33. Good bye

5.9K 296 13
                                        

Dunk baru saja keluar gedung fakultasnya saat jam menunjukan hampir jam 7 malam, dirinya mencoba untuk menghubungi sang kaka tiri namun beberapa panggilan tak diangkat dan sisa nya nomor yang ia tuju tidak dapat dihubungi, katanya tak boleh pulang dengan yang lain, katanya nanti pulang dengan dia mana dunk bahkan tak melihat joong sama sekali, bibirnya mengerucut bukan hanya kesal tapi dia juga lelah dan laparr membuat rasa kesalnya berkali lipat.

Dunk memilih untuk mencari sang kaka ke area fakutasnya mungkin saja joong masih ada kelas atau memang ada janji dengan dosennya jadi dunk tak boleh  negatif thinking dulu,  jarak yang ditempuh cukup jauh saat dunk sedang berjalan dirinya bertemu dengan perth.

" dunk " panggilan perth membuat pemilik nama menengok ke arahnya.

" lo belum pulang? " tanya perth lagi.

" lagi cari ka archen dlu perth "

" balik sama gw aja "

" ngga perth, ka archen bilang aku harus pulang sama dia " tolak dunk kalau joong tau dia pulang dengan perth pasti dia dimarahi.

" joong udah balik dari sore " ucapan perth membuat dunk menatap nya heran.

" gw liat joong keluar pake mobil sore tadi sebelum gelap dan gw juga ga liat mobil nya di parkiran sampe sekrang " jelas perth.

Dunk diam apakah ka archen nya meninggalkan dia lagi? Apakah ka archen nya berbohong lagi padanya,  katanya dia tak boleh pergi dengan orang lain jika tak joong izinkan tapi keanapa justru dunk yang ditinggal begitu saja.

" dunk " perth memanggil dunk yang terlihat melamun

" ehh iya perth gw balik dl ya sebelum bus nya ga lewat lagi " tanganya di cekal membuat dunk berhenti.

" sama gw aja, gw yang anter "

" tapi perth "

Terlambat tangannya ditarik dan dicekal cukup kasar tak bohong jika tangan dunk sakit atas perbuatan perth namun wajah perth tak seperti biasanya ada pancaran emosi yang ia keluarkan dan dunk merasa takut dengan hal itu.

" aku bisa pulang sendiri kok perth " perth diam ucapan dunk sama sekali tak ia hiraukan hingga dirinya memabawa dunk ke dalam mobilnya meninggalkan area kampus.

Tangannya tak lagi dicekal membuat dunk sedikit lega namun tetap rasa takut menyelimutinya, aura perth yang diam tanpa ekspresi ini seolah olah wajah tampan nya ditutupi awan hitam tebal membuat dunk tak berani mengucapkan apa apa memilih pasrah saja memunggu hingga sampai rumah.

" sorry gw ga maksud nyakitin lo " dunk menengok ke arah pengemudi menatap perth lalu mengangguk pelan.

" biar lo ga tegang " perth menyodorkan sebotol minum ke arah tubuh dunk membuat dunk mengambil alih minum tersebut, mungkin benar kata perth dirinya perlu minum agar tak tegang.

Mobil perth telah terparkir sempurna sampai di tujuan, perth menengok ke sebelah senyumnya merekah dunk terlelap membuat perth turun dari mobil nya beralih ke kursi penumpang memilih untuk mengangkat tubuh dunk berjalan ke arah kamar apartement nya. Benar perth tak membawa nya pulang ke kediaman gaillard namun ke apartement nya dan dunk tidak semata mata tidur, perth memberinya obat pada minuman dunk.

Alih alih membaringkan dunk diatas kasur nya perth menempatkan dunk pada salah satu kursi makan  yang ia tarik hingga menghadap pintu utama mengikat tangan dan kaki dunk pada tangan dan kaki kursi tersebut.

" lo tuh cantik dunk tapi sayang gw benci sama lo " ucap perth menatap wajah dunk yang tengah terlelap.

" ayo kita lihat kaka tiri lo bisa dateng tepat waktu buat liat lo mati atau justru cuma bisa liat jasad lo nanti " perth tersenyum lalu meninggalkan dunk sendirian dirinya pergi memasuki kamar.

STEP BROTHER [JoongDunk]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang