34. Balas Dendam Perth

5.6K 303 6
                                        

DORR

Baik joong, dunk dan perth kaget dengan suara tembakan tersebut sebelum suara perth memenuhi ruangan.

" arkkkhhhhh " pistol yang dia pegang lepas kini tangannya memegangi bahu nya yang terkena peluru pistol orang lain. Joong yang melihat itu segera melangkah kedepan menyingkirkan pistol dari pandangan perth lalu mencoba untuk mendekati dunk membuka setiap ikatan pada tubuh dunk.

" angkat tangan " dengan cepat polisi meringkus perth yang bereaksi memegangi lengan atasnya yang terluka.

Para polisi menangkap perth memansangkan borgol pada kedua tangannya meskipun begitu  mereka tetap memperhatikan luka pada lengan perth, mereka juga mengamankan senjata yang perth gunakan untuk mengancam korban.

" luka tersangka harus segera ditangani, kami akan membawa tersangka pada rumah sakit terdekat sebelum membawa nya ke kantor polisi, kami tunggu kehadiran korban dan saksi serta pelapor di kantor " ucap salah satu polisi.

" baik pak terimakasih atas kerjasama dan bantuannya " mark mengucapkan terimakasih sebelum polisi benar benar membawa perth pergi.

Flashback on

" kenapa si dia fot? " tanya mark heran melihat punggung joong yang semakin menghilang di pandangannya.

" nyariin dunk " jawab fourth singkat.

" adek tirinya itu?" pertanyaan mark mendapat anggukan dari fourth.

" hubungannya sama perth apa? "

" kayanya temen lo itu suka sama dunk mark cuma joong kurang suka sama perth, gw sempet mikir dunk lg sama perth ya karena itu " mark mengangguk lalu dirinya ingat salah satu cerita teman satu jurusannya itu.

" anjing gw baru inget " ucap mark dengan suara yang cukup tinggi.

" pelan aja bangsat ngomong nya " protes fourth.

" perth itu anak mafia "
" orang tuanya meninggal dibunuh sama mafia dari negara lain katanya penipuan jual beli manusia gitu " kini fourth yang kaget denger ucapan mark.

" kok lo tau? " tanya fourth.

" gw pernah anter dia ke rumah sakit jiwa, ibunya setress setelah ayah perth dibunuh disitu perth sedikit cerita soal hidupnya "

" astaga "
" artinya dunk dalam bahaya mark kalo beneran sama perth "

" karna perth anak mafia? " tanya mark heran.

" lo tau ga kalo kedua orang tua dunk meninggal dibunuh mafia dan dunk diselametin papa nya joong dari perdagangan manusia "

" maksud lo mafianya itu ayah perth dan perth mau bales dendam ke dunk? " fourth mengangguk.

" mungkin kan? Dia bukan suka dunk tapi memang ada niat lain ke dunk "

" gila, rumit banget hidup orang " mark menatap ponsel nya chat dan telfon yang ia layangkan pada perth tak membuahkan hasil.

" gw balik kamer fourth kalo ada kabar besok pagi gw kabarin lo " pundak fourth ditepuk oleh mark sebelum mark kembali ke kamar kost nya. 

---

Paginya mark bangun lebih awal tujuannya karena dia ingin ke kampung halamannya, tak ada alasan khusus hanya ingin bertemu orang tuanya dan pagi adalah waktu yang tepat karena jalanan tak macet.

Mark bangun dengan membuka ponsel nya melihat info hari ini dirinya justru mendapatkan satu pesan singkat dari perth padahal dirinya sudah puluhan kali memberi perth pesan dan telfon semalam dan hanya dibalas dengan sebuah alamat gedung apartment dan nomor kamarnya sangat menyebalkan, mark bangkit hendak membasuh dirinya ingin mandi.  Namun saat langkahnya baru saja masuk ke kamar mandi mark baru ingat jika tujuan dirinya menghubungi perth adalah dunk, dengan cepat dirinya kembali memegang ponsel mengirim pesan tersebut pada joong, tak jadi mandi hanya cuci muka mark buru buru menuju kamar fourth di sebelahnya mengetuk pintu tak santai.

