7. First Class

10.1K 529 4
                                        

Hari ini dunk dan joong akan pergi ke kampus untuk pertama kalinya, keduanya sedang menikmati sarapan dengan earth dan mix.

" joong ke kampus bareng dunk kan? " joong mengangguk.

" bawa mobil? "

" motor dad "

" no bawa mobil aja " ucap mix

" bangkok macet pa motor aja "

" kamu sama dunk lohh "
" nanti dunk ga nyaman "

" gapapa ko pah dunk nyaman "

" no joong bawa mobil aja "

Disinilah joongdunk di tengah jalanan padat bangkok dengan joong mengendari mobilnya.

" maaf ya ka jadi kena macet "

Yang menyetir menengok ke arah dunk sekilas lalu melihat lagi suasana jalan yang cukup padat di depannya.

" gapapa bukan salah adek " kata joong sambil tersenyum takuk adik nya ini merasa tak enak hati.

Mereka sampai di chula tepat waktu, joong melanjutkan kuliahnya di bisnis sedangkan dunk mengambil sastra. Keduanya turun dari mobil hendak menuju gedung masing masing, arah gedung keduanya berlawanan tapi selama dunk berjalan ia merasa ada seseorang yang mengikutinya.

" kaka ngikutin aku? " tanya dunk setelah menengok mendapati joong berjalan di belakangnya.

" kaka anter adek dulu baru ke fakultas "

" gausaa ka nanti telat " dunk membalikan tubuh joong mendorongnya pelan agar sang kaka mau kembali ke gedung fakultasnya.

" ngga ayo kaka anter dulu ga bakal telat tenang aja " joong dengan cepat putar balik tangnya merangkul bahu sang adik dibawanya menuju gedung fakultas sastra.

Joong benar benar mengantar dunk hingga depan kelas nya.

" udah sampe kelas gih kaka balik lagi "

" kamu ngusir kaka? " dunk memasang ekspresi malasnya dia takut kakanya telat masuk kelas dan beberapa orang yang sekelas dengan nya juga telah memperhatikan dunk sedikit malu.

Joong paham adiknya ini sepertinya kesal.

" yaudah kaka pergi dulu, nanti pulang sama kaka " tanganya mengelus rambut dunk sekilas sebelum pergi meninggalkan adiknya.

Dunk masuk ke kelas pertamannya, ada beberapa orang yang ia kenal karena satu sma sebelumnya seperti phuwin, dew dan fourth.

Dunk duduk di barisan ketiga dari depan disamping phuwin.

" pacar lo? " yang ditanya bingung menengok kanan kiri mencari orang yang phuwin maksud.

" yang tadi di luar " lanjut phu

" kaka tiri gw "

" kok bisa? "

" panjang ceritanya phu "

Meski dunk bertemu dengan teman sekolahnya dulu tapi tak ada satupun yang tahu masalah keluarga nya.

---
Joong berlari ke gedung fakultasnya setelah mengantarkan dunk, sejujurnya ia juga takut telat masuk kelas pertamanya tapi rasanya tak bisa membiarkan dunk sendirian tadi.

Napasnya tersenggal depan kelas untung saja kelas belum dimulai namun sudah sangat padat akhirnya dia dapat tempat duduk di belakang, tepat disamping nya ada pemuda yg sepagi ini bahkan dengan tenang tidur di kelas yang jika joong pikir kelas sedang dalam kondisi sangat berisik.

Saat ingin duduk ke tempat kosong dirinya melewati pemuda tersebut tak sengaja menyengol kursi yang pemuda itu duduki hingga si empu bangun.

" eh sorry gw ga sengaja "

Pemuda itu melihat sekeliling nya kelas yang sangat padat dan ramai namun mata kuliah belum dimulai.

" dosen nya belum dateng? " joong mengangguk.

" gw pond, pond naravit "

" gw joong archen panggil aja joong " pond mengangguk lalu menguap dirinya masih mengantuk semalam main PS di kosan off hingga dini hari.

" kayanya gw baru liat lo "

" baru pindah ke chula hari ini "

" pantesan " pond kembali menempelkan wajahnya pada lipatan tangan diatas meja jujur saja dirinya masih sangat mengantuk.

" kalo dosen dateng bangunin gw joong " ucap pond sambil terpejam.

--

17.00

Kelas joong akhirnya selesai ia hendak pulang namun menunggu sang adik, bingung bagaimana cara joong menghubungi dunk dia aja tak punya kontak dunk.

" lo ga balik? " joong tak tau kapan pond ada di samping nya.

" balik mau ke sastra dlu gw "

" gw duluan "

Setelah kepergian pond ia berjalan menuju fakultas sastra mencari keberadaan dunk tapi kelas nya sudah kosong menengok kanan kiri tak menemukan sosok adiknya, sedikit mengitari gedung tersebut berharap menemui sang adik.

Dunk sedang duduk di bangku taman sejak 30 menit setelah kelasnya selesai ingin mencari udara segar sekaligus melihat taman dalam gedung fakultasnya, tiba tiba seseorang duduk di sebelahnya membuat dunk menoleh sedikit mendongakkan wajahnya untuk melihat siapa sosok disebelahnya.

" haii sorry ya gw ikut duduk disini "

Dunk mengangguk lagi pula ini tempat umum kenapa dia harus melarang orang tersebut.

" gw perth, lo? "

" gw dunk " ia merasa canggung dengan orang di sebelahnya.

" lo anak sastra? " yang ditanya mengangguk

" keliatan sih lo cantik " kini dunk menoleh membuat lawan bicaranya tersenyum.

" astaga dicariin taunya disini " kini baik dunk maupun perth sama sama menoleh pada seseorang yg berdiri di depan dunk.

" ka archen "

" ayo pulang " joong menarik tangan dunk pelan membuat dunk menarik dirinya dari kursi mengikuti langkah archen di depannya.

" gw dluan perth " ucap dunk buru buru yang masih duduk melampaikan tangannya dengan senyum yang sedari tadi tak ia lepas.

STEP BROTHER [JoongDunk]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang