Paginya dunk bangun terlebih dahulu masih di kamar joong, melihat tubuhnya telanjang dengan pelan memakai kembali pakaian yang sempat joong lepas semalam, berjalan menuju kamar mandi kamar tersebut melihat tubuh atas polosnya yang dipenuhi banyak tanda cinta yang tak perlu ditanya siapa pemiliknya, kegiatan semalam tak sejauh yang kalian pikirkan meski tubuh dunk telanjang bulat namun joong tak memiki energi lebih selain menjelajahi setiap tubuh adik tirinya, ga kebololan guys :).
Dunk kembali ke kamarnya setelah melihat joong yang masih terlihat nyenyak tidur, tak beda dari kondisinya yang berantakan. Segera dunk membasuh seluruh tubuhnya meskipun merah merah di seluruh bagian atas tubuhnya tak akan hilang oleh sabun, mungkin hilang empat atau lima hari kedepan.
Dunk turun ke lantai satu untuk sarapan seperti biasanya tanpa membangunkan joong, kaka tirinya pasti perlu waktu banyak untuk istirahat. Joong melangkah perlahan sampai melihat kedua orang tuanya dari atas tangga, senyumnya mengembang hendak memberikan salam pagi namun ia urungkan setelah mendengar keduanya berbicara.
" sayang coba pikirin lagi cara lain selain joong pindah ke amerika, aku gamau loh sayang pisah sama anakku lama lagi " ucap mix dengan suara yang sedikit merayu sambil mempersiapkan sarapan untuk sang suami.
" aku gamau joong nekat buat punya hubungan lebih sama dunk, selain itu apa lagi cara yang ampuh, kamu juga tahu sendiri mereka berdua sudah sejauh mana " penjelasan earth membuat senyum dunk menghilang, jelas telinga nya mendengar itu.
Jadi alasan joong dimarahi, dipindahkan ke amerika lagi dan mabuk semalam itu dirinya? Dunk diam termenung entah sejauh mana yang orang tuanya tahu tapi ini sungguh menyakiti hatinya, perasaan nya salah tempat seharusnya dunk sadar dari awal sebelum dirinya dan joong terlalu jauh bahkan orang tuanya hendak kembali membiarkan joong untuk pergi ke amerika.
Dunk melangkah mundur perlahan lalu berbaik kembali ke atas tangga, paginya kini tak lagi bahagia setelah kebersamaannya dengan joong semalam ternyata sekarang dirinya mengetahui alasan dibalik hal hal yang terjadi di rumah. Dunk memutuskan untuk kembali ke kamarnya diam duduk diatas kasurnya menatap tak minat sisi tembok di kamarnya hingga suara pintu yang terbuka mengalihkan perhatiannya.
" adekk ayo turun, sarapan dulu " itu mix memanggilnya untuk sarapan.
Dunk menghampiri sang papah dengan senyum yang ia buat buat.
" adek ada janji sarapan bubur bareng phu pah " ucapnya bohong.
" adek yang kesana atau phuwin yang kesini? " tanya mix, keduanya melangkah bersama meninggalkan kamar dunk menuju lantai bawah.
" adek yang ke sana pah "
" papah minta daddy anter ya? " ucap mix ketika keduanya tiba di depan meja makan dimana ada earth disana.
" gausa pah adek udah pesen gojek kok bentar lagi juga sampe " ucap dunk lagi, bohong.
" lohh adek mau pergi? " tanya earth mendengar keduanya bicara..
" iya daddy, pah, dadd adek pergi dulu ya " dunk berpamitan pada keduanya.
" iya sayang hati hati ya " jawab mix pada si bungsu.
Dunk mulai keluar dari kediaman gaillard, tak ada ojek online yang ia bicarakan sebelumnya, tak ada phuwin yang mengajaknya sarapan karena memang phuwin belum kembali ke bangkok, dirinya hanya berjalan entah ke arah mana yang jelas dunk tak ingin berada di rumah saat ini.
Dunk menulusuri jalanan dengan udara pagi yang masih cukup baik sebelum bercampur antara panasnya matahari dan udara kendaraan bermotor, dirinya berhenti di sisi sungai tak jauh dari rumahnya namun tak begitu dekat juga. Menatap tak minat air yang cukup tenang duduk di sisi sungai tersebut memikirkan hal yang menimpa nya sekarang, dunk mungkin lebih memilih tak dekat dengan joong agar perasaan keduanya tak tumbuh, namun benar perkataan earth jika keduanya tetap pada atap yang sama akan sulit untuk melakukannya, apakah dirinya harus pergi dari rumah tersebut.
Di tempat lain joong baru menuruni tangga setelah mengambil waktu untuk mandi, duduk di depan kedua orang tuanya yang hampir selesai pada sesi sarapannya sedangkan dirinya baru saja mengambil sehelai roti dengan penawar mabuk yang dia ambil di kulkas sebelumnya.
" seminggu lagi liburan semester berakhir, papa akan mengurus seluruh berkas perpindahan universitas mu " ucap earth pada anak sulungnya.
Tak mendapati jawaban apa apa, joong diam saja tetap menyantap sarapannya membuat mix heran, anaknya tak pernah tidak sopan seperti itu.
" joong " ucap mix lembut membuat joong menatap keduanya.
" daddy atur saja semau daddy, joong tak akan pergi ke mana pun " ucap nya lalu pergi meninggalkan rumah begitu saja. Perlakuan joong membuat mix memijat pelipisnya, pusing.
---
Malamnya joong kembali ke rumah, tak seperti kemarin dirinya pulang pukul sepuluh malam melihat mix yang duduk di ruang tv sedang menonton sesuatu. Joong tak menghampiri mix dirinya langsung naik ke lantai dua, bukan ke kamarnya tapi kamar dunk, alasan joong pulang lebih cepat adalah karena dirinya tak mendapatkan pesan apapun dari dunk sejak pagi tadi, tak seperti kemaren adik tirinya itu terus terusan mengirimi nya pesan dan sesekali menelfon.
Kamar pintu dunk terbuka menampilkan keadaan kamar yang masih rapih membuat joong memasuki kamar tersebut, jam segini seharusnya dunk di atas hendak tidur atau sedang membaca novel, jika tidak pasti dibawah dengan mix, namun opsi terakhir sudah dipastikan salah.
" dunkk " panggil joong memasuki kamar tersebut.
" adekk mandi ya? " tanya nya lagi mendekati wc kamar tersebut, kosong.
Dunk tak di kamarnya, joong keluar kamar itu menuju ke kamarnya mungkin adiknya ada di kamarnya. Namun nihil dunk juga tak ada di kamar tersebut. Joong kembali turun dengan tergesa melihat mix masih pada tempatnya, segera ia hampiri sang papa.
" pah dunk mana? " tanya joong cepat membuat papa nya bingung.
" dari pagi sih bilang ke tempat phuwin mau sarapan bareng, mungkin masih main atau nginep kangen phuwin kali si adek " jawab mix, jawaban mix membuat joong mengusak rambutnya kasar semakin membuat mix bingung.
" kenapa sih " tanya mix heran.
" phuwin belum kembali ke bangkok pah " ucap joong lalu pergi meninggalkan mix menuju pintu utama rumah tersebut.
" maksudnya dunk bohong sama papah? Tapi kenapa? " tanya mix mengikuti langkah joong yang hendak keluar rumah.
" joong gatau, mungkin papa atau daddy ngomong sesuatu sama dia "
Pintu di buka hujan deras menyapa keduanya, sialan pikiran joong semakin kalut saja, dimana dunk nya apakah dia baik baik saja, apakah dunk kehujanan, joong tak pikir panjang lebih memilih tetap pergi dengan motornya.
" pake mobil joong " ucap mix dirinya pasti tau jika joong akan nekat menggunakan motornya.
Joong menggeleng tetap pergi dengan motornya meninggalkan kediaman gaillard dengan mix yang menatapnya khawatir.
" ngapain sayang? " suara earth membuatnya menengok ke belakang segera menutup pintu utama lalu melangkah mendekati suaminya.
" joong pergi cari dunk " jawab mix earth dapat lihat jika raut wajah mix menampilkan kekhawatiran.
" cari dunk? " heran earth.
" sejak pagi tadi adek belum pulang "
" dia juga bohong, phuwin belum kembali ke bangkok ".
" dia berani bohong kepada kita? " tanya earth membuat mix menatapnya cukup tajam, dibanding memikirkan kebohongan dunk bisakah earth memikirkan keadaan kedua anaknya terlebih dahulu pikirnya.
" pasti ada alasan dibaliknya, aku yakin " ucap mix singkat lalu pergi meninggalkan earth menuju kamar keduanya.
Kemaren pas pond ultah dicium dunkphu aku jadi gemas sampe tantrum terus kepikiran pengen lanjutin cerita sebelah >_< .
KAMU SEDANG MEMBACA
STEP BROTHER [JoongDunk]
De Todo" mau kaka gendong? " " kaki adek sakit " lanjutnya. yang ditanya diam masih terduduk disamping trotoar, yang sakit kakinya tapi kenapa hatinya ikut berantakan. " adek berat " jawabnya pelan hampir tak terdengar " kemaren lusa kaka juga gendong...
![STEP BROTHER [JoongDunk]](https://img.wattpad.com/cover/358788527-64-k302437.jpg)