Chapter 02

17.3K 1.3K 8
                                        

Veni seorang gadis pintar yang bersekolah di SMA unggulan di Jakarta. Keluarga terbilang pas-pasan dan kondisi rumahnya tak terlalu baik hingga membuat Veni setiap hari ingin pergi. Ia bahkan terus berjuang untuk hidupnya sendiri di tengah keluarga yang broken home, Veni bahkan bekerja paruh waktu untuk mencukupi kebutuhannya. Kedua orang tuanya telah berpisah Veni yang anak semata wayang hanya dapat mengikuti ibu nya tetapi sedikit pun tak dapat merasakan kasih sayang dari ibunya.

Dan ini lah Veni sekarang yang telah menjadi Pricilla. Menghilangkan semua kenangan masa lalu nya mencoba untuk menjadi seseorang yang baru di dunia ini. Pricilla yang malang di novel karena wajah nya terkena luka bakar dia diasingkan ke tempat yang tak layak hingga akhir hidupnya Pricilla tidak diperlakukan pantas sebagaimana putri Duke. Tetapi kali ini berbeda karena dia akan melarikan diri di hari dimana kebakaran terjadi. Wajah cantik nya tentu tak boleh terluka.

"Eum~" senandung Pricilla menyusuri kediaman Granet. Ada suatu ruang yang harus ia temukan.

Pelayan dan penjaga melihat nya dengan tatapan aneh. Jarang gadis itu bisa keluar kecuali dihukum untuk pekerjaan. Tak ada yang berani menghentikan jalannya, mereka takut gadis itu mengamuk. Itu hanyalah cerita yang dikarang ibu tirinya kepada para bawahan untuk tak memperdulikan dirinya.

"Kakak!" Langkah Pricilla terhenti. Ia berbalik ke belakang dan melihat sosok gadis bersurai perak dengan mata keemasan.

"Siapa?" Tanya Pricilla singkat. Gadis itu mendekati nya dengan raut wajah takut.

"Ini aku kak. Lyli adik mu. Apakah karena jarang bertemu kau melupakan ku?" Polos gadis itu. Pricilla sebenarnya tau siapa dirinya, namun ia malas untuk memperdulikan gadis itu yang menjadi musuh terbesar nya.

Siapa lagi jika bukan tokoh utama Lyli Greya Granet. Gadis cantik bersurai perak yang memiliki kekuatan penyembuhan dari peri yang merupakan keturunan Granet. Setiap keturunan Granet yang memiliki rambut perak pastilah memiliki kekuatan yang hebat itu, anugerah satu-satunya bagi Kekaisaran. Padahal dia hanya anak selingkuhan dari ayah Pricilla. Tentunya kebencian itu muncul dalam diri Pricilla dan itu masih bertahan hingga sekarang.

'Setelah merebut semua dari Pricilla, kau juga merebut nyawa male lead ya. Terlalu polos yang memuakkan' batin Pricilla.

"Aku tak pernah ingat punya seorang adik. Lihatlah! Pakaian mu dan pakaian ku berbeda bukan? Tentu saja kita bukan saudara." Lyli menundukkan kepalanya. Benar perkataan Pricilla, mereka jelas berbeda.

"Ta-tapi kita sama-sama Granet kakak"

"Jangan panggil aku kakak lagi! Aku juga tak butuh Granet itu lagi! Untuk apa aku memakai nama itu jika aku diperlakukan seperti babu. Dan kau hanya melihat ku dengan tatapan kasihan tanpa rasa ingin menolong ku. Jadi jangan ikut campur lagi urusan ku!" Kecam Pricilla dengan tatapan tajamnya.

"Kak aku akan meminta ibu..."

"Hey! Bukankah sudah kukatakan tadi?! Sudahlah, laporkan saja tindakan ku pada ibu mu itu. Aku tak peduli jika dia akan menyeret ku ke kamar busuk itu lagi." Pricilla pergi meninggalkan Lyli yang masih mematung. Dia tak peduli bahkan jika gadis itu mengatakan dirinya gila atau apa, dia memang tokoh utama tetapi bukan berarti dia bisa melakukan apapun yang dia mau.

"Male Lead itu harus menjadi milik ku! Tak kan kubiarkan kau merebut nyawanya lagi!"
.
.
.
.
Dan benar saja malam ini Pricilla dikurung dalam kamarnya. Untunglah daya ingat Pricilla sangat baik, ia bisa menggambarkan denah sekarang. Ia akan melancarkan aksinya tengah malam nanti.

"Jika kebakaran itu tak tau kapan terjadi. Alangkah kita harus melakukan lebih cepat agar dapat membantu pelaku." Pricilla menyeringai, dia harus mengucapkan selamat tinggal pada kediaman ini.

"Tunggu lah Zephan aku akan menemui mu"

___________________________

TUK TUK!

Ketukan pintu dari luar membuat sepasang suami istri terbangun. Mereka langsung mengijinkan pelayan untuk masuk.

"Duke telah terjadi kebakaran di dekat Kamar nona!"

"Apa! Putri ku!" Wanita itu langsung keluar untuk menemui anak semata wayangnya, disusul oleh sang suami.

Tanpa mereka ketahui seorang gadis berhasil masuk ke kamar itu saat semua orang sedang panik di sana. Ia membuka laci, dan benar saja ada kunci yang ia cari di sana.

Pricilla segera berlari menyusuri jalan yang jarang di lewati. Semua orang sibuk karena kebakaran yang membahayakan putri Duke. Mereka tak tau bahwa putri Duke satunya yang menyebabkan itu. Ia tak berniat mencelakai adik tirinya, dia tokoh utama pasti dia akan hidup. Lagi pula ia memiliki kekuatan penyembuhan pada dirinya.

Pricilla sampai di ruang bawah tanah. Ia mengeluarkan kunci lalu pintu itu terbuka. Di dalam terdapat banyak barang berharga, termasuk permata dan perhiasan. Pricilla menyeringai jahat.

"Maafkan aku ayah. Aku bukannya mencuri hanya saja mengambil apa yang seharusnya menjadi milik ku" Pricilla segera meraih benda itu satu persatu. Dia harus cepat sebelum penjaga datang.

Jika kalian bertanya bagaimana Pricilla bisa keluar dari kamar nya? Jawaban nya dia keluar dari jendela dengan selimut yang di sambung. Seperti di dalam film, kamar nya berada di lantai atas. Jadi Pricilla yang asli tak kan berani untuk melarikan diri. Berbeda dengan Pricilla yang sekarang dengan tekad yang besar untuk menemui karakter yang ia sukai.

Pricilla menemukan cincin dengan permata hitam. Itu adalah cincin peninggalan ibunya. Dia akan memakai dan menjaganya sedangkan yang lain akan dia jual. Padahal baru tadi pagi ia berusaha mencerna situasi tetapi tak butuh waktu lama untuk nya melancarkan aksi.

Setelah selesai Pricilla pergi menuju pintu keluar rahasia. Ia berhasil mengetahuinya dari novel. Pintu ini sering digunakan oleh Lyli nanti.

"Haha. Bye kediaman tidak tau diri!" Pricilla berhasil menginjakkan kakinya ke luar. Ia segera berlari menuju pusat kota tentu saja dengan jalan kaki. Kediaman Granet begitu dekat dengan pusat kota hanya perlu dua puluh menit untuk sampai.
.
.
.
.
"Tuan. Saya mendapat laporan bahwa kediaman Granet mengalami kebakaran" Ucap seorang pria paruh baya.

"Apa! Bukan kah kita akan merencanakan itu dua hari lagi?" Kesal seorang lelaki yang mengetahui rencananya kacau.

"Seseorang telah melakukan nya lebih dulu dari pada kita tuan"

"Sialan! Cepat cari pelaku itu! Aku akan membunuh nya dengan tangan ku sendiri. Beraninya dia mengacaukan rencana yang telah ku buat!"

To Be Continued

Hay guys aku kembali!
Gimana menurut kalian karakter Pricilla? Apakah seperti kita yang akan melakukan apapun untuk bias yang kita sayangi?
Yuk komen sekarang
Jangan lupa buat Follow and vote
See you🤗

Male Lead Itu MilikkuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang