Chapter 39

4.7K 390 10
                                        

Pintu kamar Pricilla terbuka dan menampilkan dirinya dengan gaun pink manis dengan rambut putihnya dihiasi pita pink juga. Dia melihat seorang pria berambut cokelat menunggunya dengan senyum mengembang.

"Selamat pagi, Nyonya~" sapanya ceria, dan dia seperti anak anjing yang imut di mata Pricilla meski tidak seperti tubuhku yang tegap.

"Selamat pagi, Jorge" balas Pricilla lalu berjalan ke depan diikuti Jorge di belakangnya.

Jorge Prospero, sosok lelaki yang menjadi tangan kanan Zephan dan merupakan pemimpin pasukan ksatria Seyla. Saat perang Jorge dijuluki sebagai pedang kedua Zephan karena mampu membunuh musuh dengan sekali serangan. Namun sekarang orang yang katanya mengerikan itu kini dengan patuh mengikuti Pricilla.

Beberapa hari lalu, Zephan mengenalkan Jorge sebagai pengawal pribadi Pricilla. Jorge dengan semangat menggebu-gebu tentu tak menolak melindungi majikannya sekaligus peri kekaisaran. Bahkan dia sudah mempersiapkan diri dan jantungnya agar tidak pingsan saat bertemu dengan Pricilla yang dikabarkan secantik malaikat setelah menjadi peri.

Pricilla masih ingat jelas saat dia tersenyum sopan saat pertama kali untuk Jorge, lelaki itu mimisan hingga mendapat pukulan keras oleh Zephan. Dia bahkan tak percaya apakah lelaki yang dia lihat benar-benar pedang kedua Zephan.

Sekarang Pricilla menuju ke tempat pelatihan kesatria dan ingin memberikan kejutan pada Zephan. Saat ia tiba di sana, matanya melebar saat melihat semua kesatria bertelanjang dada dengan otot perut yang terpahat, tak terkecuali suaminya yang berada di depan mereka.

Jantung Pricilla berdetak kencang melihat otot perutnya yang menggoda disinari cahaya matahari dan ditambah keringat mengalir.

'Astaga,Zephan! Padahal aku sudah sering melihatnya di kamar. Tapi dengan pemandangan seperti ini akan membuat aku mimisan. Ya Tuhan~ kenapa suami sangat seksi, apalagi roti sobeknya' Pricilla tertegun dan tanpa sadar Zephan sudah berada tepat di hadapannya.

"Pagi, cantik~ apa yang membawa mu ke sini hmm?" Tanyanya dengan nada menggodanya.

"A-ah, aku..." Pricilla tak bisa melanjutkan kalimatnya setelah melihat pemandangan di depannya dan membuatnya menelan ludah.

Zephan menaikkan satu alisnya saat mengikuti tatapan Pricilla ke tubuhnya. Dia terkekeh geli lalu mengambil tangan kanan Istrinya dan meletakkan di otot perutnya membuat Pricilla kaget hingga jantungnya ingin keluar.

"Aku lihat kau sangat menginginkannya, jadi sentuhlah sesukamu, istriku~" Bisik Zephan di telinga Pricilla. Refleks wajah wanita itu sekarang seperti kepiting rebus.

Semua orang di sana menonton dengan ceria, seakan mendapatkan drama romantis gratis di pagi hari. Mereka agak terkejut melihat pemimpin mereka akhirnya menemukan tujuan hidupnya. Jorge berusaha untuk menahan tawanya dan dia sangat ingin mengolok-olok Zephan, tapi dia tau setelah dia melakukan itu, maka dia tak akan lagi dapat melihat hari esok.

"Zephan... Jangan menggodaku~" Gumam Pricilla malu membuat Zephan tertawa puas. Lalu menariknya ke dalam pelukan dan mencium keningnya.

"Ayo jalan-jalan bersama~ apa kau mau naik kuda?" Tanya Zephan membuat mata keemasan itu berbinar dan Pricilla dengan cepat mengangguk.

Zephan dan Pricilla pergi sebentar untuk ganti pakaian mereka lalu Zephan meraih tangan Pricilla menuju kandang kuda. Di sana terdapat banyak kuda yang sehat dan besar. Zephan memilih kuda kesayangannya, seekor kuda hitam yang bernama Blake. Kuda itu nampak jinak, dengan hati-hati Pricilla mengelusnya.

"Hay Blake~ aku Pricilla, istri dari majikan mu~ hari ini mohon bantuannya" suara Pricilla yang lembut membuat kuda itu tenang.

Zephan membantu Pricilla untuk naik kuda, lalu menyusul naik di belakangnya nya dan melingkarkan satu tangan di pinggang Pricilla, dia memegang tali kuda dengan tangan satu lagi. Kuda itu mulai berjalan menjauh dari mansion menuju ke hutan Seyla.

