CHAPTER 45 (OLD FRIENDS)

96 8 0
                                        

"Itu keretanya!", teriak Hueningkai ketika berhasil menyusul ke tempat Mia.

"Kita akan bagi tugas. Yeonjun, kau dan yang lain bawa semua uniquer itu kembali ke markas Black Owl. Misi selesai sampai sini untuk kalian.", setelah memberi perintah Moa langsung melompat ke arah kereta. Matanya melihat Mia yang sedang bertarung dengan beberapa umano dan langsung menghampiri kembarannya itu untuk membantunya.

"Tapi-Moa!! Haish! Hueningkai kau jaga mereka aku akan menyusul Moa.", baru saja Yeonjun hendak melepas kemudi setir, Hueningkai langsung menahannya.

"Hyung, kalau kau melepas kemudi setir ini, yang ada kami semua bisa celaka! Siapa yang akan menyetir!", Hueningkai tidak habis pikir dengan tindakan Yeonjun yang gegabah.

"Astaga, maafkan aku. Aku melupakan bahwa aku sopirnya.", Yeonjun merutuki dirinya.

"Kalau begitu aku saja, hyung saja yang kembali-Akkhh!! Hyung! Kenapa menarik telingaku?", protes Hueningkai karena kakaknya itu menarik telinganya cukup keras.

"Dan meninggalkan aku di sini sendiri? Yang benar saja!", Yenjun tidak terima.

Pedebatan mereka bedua membuat Bangchan membuka matanya perlahan. "Ugh, ada apa ini berisik sekali?", katanya sambil memegangi kepalanya yang sedikit pusing.

"Kau baik-baik saja?", tanya Yuna sambil membantu Bangchan untuk duduk.

"Eum, yeah... i'm good.", Bangchan melihat ke arah dua pemuda yang tengah berdebat tiada henti itu. Dan kemudian melirik ke arah Yuna. Gadis itu hanya membalas dengan menghela nafas lelah.

"Kalau begitu kalian saja yang menyusul! Kami yang akan bertanggung jawab di sini. Aku sudah muak mendengar perdebatan kalian!", kata Yuna pada akhirnya

"Baiklah, terima ka-Uwaahh!!!", Hueningkai tidak sempat menyelesaikan kata-katanya saat Yuna menggunakan akarnya melempar tubuh Yeonjun dan Hueningkai ke luar dari truk. Sedangkan Bangchan hanya terdiam sambil mencerna apa yang terjadi. Kemudian melirik Yuna di sebelahnya yang hanya menggidikkan bahunya cuek.

Beruntung, reflek Yeonjun yang cepat. Sehingga sebelum tubuh mereka menghantam aspal, Yeonjun berhasil menangkap Hueningkau dan mengeluarkan sayap apinya.

"Dasar perempuan pemarah!", umpat Hueningkai yang sudah melayang menjauhi truk.

"Apa? Kau juga ingin dilempar?", Bangchan langsung menggeleng ribut dan segera duduk di kursi pengemudi. Bersamaan dengan itu akar-akar yang tadi mengendalikan truk sementara mulai menyusut.

.

.

.

Moa langsung melompat ke depan Mia, menjadikan dirinya tameng untuk kembarannya itu, hingga membuat dentuman cukup keras di atap kereta. Bahkan kedua musuh itu terpental beberapa meter ke depan gerbong.

"Apa kau terluka?", Moa berbalik dan mengecek tubuh Mia.

"Tidak aku baik-baik saja. Sekarang kita harus fokus untuk mengalahkan mereka.", kata Mia dan diangguki oleh Moa. Bertepatan saat Moa berbalik tubuhnya menjadi kaku seketika.

Bagaimana tidak. Moa sangat mengenali kedua umano . Mereka adalah adalah temannya saat dirinya berada di markas RU.R.AL untuk kedua kalinya dulu. Ingatan masa lalunya berputar seketika di otaknya. Semua memori tentang pertemanan mereka memenuhi kepala Moa.

"Tidak mungkin. Felix...? Ryujin...?", tubuh Moa menjadi lemas seketika. Teman-temannya yang berharga dijadikan umano? Masih segar diingatakan Moa, temannya yang bernama Felix itu memiliki sayap putih seindah burung merpati. Dulu dia bermimpi ingin terbang bebas layaknya burung ketika dia sudah keluar dari markas . Dia bertekad menggunakan sayapnya untuk membantu orang lain. Tapi kini, sayap itu berubah jadi potongan besi berkarat yang jauh dari kata indah.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 22 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

UNIQUERCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang