Paginya joong terbangun lebih pagi dari biasanya, tidurnya tak cukup nyenyak namun sedikit membantu keadaan badannya untuk sekarang, joong hendak meninggalkan kamar dunk dirinya akan menemui dunk pagi ini sebelum pergi ke kampus namun matanya melihat benda di nakas dunk, sebuah gantungan berbentuk bunga matarahari. Joong tak pernah tau adiknya menyukai bunga matahari.
Joong turun dari kamarnya menuju dimana kedua orang tuanya tengah duduk di meja makan.
" kamu mau ke rumah sakit lagi? " tanya earth di meja makan.
" iya dadd terus ke kampus "
" nanti kabarin papa ya kondisi dunk, papa kesana siang nanti " joong mengangguk memulai sarapannya pagi ini.
--
Joong sampai di rumah sakit dengan motornya, dirinya berjalan menuju ruang ICU dimana dunk di rawat. Saat melihat dunk dari tembok kaca joong kaget dia tak menemukan dunk disana, kasur tempat dunk kemarin kosong, sungguh joong sangat panik bagaimana adiknya tak ada di ruangannya dan bagaimana bisa dokter tak menelfon daddynya untuk memberi informasi.
Dengan panik joong menuju loby rumah sakit menanyakan pasien di ruangan ICU, jantungnya berdetak kencang seperti kemarin pikirannya melayangkan dugaan dugaan yang tak diinginkan membuat joong frustasi sendiri.
" suster tolong pasien di ruang ICU kemana ya? "
" pasien atas nama siapa ya tuan? "
" dunk, dunk natachai gaillard " ucap joong terburu buru.
" sebentar tuan " sang suster mengecek sesuatu di komputernya suara ketikan ketikan yang dihasilkan tangan suster tersebut membuat joong semakin panik.
" pasian atas nama dunk natachai? " joong mengangguk cepat.
" pasien sudah dipindahkan di ruang rawat tuan "
Joong shock mana mungkin dunk di ruang rawat semalam baru saja adiknya itu kejang, dan dengan kondisi dunk yang seperti itu sangat mustahil jika berada di ruang rawat sekarang.
" maksud suster apa? "
" pasien siuman tadi malam tuan dan pagi tadi dokter memindahkannya ke ruang rawat tuan "
" ruangann mana sus? "
" VIP 204 tuan "
Joong langsung lari menuju ruangan yang suster berikan, jantungnya kini bedetak lebih kencang dari kemarin dirinya ingin melihat dunk, melihat adiknya. Joong membuka pintu ruangan dengan cukup kasar hingga menimbulkan bunyi yang cukup kencang, seseorang yang tengah duduk bersandar di kepala ranjang menengok melihatnya.
Dunk nya, joong dapat melihat dunk yang tengah duduk menatapnya joong lemas kakinya sungguh lemas joong menghampiri dunk dengan perlahan dirinya bahkan tak sanggup menahan air matanyaa, joong melihat adiknya, melihat dunk sudah membuka matanyaa. Joong langsung memeluk dunk, memeluk tubuh yang sangat dirindukan, tubuh yang terasa lebih kurus dari sebelumnya, joong rindu dengan dunk.
" ka archen sesak tauu " joong melepaskan pelukan nya namun wajahnya masih sejajar dengan wajah dunk yang telah protes meski dengan suara pelan, air mata joong luruhh dirinya menangis, menangis di depan dunk, menangis dapat melihat dunk kembali.
" ka archen kok nangis? " dunk membawa tangan kurusnya ke pipi joong mengusapnya pelan menyapu air mata joong dengan jarinya.
Joong kembali memeluk dunk membuat dunk sedikit kaget, joong menangis dalam pelukannya.
" terimakasih hikss "
" terimakasih sudah bangun "
--
Joong baru kembali ke ruangan dunk dari ruangan dokter yang menangani dunk, dirinya juga sudah memberi kabar ke papa dan daddy nya perihal kondisi dunk. Dokter bilang dunk siuman ketika salah satu suster menggantikan infus yang berada di tangan dunk, dokter bilang jika keadaan dunk mungkin sebuah keajaiban karena efek pasien yang selalu diajak biacara hal positif selama koma.
Joong duduk menatap dunk yang masih sama dengan posisinya.
" kenapa kamu ga minum obatnya? "
" adek mau bohongin kaka ya? " yang ditanya menunduk, joong memegang tangan dunk pelan mengelusnya perlahan.
" adek coba liat sini " joong menyuruh dunk untuk menatapnya dan dituruti oleh sang adik.
" kalo adek gabisa minum obatnya sendiri jangan dipaksa okay kaka bisa bantu adek "
" tapi papa " ucap dunk pelan, joong paham dunk seperti ini karena kejadian tempo lalu.
Joong membawa tangan dunk untuk dicium membuat yang lebih muda menatap wajahnya.
" papa gapapa, daddy juga "
" papa lebih sedih jika dunk seperti tadi tak minum obat " dunk mengangguk samar.
Kamar ruangan dunk kembali terbuka menampilkan sosok papa dan dadddy nya menghampiri joongdunk dengan ekspresi yang hampir sama dengan joong lakukan sebelumnya.
" hikss maafin papa " mix memeluk dunk cukup erat melanturkan kata maaf.
" dunk gapapa pah " ucap dunk pelan membuat mix melepaskan pelukannya.
" ada yang sakit? " tanya mix dan dunk menjawab dengan menggeleng.
" adek beneran gapapa? " tanya earth membuat dunk mendongak melihat daddynya.
" aku gapapa dadd " ucapnya senyum.
--
Joong hari ini tak kuliah niat kuliah nya hilang sudah dirinya ingin menemani dunk di rumah sakit tak mau kejadian sebelum nya terulang kembali, papa dan daddy nya sudah kembali karena daddy memiliki pekerjaan begitu juga dengan mix.
" aku bisa jaga diri tau "
" mending kaka kuliah " joong menggeleng.
" Terserah kaka deh " dunk ingin merubah posisinya menjadi tidur dengan sigap joong membantu dunk dan menyelimuti dunk yang ingin pergi tidur untuk istirahat.
Tiga jam lamanya dunk tertidur hingga dirinya bangun menemukan joong yang tengah tertidur dengan posisi kepalanya di atas ranjang dunk. Dunk mengelua surai joong lembut pasti joong sangat lelah selama dirinya sakit. Gerakan tangan dunk membuat joong terbangun melihat dunk sudah membuka matanya.
" ingin makan? " tanya joong karena sudah masuk waktu dunk untuk meminum obat.
Joong membantu adiknya untuk duduk, menyuapi dunk dengan bubur meski dunk hanya mau memakannya sedikit dan joong akan punya seratus rayuan agar dunk tetap memakan buburnya.
Setelah dunk selesai makan joong kembali membantu dunk untuk meminum obat nya dengan ritual yang biasa dia lakukan, tanpa tanya persetujuan dengan yang lebih muda joong tidak ingin jika dunk kembali mengalami kondiisi seperti kemarin.
KAMU SEDANG MEMBACA
STEP BROTHER [JoongDunk]
Random" mau kaka gendong? " " kaki adek sakit " lanjutnya. yang ditanya diam masih terduduk disamping trotoar, yang sakit kakinya tapi kenapa hatinya ikut berantakan. " adek berat " jawabnya pelan hampir tak terdengar " kemaren lusa kaka juga gendong...
![STEP BROTHER [JoongDunk]](https://img.wattpad.com/cover/358788527-64-k302437.jpg)