Paginya keluarga gaillard duduk bersama di meja makan untuk sarapan pagi, mereka makan dengan diam, tak cukup aneh memamg bagi dunk namun iya bagi yang lainnya. Sarapan berlangsung khitmat sampai earth mengeluarkan suara.
" joong akan kembali ke amerika setelah liburan semester selesai "
Tak hanya joong dunk juga mix terkejut pasalnya mix juga belum tahu rencana earth setelah kemarin menasihati putra sulung nya.
" dadd are u serious? " tanya joong kaget.
" sayang apa tidak ada jalan lain, joong belum lama di thailand loh sayang " ucap mix membujuk.
" pilihannya ada ditangan joong sendiri " jawab earth datar.
Dunk? Dirinya diam entah apa yang dibuat sang kaka hingga joong harus kembali ke amerika, sebetulnya apa yang daddy nya dan kaka tirinya itu bicarakan semalam hingga berakhir dengan situasi seperti ini.
Joong pergi meninggalkan ruang makan bukan kembali ke kamarnya namun pergi meninggalkan rumah kediaman gaillard, mengambil kunci motornya jika berada di rumah emosinya akan meluap begitu saja.
Dunk yang melihat semua itu diam tak berani menannyakan hal sedikitpun kepada kedua orang tua nya, melihat daddy nya dengan ekspresi serius setelah memarahi kaka tirinya. Setelah rumah dalam kondisi sepi, kedua orang tuanya pergi bekerja sedangkan joong entah pergi ke mana dunk sudah beberapa kali mencoba menghubungi joong namun nihil, khawatir jika kaka tiri nya lepas kendali dan merugikan diri sendiri.
" halo fourth " ucap dunk di telfon, dunk ingin bertanya pada fourth perihal keberadaan joong mungkin saja joong di kosan mark atau lainnya.
" iya dunk, kenapa lo nelfon? "
" ka archen ada di tempat lo ga fot? "
" kan gw lagi balik kampung dunk mana gw tau, lagian ya temen dia yang lain juga pada balik belum ke kost lagi, napa lo tanya joong berantem lagi? " dunk menggeleng jelas fourth tak akan lihat.
" ngga fot, gw juga gatau dia habis dimarahin bokap "
" nanti gw tanya yang lain deh kalo dapet info gw telfon lo lagi "
" thanks ya fot "
" yoi sans aja dunk "
---
Hari sudah menunjukan malam, kedua orang tua dunk juga sudah kembali ke rumah baik earth dan mix sudah pulang dari pekerjaannya setelah matahari terbenam namun tidak dengan joong. Dunk semakin gelisah, keberadaan joong belum ia ketahui sementara papa dan daddy nya juga belum terlihat mencari joong entah apa yang keduanya pikirkan. Dunk mencoba mendekati mix yang sedang membuat kopi dan teh untuk dirinya dan earth yang sedang bekerja.
" pah " dunk berhenti disamping mix membuat mix menengok sebentar ke arahnya untuk memberikan senyum.
" adek mau teh? Atau susu anget? " tanya mix membuat dunk menggeleng.
" adek mau tanya "
" tanya apa sayang? "
" ka archen buat salah apa? Kok daddy marah " pertanyaan dunk membuat pergerakan tangan mix berhenti diam sejenak sebelum berbicara.
" gapapa sayang "
" papa mau anter kopi ke daddy dulu ya " ucap mix sebelum meninggalkan dunk di area dapur.
Mix tak memberi alasan apapun perihal masalah joong entah apa yang keluarga nya sembunyikan kenapa dirinya tak diperkenankan tahu. Saat jam menunjukan pukul sepuluh malam, dunk kembali melihat kamar joong namun tak menemukan sosok sang dominan di kamarnya. Dunk kembali ke kamarnya memakai hoodie nya lalu turun ke bawah, saat sampai di lantai bawah dunk bertemu earth yang baru saja keluar dari ruang kerja nya mungkin hendak tidur.
" adek mau kemana? " tanya earth melihat si bungsu keluar dari kamar dengan pakaian yang cukup rapih.
" keluar sebentar dadd " dunk kembali melangkahlan kaki nya.
" balik ke kamar " dunk berhenti menatap earth kembali.
" kalo adek keluar cari joong, balik ke kamar " ucap earth tegas membuat dunk sedikit takut.
" tapi ka archen belum pulang dadd "
" biar saja, daddy bilang naik ke atas dunk " ucap earth penuh penekanan membuat dunk mengurungkan niatnya memilih pergi ke kamarnya kembali.
---
Jam dua dini hari joong baru saja sampai di rumah nya dengan keadaan yang cukup berantakan, jalan yang tak tegap dan wajah yang sayu, iya joong pergi ke club malam tadi tujuannya agar menenangkan diri dengan bantuan alkohol hingga membuat dirinya terlihat berantakan.
" ka archen " panggil dunk yang melihat kaka tirinya baru pulang dini hari ketika dirinya terbangun hendak mengambil minum.
" ka archenn hati hati " ucap dunk lagi dengan sigap memegangi joong yang melangkah gontai menaiki tangga.
" lepass " joong menepis tangan dunk pada tubuhnya membuat pegangan tangan dunk lepas, joong berusaha kembali melangkah menuju kamarnya dengan susah payah meski lambat dan sesekali hampir terjatuh membuat dunk geram.
" adek bantu sudah tau kaka butuh bantuan tapi gengsi dibesarin " dunk mengambil alih langkah joong dengan memapahnya sebisa mungkin, kali ini joong tak protes. Bau alkohol sangat kuat di tubuh sang dominan membuat dunk pusing sendiri menciumnya.
" ka archenn minum berapa banyak sih "
" ka archen ini buat salah apa sampe daddy marah begitu "
" kenapa gada yang mau kasih tau dunk "
" cuma dunk di rumah ini yang gatau apa apa " ucap dunk selama berjalan memapah joong meski dirinya mengomel tak jelas namun dengan sisa kesadaran yang joong punya dirinya dapat mendengar ocehan ocehan yang lebih muda tersebut.
Brakkk
Dunk menempatkan joong berbaring di atas kasurnya, membantu joong melepas jaket dan sepatu nya sedikit menarik tubuh joong dengan susah payah agar seluruh badannya dapat tertidur sempurna di atas kasur.
" ihhhh berat bangett "
" kenapa badan kaka besar sekali sihhh " ucap dunk setelah menarik tubuh sang dominan.
" akhirnyaa " dunk hendak kembali ke kamarnya setelah selesai membenarkan posisi tidur sang kaka untuk membiarkan sang kaka tiri tidur dengan lelap.
" dunk " suara joong pelan namun dapat dunk dengar membuat dunk kembali menghadap sang kakak.
" kaka beneran cinta sama kamu " ucap joong sedikit merancau. Dunk hanya diam tak menjawab apapun orang mabuk memang suka berbicara asal bukan, mending dirinya segera kembali ke kamar.
Tangan dunk dicekal membuat dunk kembali menatap joong yg masih memejamlan matanya, seketika tangannya ditarik kuat membuat dunk kaget terhempas di kasur tepatnya diatas badan yang lebih tua.
" kenapa dunk harus jadi adek kaka sih " tanya nya asal mengelus pipi dunk yang berada di depan wajah nya membuat dunk dengan jelas melihat wajah joong.
" dunk .."
" kaka serius "
" serius pas bilang suka sama kamu .. Bukan suka tapi cinta "
Joong mengelus wajah dunk menelusuri setiap bagian wajahnya dan dunk tetap diam membiarkan joong melakukan apa yang diinginkannya tanpa merubah posisi keduanya hinngga joong mencium dunk melumat bibir yang lebih manis menciptakan rasa manis dan pahit akibat alkohol yang tersisa di mulut sang dominan, semakin memiringkan wajahnya untuk memperdalam ciuman keduanya, semakin intens hingga saling membalas pagutan pagutan yang joong ciptakan.
Joong merubah posisi nya membuat dunk berada di bawahnya, tak tertindih karena tumpuan tangan dan lutut nya sebelum kembali mencium dunk dirinya terlebih dahulu membuka baju yang ia kenakan lalu mulai kembali menelusuri mulut yang lebih muda bahkan turun ke bagian lehernya. Tangan joong mulai melepaskan kancing kancing piyama yang dunk gunakan membuat dunk tersadar.
" ka archen stoph " ucap dunk menahan gerakan joong pada piyama nya membuat joong menatap intens dunk dengan tatapan sayu nya, kali ini biarkan joong egois sekali saja.
" percaya sama kaka " ucap joong pelan tanpa mengalihkan pandangan matanya pada mata dunk yang membuat dunk patuh.
Kegiatannya berlanjut tanpa dunk yang memiliki keraguan lagi, membuka setiap bagian piyama dunk hingga yang lebih manis tak memiliki pakaian pada tubuhnya, memberikan dunk kenikmatan kenikmatan yang dapat meyakinkan dirinya bahwa joong tak akan main main dengan hubungan keduanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
STEP BROTHER [JoongDunk]
Diversos" mau kaka gendong? " " kaki adek sakit " lanjutnya. yang ditanya diam masih terduduk disamping trotoar, yang sakit kakinya tapi kenapa hatinya ikut berantakan. " adek berat " jawabnya pelan hampir tak terdengar " kemaren lusa kaka juga gendong...
![STEP BROTHER [JoongDunk]](https://img.wattpad.com/cover/358788527-64-k302437.jpg)