" apaa sih anjir masih pagi " fourth membuka pintu dengan menampilkan tampang bangun tidurnya. 

" perth, dia bales pesan gw " fourth langsung sadar dari linglung nya mendengar ucapan mark.

" buruan ganti baju kita pergi " ucapan mark membuat fourth kembali masuk.

Kini fourth dan mark berada di kantor polisi membuat fourth bingung kenapa tak menuju alamat yang perth berikan saja.

" ngapain kesini? " tanya fourth heran.

" gw yakin joong pasti langsung ke alamat itu tanpa ngajak siapapun, kita bikin laporan sekaligus kesana bareng pihak polisi biar aman. Perth bukan orang biasa fourth dan ga menutup kemungkinan kalo dunk beneran dalam bahaya " penjelasan mark masuk akal kini fourth mengerti memilih mengikuti setiap langkah mark.

Setelah menghabiskan waktu untuk membuat laporan kini mark dan fourth bersama dengan beberapa polisi menuju lokasi tempat tinggal perth.

" 407, kamarnya di depan pak " ucap mark pelan, tiga polisi bersama mereka melanglah kedepan dengan pelan, senjata dengan siap ditangan mereka melihat jika kamar apartment tersebut terbuka yang tak memancing rasa penasaran pengunjung lainnya krena terletak diujung.

Setelah tepat disamping kamar perth polisi dengan mark dan fourth tak langsung mensergap kejadian di dalam mereka memilih untuk berada di dekat pintu terbuka dengan menderngarkan setiap percakapn target dan korban di dalam tujuannya adalah memahami kejadian di dalam dan menerka posisi korban dan target hingga terdengar hitungan oleh target membuat polisi semakin sigap dengan keadaan yang terjadi.

" satu "

" duu a "

" ti ga "

DORR

tepat setelah hitungan perth selesai polisi paling depan dengan cepat melepaskan pelurunya tak berniat mengenai target karena posisi yang hanya menggunakan perkiraan namun sedikit menggores bagian lengan atasnya.

" angkat tangan " dengan cepat polisi meringkus perth yang bereaksi memegangi lengan atasnya yang terluka.

Para polisi menangkap perth memansangkan borgol pada kedua tangannya meskipun begitu  mereka tetap memperhatikan luka pada lengan perth, mereka juga mengamankan senjata yang perth gunakan untuk mengancam korban.

" luka tersangka harus segera ditangani, kami akan membawa tersangka pada rumah sakit terdekat sebelum membawa nya ke kantor polisi, kami tunggu kehadiran korban dan saksi serta pelapor di kantor " ucap salah satu polisi.

" baik pak terimakasih atas kerjasama dan bantuannya " mark mengucapkan terimakasih sebelum polisi benar benar membawa perth pergi.

Joong berhasil melepaskan ikatan pada tubuh dunk dirinya langsung membawa dunk kedalam pelukannya, terasa jika tubuh dalam dekapannya terasa lemas dan bergetar, jujur saja tak hanya takut karena kejadian yang baru dunk alami namun durinya juga merasa sangat pusing dan sakit badan karena kejadian barusan hingga membuat dunk lama lama tak sadarkan diri.

Joong membawa dunk ke salah satu rumah sakit terdekat diikuti oleh mark dan fourth.

" joong gw sama fourth balik ke kantor polisi dulu, lo jangan maksain dunk dia pasti butuh istirahat lo bisa ke kantor besok nanti gw kasih alamat nya " joong mengangguk menderngar ucapan mark.

" thanks ya mark, fourth sumpah kalo gada lo pada gw gatau apa yang bakal terjadi sama dunk " balas joong.

" santai aja bro, jagain adek lo " mark dan fourth pergi meninggalkan kakak beradik tersebut. 

STEP BROTHER [JoongDunk]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang