Dunk sudah sembuh sudah mulai melakukan kegiatan seperti biasanya, seperti sekarang dirinya berada di taman yang berada di dalam fakultasnya sedang mengerjakan tugas sembari menunggu kelas lainnya.
Dunk suka dengan pemandangan taman hijau meski kecil karena di dalam ruangan namun sedikit membuatnya senang dibandingkan dengan perpustakaan. Saat sedang berkutat dengan laptopnya sesuatu yang dingin menerpa pipi dunk membuat sang empunya mendongak.
" minuman dingin biar lo seger " seseorang yang baru datang ini mengambil posisi duduk disamping dunk.
"thanks" tangan dunk menerima minum yang perth berikan.
" nugas ya? " dunk mengangguk melanjutkan tangannya mengetik sesuatu di laptop.
" lo anak sastra juga? " yang ditanya menggeleng.
" anak hukum gw "
" kok ke fakultas sastra? " kini dunk menatap orang disebelahnya yang sedang menatap entah pohon atau apa di depannya.
" awalnya anter tugas temen gw yang ketinggalan tapi malah liat orang cantik jadi gw sengaja main kesini kali aja ketemu lo terus " perth menoleh ke dunk di kata terakhirnya membuat dunk sedikit gelagapan kembali melihat layar laptopnya.
Lucu batin perth tersenyum tipis.
Sudah 30 menit keduanya duduk dengan diam dunk yang sibuk dengan tugasnya dan perth yang enggan mengganggu dunk menyibukan diri dengan ponselnya.
" dunk " perth menoleh kearah dunk membuat dunk menoleh kearahnya.
" gw boleh minta nomer lo? " perth mengulurkan ponselnya di depan badan dunk membuat dunk menatap ponsel tersebut hendak mengambilnya.
" dunkkk " keduanya menoleh melihat seorang lelaki berlari menghampiri dunk.
" hah hah dunk lo dicariiin phi tay hah gila capek banget lari kesini " fourth datang dengan nafas senggal di depan dunk.
" minum dulu " dunk mengulurkan minuman dingin yang tadi perth berikan.
" nahh bener banget gw haus " fourth mengambil botol minun tersebut menenggaknya hampir habis.
Dunk membereskan barang barangnya ke dalam tas lalu berdiri hendak menemui phi tay, phi tay itu senior nya di club debat.
" perth gw duluan ya" perth mendongak menatap dunk yang sedang berdiri lalu mengangguk sambil tersenyum, kebiasaan perth ditinggal dunk :).
" lo bukan nya anak hukum ya temen nya mark? " perth menoleh kearah fourth ternyata anak sastra di depannya itu mengetahui sohib nya lalu ia mengangguk.
" fourth gw temen mark di kosan " ucap fourth mengulurkan tangannya.
" perth " perth mengangguk lalu uluran tangannya dibalas oleh perth.
" yaudah perth gw dluan " ucap fourth bangkit lalu pergi meninggalkann dirinya.
---
Setelah selesai dengan urusan club nya dunk hendak pulang kerumah tak cukup malam sekrang masih jam delapan malam, tadi kaka tirinya sudah pulang sejak senja dan dunk menolak untuk dijemput akhirnya pergi untuk pulang kerumah sendirian dengan ojek online.
Saat baru saja memasuki rumah justru ia lihat kaka tirinya menuruni tangga dengan setelan jaket jeans memegang kunci motornya hendak ingin keluar rumah sepertinya karena wangi parfume nya begitu menyengat.
" baru pulang dek?"
" iya, ka archen mau kemana? "
" ke club sama pond "
" udah izin papa ka? " tanya dunk membuat joong mendekat meletakkan tanganya pada kedua pipi dunk yang menatapnya.
" kaka sudah besar dek ngapain izin papa lagian di amerika juga sudah sering mau tau vibes club thailand gimana "
" kaka pergi dulu yaa " ucapnya mengecup pucuk kepala dunk sekilas sebelum melepaskan tanganya lalu pergi keluar rumah..
" ka archen " joong menghentikan langkahnya menengok ke arah dunk.
" pulang jam berapa? "
" adek tidur aja pokoknya jangan nungguin kaka " lalu pergi menutup pintu utama kediaman gaillard, membuat dunk menghela napasnya kasar memilih segera menuju kamarnya untuk mandi.
24.00
Dunk masih berkutat dengan laptopnya mengerjakan tugas yang mulai menumpuk agar bebannya sedikit ringan besok, dunk melihat jam dinding sudah tengah malam joong belum juga pulang.
Dunk memutuskan untuk tidur teringat perkataan kaka tirinya untuk tidur saja dibanding menunggunya datang pulang.
04.00
Dunk terbangun dari tidurnya merasa sangat haus namun air minum dikamarnya habis, dengan kesadaran yang belum penuh ia memilih turun ke dapur untuk mengambil air minum. Dunk menuangkan segelas air dalam gelas genggamannya lalu ia minum habis dan mengisinya ulang untuk ia bawa ke atas, namun saat hendak menaiki tangga ia melihat seseorang yang tengah tertidur di sofa ruang keluarga, seperti tidak asing dengan pakaian yang orang tersebut pakai dunk segera mendekati orang tersebut.
Benar saja dugaanya itu joong kaka tirinya yang tengah tertidur entah sejak kapan terlihat sedikit berantakan karena effek minum. Dunk mebantu membenarkan posisi joong yang tengkurap menajadi terlentang di sofa yang cukup besar, melepaskan sepatu dan kaoskaki yang joong pakai, sabuk pengaman yang joong kenakan agar tak menekan perutnya dan melepas jaket denim yang joong kenakan menyisakan kaos hitam pendek di dalamnya, semua itu dunk lalukan dengan susah payah karena tubuh joong yang besar hendak membawa kembali ke kamar kakanya juga sangat mustahil.
Akhirnya dunk kembali ke kamarnya mengambil selimut di lemarinya untuk menutupi tubuh kaka nya agar tak kedinginan, dirinya kembali ke lantai satu menyelimuti tubuh besar kaka tirinya.
" eemmm " joong mengeluh dalam tidurnya
Saat hendak kembali ke kamarnya tangan dunk dipegang oleh joong membuat dirinya membalikan badannya melihat ke arah joong yang tertidur dengan tak nyaman, apa karena tidur di sofa yaa pikir dunk.
Dunk mengambil posisi berlutut di lantai menghadap kakanya tanpa melepas genggaman tangan joong dari tanganya, mengelus surai kaka tirinya dari depan ke belakang dengan harapan joong dapat sedikit tenang. Setelah ia rasa joong sudah tidak gelisah dunk melepaskan tangan nya dari joong berjalan untuk kembali ke kamarnya namun karena hampir seluruh lampu dimatikan membuat dirinya tak melihat keberadaan meja sedikit menyenggol kaki.
" aduuhhh "
Leguhan dunk membuat joong sedikit bangun meski belum seratus persen sadar ia dapat melihat dunk disana.
" dunk " suara khas bangun tidur yang berat ditambah effek mabuk membuat suara joong terdengar lebih deep dan parau di telinga dunk.
" iya ka, maaf ya jadi kebangun "
" sini "
" hah "
" sini " joong menepuk sisa sofa yang ia tiduri entah menyuruh dunk ikut berbaring atau bagaimana membuat dunk bingung.
" sini " ucap joong lagi, dunk yang bingung hanya mengambil posisi untuk rebahan mengahdap joong dengan sisa tempat yang ada.
" nanti jatuh " ucap joong lagi tanganya ia bawa untuk menekan pinggang belakang yang lebih muda agar merapat kearahnya.
Keduanya diam dalam posisi seperti itu joong yang kembali terlelap dan dunk yang bingung dengan posisi nya membuat dirinya kembali mengantuk menyusul sang kaka dalam mimpi.
KAMU SEDANG MEMBACA
STEP BROTHER [JoongDunk]
Random" mau kaka gendong? " " kaki adek sakit " lanjutnya. yang ditanya diam masih terduduk disamping trotoar, yang sakit kakinya tapi kenapa hatinya ikut berantakan. " adek berat " jawabnya pelan hampir tak terdengar " kemaren lusa kaka juga gendong...
![STEP BROTHER [JoongDunk]](https://img.wattpad.com/cover/358788527-64-k302437.jpg)