Saat masuk ke hutan, mata keemasan Pricilla berbinar-binar. Banyak burung yang hinggap di pohon seakan menyambut kedatangan mereka dan bersiul-siul indah.

"Mereka sangat menyukai peri ku ya~" Kagum Zephan menikmati suasana hutannya yang sangat nyam dan damai seolah mereka menyambut pemiliknya.

"Kau tau, di kehidupan yang lalu aku selalu ditemani oleh banyak binatang di hutan peri. Ada juga binatang suci di sana, yang bisa berbicara dan mereka punya kekuatan" ujar Pricilla dengan antusiasnya membuat Zephan tersenyum.

"Binatang suci? Aku pernah mendengarnya, mereka menyebutnya itu hanyalah mitos belaka. Tapi sekarang aku percaya, karena seorang peri yang menyampaikan hal itu padaku" balas Zephan lalu mencium rambut putih itu.

Sepanjang perjalanan, Pricilla terus bercerita dengan antuasiasnya. Dia merasa kembali nyaman dengan Zephan setelah hari itu. Syukurlah, Zephan tak menakutkan seperti yang dia pikirkan. Dia juga bersyukur Zephan tak memiliki sifat obsesi seperti di novel.

Dan masalah novel, sebenarnya Pricilla masih ragu, apakah sekarang dia masuk ke dalam novel atau ini adalah dunianya. Dia mengesampingkan hal itu terlebih dahulu agar kepalanya tidak meledak karena memikirkan banyak hal.

"Hey, kau sudah banyak bercerita, sekarang tunjukkan kekuatan perimu padaku!" Seru Zephan dengan semangat.

Pricilla mengangguk dengan cepat lalu menadahkan tangannya. Setelah itu, keluar api kecil dari tangannya membuat mata Zephan melebar tak percaya.

"Wow! Itu benar-benar menakjubkan, istriku~" Puji Zephan membuat Pricilla merasa bangga dan tersipu lalu memadamkan api itu.

"Ini baru sebagian kecil kekuatan ku. Aku punya banyak kekuatan yang besar namun aku tak bisa menggunakannya sekarang~" Pricilla menggembungkan pipinya.

"Kenapa? Padahal kau sudah bangkit sepenuhnya. Apa sesuatu terjadi?" Khawatir Zephan, Pricilla mengangguk.

"Aku kehilangan intiku, yang dimana itu mengandung kehidupan dan kekuatanku" jawab Pricilla mengingat lagi kejadian di masa lalu.

Dia ingat memberikan intinya kepada rubah itu, yang berjanji akan menghidupkan kembali Zeno dengan memasukkan inti Lucya ke tubuh Zeno. Jika itu benar, sekarang Zeno hidup dengan inti Pricilla. Dia juga bukan manusia lagi sekarang karena inti itu. Maka sebab itu, dia bisa menerobos ke mansion dengan mudah. Pricilla tak mau memberitahu hal ini pada Zephan, dia akan mencari tau hal ini sendiri.

Mereka melanjutkan perjalanan lagi hingga tiba di sebuah Padang rumput yang luas. Pricilla turun dari kuda kemudian berlari ke sana dengan ceria. Dia tak menyangka padang rumput ini milik Seyla yang sekarang menjadi miliknya. Angin berhembus pelan membuat rambut putihnya berkibar indah dibawah terik matahari.

"Zephan, ini indah~" Pricilla tersenyum manis pada Zephan dengan matanya berkilau seperti cahaya matahari.

Jantung Zephan berdetak kencang, keindahan dunia yang sebenarnya sekarang di hadapannya. Miliknya yang berharga, yang tidak akan dia lepaskan meski dia harus menerima kutukan dari seluruh penjuru negeri. Tubuh mungil itu miliknya, rambut putih itu harus terus ia genggam di antara jari-jarinya, mata emas itu harus selalu menatapnya dan bibir merah itu harus selalu mengucapkan namanya.

"Yeah~ sangat indah~" Mata merah Zephan menyala penuh obsesi yang membuat dia gila dan Terengah-engah.

To be continued

Hey Minna!
Siapa yang kaget Malming ditemenin dua couple ini hehe
Aku lagi mood buat up ini
Karena aku bertekad buat ending cerita ini akhir tahun ini!
Jadi Minna mohon bgt dukungan kalian🥺
Jangan lupa follow akun Tiktok ku ya😤
Dan follow aku ig dg WP
Tinggalin jejak dengan Vote and komen
See you
By Istri Matthias 😋

Male Lead Itu MilikkuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang