Chapter 50

5.4K 366 10
                                        

Di kekaisaran sedang riuh, karena kasus menghilangnya Peri Agung. Rakyat mengatakan apakah kekaisaran akan ditimpa bencana? Bahkan Kaisar sendiri tidak mampu menjawab pertanyaan itu.

Kediaman Granet juga kacau setelah kepergian Zephan, Duke Granet dihukum sementara waktu karena kejahatan menahan seseorang yang tak diketahui identitasnya. Dia tak diizinkan meninggalkan mansion, ada banyak penjaga istana di sana.

Sedangkan di kamar tidur yang terlihat mewah itu, terlihat Duchess menutup matanya setelah sakit parah. Lyli terisak di samping sambil memeluk tubuhnya yang sudah tak bernyawa. Duke hanya bisa menatap keluar jendela, entah mengapa tak ada kesedihan seperti dia kehilangan istri pertamanya.

Akhir-akhir ini dia tak bisa tidur, dia teringat setiap kenangan masa lalu dimana Pricilla kecil memeluknya erat dengan rambut putihnya yang tergerai. Entah kenapa dia tak ingat akan hal itu seperti itu adalah sebuah ingatan yang hilang dari kepalanya.

Dan penyesalan hadir, sebenarnya dia sudah sangat menyesal pada saat kebangkitan Pricilla. Namun sekarang itu lebih dalam karena dia menghilang, dan bayangan istrinya terus menghampirinya. Membuat Duke dilanda kebingungan serta keresahan.

"Ayah, apa yang harus kita lakukan? Ibu sudah tiada..." Lirih Lyli dengan wajah penuh air mata.

"Kita akan segera memakamkannya" balas Duke datar, mata Lyli seketika melebar mendengar balasan ayahnya yang seperti tak peduli ataupun sedih.

"Ayah, kenapa kamu berbicara seperti itu?"

"Jadi, aku harus berbicara seperti mana!" Ketus Duke lalu keluar dari ruangan itu meninggalkan Lyli yang menangis terisak.

______________________________

Terlihat di hutan yang damai dengan matahari yang selalu menyinari, nampak dua pasangan yang sedang bersandar di batang pohon besar. Mereka menikmati waktu-waktu damai yang begitu romantis di tempat itu dengan burung-burung berkicau indah, bagaikan musik.

"Aku sangat senang hingga tak punya tenaga lagi, bagaimana ini?" Ucap Zephan main-main membuat Pricilla yang sedang bersandar di bahunya terkekeh.

"Aku juga sangat senang, tapi aku bukan lemas, malah bersemangat~" Dia mengeratkan genggaman tangannya pada Zephan.

"Kurasa aku bisa membuat mu lemas jika kau mau~" Zephan mengedipkan matanya nakal. Sontak pipi Pricilla langsung merah padam karena tau maksud suaminya.

Leo hanya bisa melihat dua pasangan itu dengan penuh rasa syukur. Dia berharap mereka terus bahagia termasuk si kecil yang masih belum lahir itu. Meskipun banyak rintangan yang menghadang tapi dia percaya mereka berdua bisa menghadapinya karena cinta mereka abadi.

Mereka banyak bercerita, dimulai dari Zephan menceritakan bagaimana bisa dia memeluk Lyli hingga dia berjuang kemari. Saat kemari dia dihadang oleh beberapa serigala hingga serigala itu menjauh lalu mengantarkan nya ke sini karena dia menyampaikan tujuan tulusnya, untuk menemui peri mereka.

"Astaga, perasaan ku campur aduk kau tau. Aku tak menyangka kau reinkarnasi dari Zeno." Lalu Pricilla mulai bercerita bagiannya.

Dimulai dari dia pergi bersama Alexia yang dia kira Zeno, kecemburuan jelas terlihat di wajah. Zephan mencoba menahannya dengan kuat, karena dia tau bahwa Pricilla hanya mencintainya. Dia sesekali mengusap perut Pricilla saat wanita itu asik bercerita.

"Terima kasih sayang, kau berhasil menyelamatkan ibu mu~" Zephan mencium perut Pricilla setelah tau bayi mereka yang membawanya ke hutan peri. Itu sungguh keajaiban yang luar biasa.

"Tapi aku masih khawatir, jika Alexia datang lagi dan menculikku" wajah Pricilla murung.

"Aku akan melindungi mu dan kita akan memikirkan cara agar bisa merebut kembali inti perimu dari bajingan itu~" Zephan memeluk Pricilla erat lalu mengusap punggungnya agar tenang.

Mereka lalu berdiri dan bersiap meninggalkan hutan peri. Manusia biasa tak boleh terlalu lama di sini karena udara yang tidak cocok. Mereka menyentuh batang pohon suci lebih dulu untuk mengucapkan terima kasih karena telah membimbing mereka berdua sejauh ini. Pricilla juga berjanji akan sesekali mampir kemari bersama Zephan.

"Aku akan selalu menunggu kalian di sini, selalu~" Leo menghampiri mereka dengan tubuh besarnya.

Pricilla memeluk singa itu sebelum pergi, dia merasa bersyukur dapat mengingat Leo lagi. Pasti singa itu sendirian selama beberapa abad setelah kematiannya.

"Kami pasti akan kembali dengan penerus kami, pastikan kamu akan mengajaknya keliling hutan ya, Leo~" Pricilla tersenyum hangat dibalas oleh Auman singa itu membuat semua hewan bersuara menjawabnya.

Zephan lalu menarik tangan Pricilla, mereka melangkah pergi meninggalkan hutan penuh kehangatan itu. Pricilla mengeratkan genggamannya dan melihat wajah suaminya. Dia tau pasti bahwa mereka akan saling melindungi, kali ini dia pastikan akan melindungi Zephan. Apapun yang terjadi, mereka harus bersama dan melihat anak mereka lahir ke dunia ini.

Mereka melewati hutan, tak ada kegelapan hanya sinar cahaya matahari yang tertutupi pepohonan seperti biasa. Sangat berbeda saat Zephan datang tadi. Mungkin ini karena Pricilla bersamanya. Tak lama mereka berhasil keluar dari hutan dan nampak tanah lapang di depan sana. Pricilla melihat Zephan kebingungan.

"Ada apa?"

"Kuda ku menghilang. Sial! Ku harap dia baik-baik saja" Zephan frustasi, padahal tadi dia mengikatnya di dekat pohon. Tapi tunggu dulu, tadi tak ada tanah lapang. Matanya langsung melebar dan menarik Pricilla ke pelukannya. Lalu bergeser ke samping dengan cepat.

Dan benar saja semua lemparan batu yang kencang berhasil melewatinya, itu mengenai sebuah pohon besar hingga bolong. Pricilla cukup terkejut dengan hal itu.

"Wah, wah. Refleks mu cukup bagus, Zephan, atau ku panggil saja Zeno?" Alexia muncul di hadapan mereka dengan wujud aslinya namun masih dengan tubuh Zeno. Ekor yang muncul di punggungnya berjumlah sembilan dan rambut putihnya lebih panjang, dengan mata violet yang menyala.

Pricilla gemetar dan jantungnya sakit karena tarikan dari intinya. Dia meringis kesakitan di pelukan Zephan.

"Pricilla, apa yang terjadi?!" Tanya Zephan panik lalu menatap tajam Alexia. Pricilla bahkan tak bisa menjawab sangking sakitnya tarikan intinya.

"Berikan dia padaku, hanya itu satu-satunya cara~" Alexia menyeringai licik membuat amarah Zephan meledak.

"Bajingan!" Dia menempatkan Pricilla di tanah dengan hati-hati lalu segera menerjang Alexia dengan pedangnya.

Alexia dengan cepat menghindar, dia dengan gesit melompat menghindari setiap pergerakan brutal dari Zephan. Pricilla yang lemah hanya bisa melihat pertarungan itu, dia tak bisa berbuat apa-apa. Alexia dengan liciknya membuat inti itu menariknya, jika dia tak segera mendapatkan inti itu, mungkin Pricilla akan mati bersama bayi di dalam kandungannya.

Pricilla mencoba mengeluarkan kekuatannya namun seperti disambar petir, jantungnya semakin sakit. Dia tidak bisa, dia seperti merasakan deja Vu. Pertarungan Zephan dan dirinya yang lemah hingga matanya melebar.

Pricilla melihat tangan Alexia berhasil menembus dada Zephan dan mencengkram jantungnya lalu mencengkramnya erat. Zephan berteriak kesakitan lalu di detik selanjutnya dia terkulai lemas di tanah.

"Zephan!!!"

To be continued

Hallo aku up hehe
Happy 200k 🥰🥰🥰
Alhamdulillah akhirnya besok ending😭😭😭😭
Siapkan tisu kalian semua ya😭😭😭
Pokoknya stay sore besok okay
Jangan lupa vote and komen biar aku cepet up endingnya besok
Insha Allah 🥰

Male Lead Itu MilikkuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang