Sudah 15 menit joong mencari dunk dia juga tak mengenali teman dunk sama sekali sudah ratusan kali sepertinya ia menengok kanan dan kiri.
" gw dunk " joong seperti mendengar suara dunk menengok kanan kiri akhirnya menemui adik yang dicarinya sedang duduk dengan seseorang.
" lo anak sastra? "
Joong diam mendengar percakapan keduanya terlebih dahulu.
" keliatan sih lo cantik " joong memutarkan matanya malas. Bergerak menghampiri sang adik.
" astaga dicariin taunya disini "
" ka archen "
" ayo pulang "
" gw dluan perth " ucap dunk buru buru.
----
Dunk dan joong berada di mobil yang joong setir menuju kediaman Gaillard.
" tadi siapa? " tanya joong.
" perth "
" temen? "
" ngga ka, dunk juga baru ketemu sama dia tadi "
Joong mengangguk bisa bisanya baru ketemu udah bilang cantik.
" adek punya handphone kan? "
" punya ka daddy yang beliin sebelum ka archen dateng ke thai "
Joong mengeluarkan ponsel nya dari saku celana memberinya kepada dunk sedangkan tangan satunya ia pakai untuk menyetir.
" coba ketikin nomer adek, kaka susah tadi cari cari kamu di fakultas "
" maaf ya ka " tangan dunk menerima ponsel kaka tirinya mengetik setiap nomor yang ia ingat di kepala lalu mengembalilakannya pada pemilik ponsel.
" gapapa kok "
Sesampainya dirumah ketika baru saja membuka pintu rumah keluarga Gaillard yang joongdunk lihat pertama kali adalah tiga koper besar di ruang keluarga.
" koper siapa dad? " tanya joong ia melihat sang daddy berjalan kearah nya.
" daddy and papa " mix mengangguk
" kalian mau kemana? "
" daddy sama papa ada kerjaan joong di hongkong "
" joong nanti jaga dunk di rumah ya " ucap mix mendekati dunk lalu mencium kening anak bungsu nya.
" papa lama perginya? " mix terkekeh dunk seperti anak sd yang mau ditinggal orang tuanya.
" mungkin, papa belum bisa pastiin "
" jangan sedih kan ada kakak " Ucapnya mengelus pipi si bungsu.
Joongdunk mengantar kepergian orang tuanya di depan rumah, enggan diantar hingga bandara kata papa mix takut capek baru pulang kuliah.
Dunk terlihat murung setelah mobil kedua orang tuanya meninggalkan pekarangan rumah.
" jangan sedih " joong merangkul pundak dunk disebelah nya.
" ngga kok " ucapan dan mukanya sangat berbanding terbalik joong jadi gemas liat wajah adek nya seperti ingin mengis, ia memeluk yang lebih muda mengusap punggung belakangnya pelan tp wajah joong tak bisa menyembunyikan senyum nya.
---
19.30
Malam ini dunk bosan dirinya merebahkan badan nya pada sofa depan tv di ruang keluarga Gaillard biasanya mix akan menemaninya menonton drama korea sambil saling memuji pemain di layar tv sekarang tak satupun orang yang menemani nya.
Joong turun dari tangga dengan jaket kulit ditubuhnya tangannya memutar mutar kunci motor hendak pergi ke luar namun langkahnya berhenti ketika melihat dunk dengan baju tidur lengan pendek dan celana pendek nya berguling guling malas diatas sofa.
" ngapain dek? "
Yang dipanggil mendongak jadi posisi dunk ini rebahan terus posisi joong berdiri si sebelah kepalanya pas dunk mendongak posisinya ia melihat joong dari bawah gitu.
" guling guling " jawab nya malas.
" ngapain guling guling " joong gemas kenapa si adek nya ini berbicara dengan posisi begini.
" bosan "
" kaka mau kemana? "
" ke kosan temen " jadi pas di kampus joong join grup wa circle nya pond terus mereka ngajak PS bareng di kost off jadilah joong mau pergi ke kost off tapi ia lupa jika di rumah nya ada bocah menggemaskan ini.
" ohhh " dunk kembali dengan posisinya sakit lama lama lehernya mendongak seperti itu dunk memilih kembali guling guling di atas sofa.
" ayo beli es crem " dunk kembali mendongak senyum tp segera ia tarik senyumannya.
" katanya mau ke kost temen "
" gajadi, sama adek aja ayo makan es cream kata papa adek suka es cream "
Dunk kepalang senang langsung bangun dari tidurnya duduk bersila diatas sofa menghadap kaka tirinya sambil tersenyum simpul.
" benerr yaaa " joong mengangguk.
" dunk ganti baju dulu ka archen tunggu ya sebentar " dunk lari ke atas segera mengganti pakaian nya.
Selesai dengan baju nya dunk memakai hoodie biru langit dengan jelana jeans panjang.
" kita pake motor gapapa ya "
" iya ka "
Motor joong membelah jalanan kota bangkok membawa si manis mencari es cream untuk mengusir bosan.
---
Dunk memilih es cream vanila sedangkan joong memilih es cream dark chocolate keduanya menikmati es cream bersama di salah satu kedai es cream di bangkok.
" enak ?"
" eemmm enak, makasih ya ka archen " joong tersenyum.
" mau coba punya kaka? "
" enak? "
" enak dong " joong memberi suapan kehadapan mulut dunk lalu diterima nya oleh dunk.
" iihhhh pait " dunk segera memasukan es cream vanila pada mulutnya agar rasa pahitnya hilang.
" kaka bohonggg "
Dunk dengan muka kesal nya namun justru terlihat menggemaskan menatap joong di depannya yang masih tersenyum simpul melihat dunk.
" emang enak kok " ucap joong sambil menyendokan es cream ke dalam mulutnya sambil tersenyum.
Dunk merinding lihat nya selera joong jauh sekali dengan dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
STEP BROTHER [JoongDunk]
Random" mau kaka gendong? " " kaki adek sakit " lanjutnya. yang ditanya diam masih terduduk disamping trotoar, yang sakit kakinya tapi kenapa hatinya ikut berantakan. " adek berat " jawabnya pelan hampir tak terdengar " kemaren lusa kaka juga gendong...
![STEP BROTHER [JoongDunk]](https://img.wattpad.com/cover/358788527-64-k302437.jpg)