Chapter 11

12.4K 1K 16
                                        

Pricilla bersenandung riya sambil mengaduk adonan di tangannya. Setelah hari itu dia jarang melihat Zephan namun sesekali Zephan menghadiri makan malam bersama. Sebuah kemajuan yang besar bagi Pricilla.

Sebentar lagi tepatnya besok malam Zephan akan berulang tahun yang ke dua puluh lima. Biasanya Zephan tak ingin mengadakan pesta, hadiah-hadiah yang dikirimkan oleh bangsawan lainnya dia buang. Dia sangat tidak menyukai ulang tahunnya.

Tetapi tidak dengan kali ini. Karena Pricilla sudah menyiapkan sesuatu yang akan membuat Zephan berdebar. Ini sederhana, Pricilla yakin akan menjadi hal yang sangat berharga bagi suaminya.

Maria datang lalu melaporkan bahwa Zephan baru saja kembali. Pricilla segera meletakkan loyang dan melepaskan celemeknya. Ia bergegas menuju ruangan suaminya, yang baru saja pulang.

Dari kejauhan samar-samar Pricilla melihat seorang laki-laki berambut pirang berjalan membelakanginya. Sepertinya tujuan mereka sama. Pricilla mengerutkan keningnya, Maria tak melaporkan bahwa akan ada tamu yang datang hari ini.

Rasanya familiar melihat rambut lelaki itu. Pricilla bergegas menuju lelaki itu, ia berusaha jalan berdampingan dengannya. Ah, tidak. Pricilla berpikir akan lebih baik jika dia melewatinya. Dan benar saja tak lama setelah Pricilla lewat, suara seorang lelaki berhasil menghentikan langkahnya dari belakang.

"Maaf apakah kau tamu juga?" Tanyanya. Pricilla berbalik, ia tertegun saat matanya bertemu dengan mata merah itu. Kini dia ingat siapa sosok lelaki yang berada di depannya.

"Tidak. Saya nyonya di rumah ini" Ucap Pricilla dengan nada angkuhnya. Laki-laki itu tampak terkejut, ia pasti tampak tak asing dengan wajah gadis itu.

"Ah, ternyata kau adalah Grand Duchess. Maafkan aku yang tak mengenalimu" Senyum ramah lelaki itu. Wajah tampannya mampu membuat semua gadis di kekaisaran bertekuk lutut. Mata merah yang begitu identik dengan kekaisaran dan warnanya begitu sama dengan warna mata Zephan.

"Apakah anda tamu? Seingat saya Zephan tak memiliki tamu yang penting hari ini. Apakah saya salah?" Sinis Pricilla yang menunjukkan rasa ketiksukaannya. Ekspresi wajah lelaki itu tak dapat ditebak sekarang. Rasa terkejut bercampur dengan malu, begitulah nampaknya.

"Aku David De Wero. Aku Putra Mahkota Kekaisaran ini. Ternyata Zephan belum memperkenalkan diriku padamu nyonya" Seringai David, membuat Pricilla ingin menampar pipinya.

Mengapa? Karena David merupakan tokoh paling dibenci Pricilla di novel ini. Ia bahkan pernah mengutuk David berkali-kali di kehidupan sebelumnya. Alasannya, David lah yang mengirimkan pembunuh bayaran untuk Zephan. Dia iri akan kesuksesan Zephan yang tak lain adalah sepupunya.

Saat ini juga Pricilla berpura-pura tak mengenalnya karena dia sungguh tak menyukai lelaki itu. Dia adalah antagonis sekaligus second lead di novel ini. Malang tapi lebih malang sang Male lead. Pricilla tak mau memberikan rasa iba bahkan secuil pun untuk lelaki itu.

"Maaf atas ketidaksopanan saya. Perkenalkan saya Pricilla Angel Seyla. Senang menyambut Anda di kediaman kami ini, Yang Mulia" Ucap Pricilla setelah membungkukkan badannya. Ia lalu tersenyum formal dengan terpaksa.

"Aku memakluminya karena mendengar kau berasal dari negeri jauh. Bolehkah aku melakukan tata Krama di sini, Nyonya?" David mengulurkan tangannya. Ia bermaksud untuk mencium punggung tangan Pricilla yang merupakan tata krama.

'Tidak. Tidak mau!!! Menjijikkan sekali disentuh oleh orang sepertimu!' Rutuk Pricilla dalam hati. Tetapi sekarang dia sedang berhadapan dengan Putra Mahkota Kekaisaran ini.

Pricilla terpaksa mengangkat tangannya. Sebelum tangan Pricilla menyentuh tangan David. Tiba-tiba sebuah tangan kekar meraih pinggang Pricilla membuat gadis itu terkejut. Ia mendongak dan melihat wajah suaminya di sana.

"Apa yang anda lakukan di sini Yang Mulia?!" Tanya Zephan dengan tatapan tajam. David mengurungkan niatnya lalu tersenyum kecut. Ia tidak menyangka akan mendapatkan kemarahan sepupunya karena hendak menyentuh gadis itu.

"Aku hanya ingin mengunjungi sepupuku saja. Apa itu tidak boleh?"

"Tidak" Ketus Zephan. Dia masih memeluk pinggang Pricilla, tanpa tau bagaimana keadaan gadis itu saat ini.

'Wah wah! Apa ini!? Suamiku sedang cemburu sekarang? Ini persis seperti drama-drama di televisi' Batin Pricilla yang rasanya ingin meloncat-loncat kegirangan.

"Lagi pula kau juga belum mengajak istrimu untuk ke istana. Ayah juga sangat penasaran dengan gadis yang kau nikahi, Zephan" Zephan hanya memasang wajah datar. Dia tidak peduli.

"Kau tidak berubah, hanya saja tidak kesepian seperti dulu lagi ya" Sindir David dengan seringaian yang hampir saja membuat Pricilla melayangkan pukulan ke wajahnya itu.

'Jika tidak ada Zephan mungkin aku akan melayangkan pukulan ke wajah sialan itu!' Pricilla mencoba menahan kesabaran yang setipis tisu.

"Istri saya terlalu berharga untuk bertemu dengan lelaki seperti anda, Yang Mulia. Benar kata anda, saya tidak kesepian lagi karena istri saya sekarang ada dipelukan saya" Tutur Zephan dengan nada yang menusuk.

'Rasakan itu. Ckck, berani sekali dia menghina suamiku' Seringai Pricilla penuh kemenangan.

"Saya pastikan bahwa suami saya akan menjadi laki-laki paling bahagia di dunia ini, Yang Mulia. Jadi anda tak perlu mengkhawatirkannya lagi" Pricilla menyandarkan kepalanya di dada Zephan sambil memamerkan senyuman indahnya.

David sekarang terkekeh, dia merasa sedang melawan dua orang yang salah. Dia juga tak menyangka bahwa gadis itu tak menyukainya, karena David selalu bisa mengambil hati gadis dengan wajahnya. Ini benar-benar menarik pikirnya.

"Sepertinya sudah petang, aku berencana untuk makan malam di sini tetapi aku memiliki janji yang cukup penting. Sayang sekali"

"Kami memang tak berencana untuk menjamu anda, Yang Mulia" Ketus Zephan lagi. David lalu pergi dari sana. Benar-benar tamu yang tak diundang dan juga tidak sopan.

Zephan kembali menjauhkan diri dari Pricilla. Dia juga terkejut sebab dia merasa kesal saat melihat Pricilla berduaan dengan David tadi. Aneh. Perasaan itu lagi-lagi muncul padanya.

"Anu... Suamiku besok malam, bisakah kau datang ke taman belakang? Ada suatu hal yang ingin aku tunjukkan" Tanya Pricilla dengan malu-malu.

"Aku tak mau membuang waktu ku untuk hal yang tak penting" Jawab Zephan dingin.

"Tidak. Ini sangat penting, karena akan ada yang membuatmu terkejut. Jika kau tidak datang, ku pastikan kau akan menyesal" Kini Pricilla mengancam, tak ada cara lain. Meskipun sebenarnya Pricilla sangat takut.

"Hah... Lakukan apa yang kau mau" Pasrah Zephan, Pricilla tersenyum riang.

"Aku akan menunggumu sayang. Selamat istirahat!" Pricilla berlari kecil meninggalkan Zephan sendirian di sana.

"Merepotkan"

To Be Continued

Hallo guys I'm back kk
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan
Ini aku Up menemani ngabuburit kalian hehe

Ouh ya kalo kalian ada baca cerita aku yang Aku Akan Menjadi Antagonis Untukmu masih ada kesempatan buat ikut PO ya! Cek aja di Ig ku!

Ayok doakan supaya cerita ini bisa terbit juga!
Jangan lupa Follow aku, vote and komen yaaa!
Wajib lho!

Male Lead Itu MilikkuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang