dia lakukan di masa lalu, ini akan membuat Pricilla jatuh ke pelukannya dengan mudah.
"Aku akan memberikan kesempatan untuk mu, hanya untuk kali ini. Sampah seperti mu harus berguna sampai akhir" Ucap Zeno dengan mata Violetnya menyala. Seketika warna mata Lyli kembali bersinar seperti emas dan rambutnya berwarna putih terang.
"Sempurna"
_____________________________
Hujan turun deras, Zephan menggendong tubuh lemas Pricilla dengan gaun dan rambut acak-acakan dari kereta kuda. Kepala pelayan dengan sigap memayungi mereka untuk masuk ke dalam mansion.
"Apakah Nyonya baik-baik saja, Tuan? Atau perlu saya panggilkan dokter?" Khawatir Kepala pelayan melihat Pricilla yang tertidur pulas di pelukan Zephan, wajahnya terlihat lelah seperti melakukan sesuatu yang berat. Zephan hanya menyeringai.
"Tidak. Dia baik-baik saja, hanya terlalu bersemangat dalam melakukan 'sesuatu'." Kepala pelayan mengangguk mengerti.
Zephan akhirnya sampai di kamar mereka, dia membaringkan Pricilla di ranjang dengan hati-hati. Wanita itu tertidur lelap setelah membuat Zephan di luar kendali. Zephan terkekeh mengingat bagaimana terengah-engahnya wanita itu karena ulahnya. Dia menunduk dan mencium keningnya dengan lembut.
Zephan kembali mengingat kejadian di istana tadi. Saat dia mendengar lonceng, jantungnya berdetak kencang. Seakan sesuatu bangkit dari tubuhnya, tanpa sadar dia berlari hingga tiba di depan bangunan putih yang terasa akrab dengan nya. Matanya melebar saat melihat Pricilla terduduk lemas di depan pintu tertutup. Dia langsung mendekapnya dari belakang dan merasakan tubuh istrinya gemetar dengan Isak tangis yang pilu. Itu membuat hati Zephan sakit, dia tau ini pasti ada hubungannya dengan masa lalunya lagi. Dia sebenarnya sangat lelah melihat wanita yang dia cintai masih terjerat masa lalunya tapi dia yakin mereka memang ditakdirkan bersama meski entah darimana keyakinan itu.
Zephan terus memandang wajahnya penuh kekaguman, perasaan rindu itu muncul lagi. Ini sudah sering dia rasakan sejak Pricilla bangkit menjadi Peri. Padahal mereka selalu bertemu, namun kenapa seorang mereka telah bertemu setelah sekian lama. Ini sangat rumit, di satu sisi Zephan tak membencinya.
"Pricilla~ tak peduli apapun kau. Aku akan selalu menerima mu, meski suatu saat di hatimu bukan aku lagi, aku juga masih akan mencintaimu. Jadi, kumohon pilihlah aku. Aku mungkin laki-laki yang kasar tapi jika itu menyangkut dirimu, aku rela melucuti zirah ku hanya demimu, kekasihku, istri ku, cintaku, duniaku...." Bisik Zephan dengan ketulusan dengan air mata tanpa sadar lolos dari pelupuk matanya. Dia berdoa agar wanita ini bahagia bersamanya dengan segala kekurangannya.
To be continued
Hallo guys aku up nih
Btw aku post ulang untuk cinematic cerita ini di tiktok ku
Mohon dukungannya dengan Like, Share, posting ulang, dan komen
Agar cerita ini semakin banyak dikenal🥺🥺🥺
Jangan lupa juga vote and komen Minna di tunggu, please jangan buat aku gak semangat buat up lagi🥺🥺🥺
See you by istri Matthias 🥰
KAMU SEDANG MEMBACA
Male Lead Itu Milikku
Roman d'amourStatus : End Male Lead itu hidupku, satu-satunya yang dapat membuat ku bertahan di dunia yang memuakkan ini. Jika dia mati maka apalagi yang harus membuat ku bertahan? Ku kira aku mati, ternyata takdir mengizinkan ku untuk tinggal di dunianya. "Gran...
