Joong menulusuri jalanan dengan hujan deras, penglihatannya cukup kabur membuat dirinya harus ekstra fokus untuk dapat melihat dengan baik kedepan. Sudah tiga puluh menit joong mengitari jalanan di sekitar rumahnya, tak menemukan dunk sama sekali, dirinya mulai memasuki gang gang yang biasa digunakan untuk berjalan kali melihat sekelilingnya berharap menemukan seseorang yang dicari nya.
Dari jauh meski sedikit buram karena derasnya air namun joong dapat melihat sosok dunk yang bediri di sisi sungai entah apa yang ingin dunk lakukan, joong segera memarkirkan kendaraannya dengan cepat berlari ke arah tubuh dunk memeluk nya dari belakang takut saja jika dunk melakukan hal yang nekat.
" kamu ngapain disini? " tanya joong dengan teriak melawan suara derasnya air.
Melihat dunk yang tak menjawab joong segera menarik tangan sang adik ke arah motornya.
" maaf karna adek, kaka jadi dipindah ke amerika "
Sudah joong kira jika dunk mengetahui masalah ini, dirinya segera membawa dunk menaiki motor tinggi nya mengendarai motor tersebut dengan pelan menuju kediaman gaillard. Sampai di depan rumah besar tersebut joong juga masih membantu dunk untuk turun hingga masuk ke rumah itu, dunk dari tadi hanya diam tak berbica apapun.
" lohh adek kenapa? " tanya mix khawatir melihat joong membawa dunk dengan keduanya yang basah kuyup sedangkan earth hanya melihat ketiganya dari jauh.
" kehujanan pah, joong bawa ke kamar ya biar adek mandi " mix hanya mengangguk membiarkan kedua putra nya naik ke lantai atas.
Mix melihat sekilas suaminya yang tak memberikan respon apa apa, dirinya segera ke dapur untuk membuat makanan hangat untuk kedua putra nya.
Sedangkan joong mengantar dunk ke kamarnya hendak membantu nya untuk membersihkan diri karena dunk tak mengeluarkan sepatah kata pun.
" aku bisa sendiri, kaka balik aja ke kamar " ucap dunk datar seperti bukan dirinya.
" ngga biar kaka bantu aja "
" aku bisa sendiri " ucap dunk lg lebih menekankan kalimatnya, joong mengalah meninggalkan dunk di kamarnya pergi untuk membersihkan diri di kamarnya sendiri.
Dunk selesai dengan kegiatan mandi nya rambutnya masih basah namun enggan iya keringkan, dunk duduk di depan meja rias kamar nya menatap nyalang dirinya dalam kaca membiarkan tetesan pada airnya membasahi sebagian bahunya sendiri.
pintu kamar dunk terbuka, bukan joong namun mix dengan semangkuk sop daging di tangannya, tersenyum lembut menatap si bungsu yang masih duduk di tempatnya. Dengan senyum mix meletakan sop pada nakas di sisi kasur tidur dunk lalu berjalan ke arah putra bungsu nya mengambil pengering rambut lalu membantu dunk mengeringkan rambut nya.
" adek dari mana aja? "
" kok hujan hujanan? "
Mix mencoba mengajak dunk berbicara namun tak sedikitpun dunk mengalihkan pandangannya dari cermin di depannya. Mix mengalah melanjutkan pekerjaan tangannya mengeringkan rambut dunk hingga selesai.
" selesai " ucap mix riang.
" makan yuk, papah bawa sop buat adek "
" aku makan sendiri aja pah " ucap dunk pelan.
" makasih udah bantu dunk " ucapnya lagi dengan senyum yang ia paksakan dan itu dapat mix lihat.
Mix memilih keluar dari kamar si bungsu hendak kembali ke bawah namun menemukan joong yang baru saja keluar dari kamarnya.
" papah dari kamar dunk? " mix mengangguk.
" ayo ke bawah makan biar tubuh kamu hangat "
" joong mau ke kamar dunk dlu " joong melangkah melewati papahnya namun tangannya dicekal.
" biarin dunk sendiri dulu " ucap mix membuat joong mengurungkan niatnya memilih mengikuti sang papah.
Joong dan mix duduk berdekatan di ruang makan dengan joong yang menyantap sop buatan sang papah.
" adek ditanyain papah diem aja tau joong " joong mengangguk mengiyakan.
" dia tahu kenapa joong dipindah ke amerika "
" Maksudnya? " tanya mix kaget.
" joong gatau dunk tau dari mana tapi emang iya, mungkin dunk ngerasa salah jadi gitu pah " jelas joong santai, dari jauh mix melihat sang suami yg masih duduk ditempatnya, apakah dirinya perlu memohon pada earth untuk ini?
--
Paginya dunk tak memiliki perubahan apapun, bahkan joong yang mengajaknya bicara juga tak banyak dibalas. Butuh waktu hampir satu minggu untuk dunk dapat mulai ceria kembali, mix sampai pusing dibuatnya, bagaimana tidak jika suasa rumah sama sekali tidak baik apalagi besok harusnya joong tak lagi kuliah di bangkok dan akan segera kembali ke amerika.
Malam ini keluarga gaillard melakukan makan malam bersama tampa earth karena belum pulang bekerja, ketiganya makan dengan khitmat sampai earth datang dari pintu utama mengalihkan perhatian ketiganya, earth berjalan ke arah mereka dengan tatapan yang cukup tajam. Bagaimana tidak sehabis lembur justru earth mendapati berita yang membuatnya marah.
" apa maksud kamu joong, ingin bermain main dengan daddy? " amarah earth berdiri dekat dengan putra sulungnya.
" maksud nya apa sayang? " tanya mix heran, dunk baru saja membaik kini apa yang membuat earth kembali marah pada joong.
" tanya anakmu itu, dia mengundurkan diri dari kampus nya sebelum aku ngurus perpindahan kuliah nya " jelas earth marah.
" joong " panggil mix dengan maksud menanyakan kebenarannya.
Joong menarik napas dalam lalu menjwab pertanyaan kedua orang tua nya.
" joong ga akan kembali ke amerika, joong akan tetap di thailand untuk memperjuangkan dunk, kalo keinginan daddy buat misahin joong dan dunk di rumah ini daddy tenang aja joong akan pergi dari rumah ini, dan joong akan kembali buat ambil dunk " ucap joong panjang dikata akhirnya dirinya menatap dunk sekilas sebelum meninggalkan ruangan tersebut.
" JOONG " panggil earth teriak emosinya sunggung diujung tanduk mencoba mengembalikan joong yang sedang menaiki tangga.
Mix yang paham dengan kondisi ini segera mengalihkan perhatian earth dengan mengajaknya ke kamar meninggalkan dunk yang cukup terkejut dengan kejadian di depan matanya barusan.
KAMU SEDANG MEMBACA
STEP BROTHER [JoongDunk]
De Todo" mau kaka gendong? " " kaki adek sakit " lanjutnya. yang ditanya diam masih terduduk disamping trotoar, yang sakit kakinya tapi kenapa hatinya ikut berantakan. " adek berat " jawabnya pelan hampir tak terdengar " kemaren lusa kaka juga gendong...
![STEP BROTHER [JoongDunk]](https://img.wattpad.com/cover/358788527-64-k302437.jpg)