Kehidupan manusia itu singkat. Ketidakadilan dunia selalu diributkan pasal hal yang tak selalu tercukupi. Selalu saja merasa kurang tanpa mau mensyukuri.
Tidak dengan Pricilla, dia di kehidupan sebelumnya pun bersyukur dapat makan sesuap nasi setiap hari. Mungkin sebab itu Tuhan mengizinkannya di kehidupan kali ini satu dimensi dengan sang penyemangat sehari-hari.
"Lalala~" senandung Pricilla setelah siap menyantap makanannya.
Sungguh hari yang menyenangkan di pagi ini. Tidak ada yang mengenalinya, wajar Duke tak pernah mengizinkannya keluar. Semalam ia menginap di sekitaran sini setelah menjual emas yang dia ambil. Ingat! Dia ambil! Bukan dia curi! Untungnya semalam ada toko perhiasan yang masih buka, Pricilla dapat satu kantong koin emas yang banyak. Padahal baru satu perhiasan yang dia jual.
Pricilla membuka pintu toko pakaian. Di sana terdapat banyak gaun yang sedang trend saat ini. Banyak lady bangsawan di sana, sedangkan Pricilla hanya mengenakan pakaian maid sekarang. Ah, dia sudah menukar bajunya dengan pelayan semalam.
"Selamat datang. Ada yang bisa kami bantu?" Pegawai toko datang menghampiri Pricilla.
"Tunjukkan aku gaun yang cocok untuk pertemuan dengan seorang laki-laki!" Pegawai itu awalnya tampak kebingungan, setelah beberapa saat ia langsung menuntun Pricilla untuk mengikutinya.
Para nona bangsawan memandangi Pricilla. Jarang ada wanita berpakaian maid berkeliaran di luar. Pricilla tak peduli, dia ke sini juga untuk membeli bukan meminta. Terserahnya ingin memakai apa, selagi ia punya uang bahkan ia sanggup membeli gelar.
'Ah~ Semoga sebentar lagi ada gelar Grand Duchess pada ku' Batin Pricilla sambil menyeringai.
Pegawai itu merekomendasikan beberapa gaun yang dipajang. Pricilla tampak berpikir keras, dia sangat kolot dalam hal style. Akhirnya dia memilih gaun berwarna biru langit dengan lengan pendek. Pricilla tak terkejut mendengar harganya, ia segera menyerahkan kantung koinnya. Tak lupa Pricilla meminta untuk menata rambut dan meriasnya, ia tentu akan memberikan uang lebih.
.
.
.
Pricilla melihat dirinya di pantulan cermin. Ia tak henti berdecak kagum, meski gadis itu memiliki rambut hitam pekat namun jika dia dirias dan ditata pasti akan menampilkan hasil yang memuaskan. Sekarang Pricilla merasa seperti Cinderella, hanya saja bukan kekuatan peri yang mengubahnya tetapi kekuatan uang.
"Hey, kau dengar? Semalam mansion Duke Granet terbakar. Katanya Lady Lyli hampir saja terpanggang di dalam sana. Untunglah dia bisa keluar. Tetapi apakah kau tau fakta yang mengejutkan?" Bisik-bisik seorang nona di sana. Pricilla menyimaknya dengan seksama.
"Putri Duke yang satunya meninggal dalam kebakaran itu!"
"Apa!? Bukankah putri Duke hanya Lyli? Itu hanya rumor bahwa Duke memiliki dua orang Putri" ucap gadis di sampingnya.
'Ah~ Jadi keberadaan ku hanya sebagai rumor saja. Mungkin, suatu saat aku akan menghancurkan keluarga itu dan menghapuskan nama Granet di dunia ini' Pricilla mengepalkan tangannya. Sakit? Tentu saja. Dia bahkan tak dianggap sebagai manusia.
Ah, sudahlah. Pricilla tak mu memikirkan hal yang memuakkan itu lagi. Tujuannya bukan itu, ia segera pergi dari sana. Tak ingin membuat pakaiannya tak sesuai, Pricilla berjalan anggun layaknya putri bangsawan. Dia sudah melihat tata krama bangsawan di komik, novel maupun televisi di kehidupan sebelumnya. Tak jauh beda dengan dunia ini.
______________________________
Pricilla melangkah turun dari kereta kuda. Ia sampai di sebuah mansion yang besarnya dua kali lipat dari kediaman Duke. Penjaga gerbang segera menghampiri nya.
"Ada yang bisa saya bantu Lady?" Tanyanya sopan.
Untunglah Pricilla memakai gaun ini sebelumnya, jadi orang yang melihat berpikir dia seorang putri bangsawan. Memang otaknya sangat bisa diandalkan.
"Aku ingin bertemu dengan Grand Duke" Jawab Pricilla dengan percaya diri.
"Apakah saya boleh tau siapa nama anda?"
"Pricilla Angel Granet. Tolong sampaikan sekarang padanya" Penjaga itu terdiam sesaat, karena gadis itu sangat asing di sini.
"Mengapa kau terdiam? Kau kira waktuku itu tak berharga. Aku kerabat Duke Granet" Penjaga itu langsung bergerak setelah mendengar itu. Pricilla menunggu sesaat di tempat teduh.
Kediaman Grand Duke Seyla. Tak sembarang orang yang bisa masuk ke tempat ini bahkan para bangsawan sekali pun. Grand Duke yang terkenal dingin dan kejam, banyak orang yang takut akan dirinya. Pengaruhnya untuk kekaisaran sangat besar dan tidak main-main. Tetapi ada satu rahasia Duke yang tak boleh sampai orang tau, yaitu Duke sering kali mendapati pembunuh bayaran yang ingin mencelakainya.
Setelah tiga puluh menit kemudian, penjaga itu kembali. Hari begitu terik, sangat tidak sopan membiarkan seorang Lady menunggu di luar gerbang. Jika itu orang lain, Pricilla pasti akan memakinya sekarang tetapi orang itu adalah bias(karakter favorit)nya.
"Lady, mari ikut dengan saya. Anda dapat menyerahkan tas anda kepada saya" Ucap penjaga itu melirik tas yang dipegang oleh Pricilla.
"Tidak. Ayo kita segera pergi!" Penjaga itu tak punya pilihan lain ia menuntun Pricilla.
Ah, lagi-lagi Pricilla berdecak kagum akan dekor bagian dalam mansion itu. Itu sangat luas biasa, dia bahkan bisa membuat stadion sepak bola di sini. Banyak lukisan serta benda klasik yang dipajang di sepanjang lorong.
Pricilla sampai di ruang yang telah dituju. Penjaga itu menyuruhnya untuk duduk terlebih dahulu sembari menunggu. Ia menaruh tasnya di bawah, agar tak merusah pemandangan. Pelayan masuk lalu menyajikan teh dan cemilan, Pricilla tak menyangka dia akan disambut sebaik ini.
.
.
.
Ting!
Untuk sekian kalinya teh di gelas Pricilla habis. Orang yang dia tunggu tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Benar, ini tak mungkin semudah itu. Apalagi jantungnya berdegup kencang setiap detik menunggu kedatangan orang itu.
"Akh!" Ringis Pricilla saat tiba-tiba rasa sakit menyerang kepalanya. Mungkin ini bukan pertama kalinya, tapi saat ini dia harus berjuang untuk bertahan sampai orang itu tiba.
TRAKK!
Pintu terbuka, Pricilla yang semula menunduk kini mendongak. Matanya membulat, jantungnya berdetak lebih kencang dari pada sebelumnya. Rasa ingin menangis sejadi-jadinya, ini kah rasanya fans saat bertemu dengan idola mereka?
Lelaki berambut hitam dengan mata merah menyala, bagi sebagian orang dia terlihat menakutkan. Namun, di mata Pricilla itu mengagumkan. Sekarang bahkan Pricilla tak henti-hentinya mengucapkan syukur di hati karena berhasil sampai di sini.
"Aku tak pernah mendengar bahwa Granet mempunyai kerabat, yang datang kemari" Suara berat lelaki itu, membuat Pricilla semakin meleleh bagaikan coklat panas.
"Eum, siapa nama mu tadi? Ah, Pricilla Angel Granet ya?"
DEG!
Namanya! Nama Pricilla berhasil keluar dari mulut lelaki itu. Pikiran Pricilla benar-benar kosong, ia seperti terlempar ke dimensi lain. Kebahagiaannya yang begitu sederhana namun berarti. Tidak! Ini sangat berharga dari apapun di dunia ini.
"Hah! Sepertinya kau hanya seorang penipu! Aku tak ingin menghabiskan waktu ku untuk mu" Lelaki itu kembali berdiri dan berjalan pergi, Pricilla panik tak tau apa yang ingin dia katakan lagi.
"Grand Duke menikahlah dengan saya!" Kalimat itu keluar bagai air yang mengalir. Lelaki itu berhenti lalu berbalik.
"Kau sudah tidak waras?"
To Be Continued
Hay guys aku update ni hehe
Kalian ngerasa ngk sih kalo cerita ini mirip salah satu cerita di Webtoon?
Ya aku terinspirasi dari sana
Tapi ngk sama ya gess
Pricilla disini adalah kita yang kalo berhasil masuk dunia novel 😔
Sengaja sih buat gtu hehe
Jangan lupa follow untuk update lanjutan, Vote and komen ditunggu
Seeyouu
KAMU SEDANG MEMBACA
Male Lead Itu Milikku
Roman d'amourStatus : End Male Lead itu hidupku, satu-satunya yang dapat membuat ku bertahan di dunia yang memuakkan ini. Jika dia mati maka apalagi yang harus membuat ku bertahan? Ku kira aku mati, ternyata takdir mengizinkan ku untuk tinggal di dunianya. "Gran...
